Pengamat politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga mengatakan rumor demonstrasi yang disebut bertujuan menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026 sulit terwujud.
Alasannya karena soliditas TNI dan Polri menjadi faktor utama yang membuat eskalasi aksi massa tidak mudah berkembang menjadi gejolak sosial.
TNI dan Polri masih solid mendukung Pemerintahan Prabowo. Dua institusi ini akan melakukan tindakan preventif bila ada gejala aksi yang mengarah ke gejolak sosial,”
kata Jamiluddin kepada Owrite, Minggu, 26 Juli 2026.
Antisipasi Gangguan
Jamiluddin mengatakan kedua institusi keamanan berkemampuan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi situasi yang lebih besar.







