Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengingatkan pentingnya menjaga ruang kritik dalam sistem demokrasi.
Menurutnya, negara bisa menghadapi risiko politik, ekonomi, hingga sosial apabila kritik terhadap pemerintah mulai diabaikan.
Demokrasi memerlukan pengawasan, checks and balances, termasuk dari DPR,”
kata Hasto di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Hasto menekankan demokrasi hanya dapat berjalan sehat apabila mekanisme checks and balances tetap berfungsi.
Dia bilang hilangnya kritik merupakan salah satu tanda melemahnya kualitas demokrasi.
Ketika sistem politik tidak ada lagi kritik, ketika etika antarlembaga negara diabaikan, ketika ada intervensi antarlembaga negara,”
ujarnya.
Menurut Hasto, kondisi itu bisa dapat memunculkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara negara.
Maka yang ada adalah benih-benih ketidakpercayaan dan kerawanan-kerawanan dalam sistem pemerintahan negara,”
katanya.
Ia menilai situasi itu tidak hanya berdampak pada stabilitas politik, tetapi juga terhadap perekonomian dan kondisi sosial.
Yang menciptakan risiko politik, ekonomi, dan sosial,”
tutur Hasto.
Maka itu, ia meminta seluruh elemen negara menjaga mekanisme pengawasan agar demokrasi tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Hasto, fungsi kontrol dari DPR maupun masyarakat jadi bagian penting dalam mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Lebih lanjut, dia juga mengingatkan agar hubungan antarlembaga negara tetap berjalan sesuai prinsip demokrasi. Selain itu, bisa saling menghormati kewenangan masing-masing.
Ini yang harus kita hindari karena kita adalah negara demokrasi, kita bukan negara otoriter,”
ujarnya.























