Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Gibran Tak Perlu Disandingkan dengan Dedi Mulyadi, Selisih Elektabilitas Terlalu Jauh

elektabilitas Gibran dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang sangat lebar menunjukkan keduanya belum berada pada level persaingan yang sama.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming
Wakil Presiden Gibran Rakabuming (Foto: Instagram @sassystayclassy.)

Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga mengatakan, peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersaing pada Pemilihan Presiden 2029 masih berat. 

Menurutnya, selisih elektabilitas Gibran dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang sangat lebar menunjukkan keduanya belum berada pada level persaingan yang sama.

Sementara Gibran Rakabuming Raka kiranya tak perlu disandingkan dengan Dedi Mulyadi,”

kata Jamiluddin kepada Owrite, Kamis, 30 Juli 2026.

Jamiluddin mengemukakan, hasil survei yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia pada periode Juli 2026 menempatkan Dedi Mulyadi sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi sebesar 31,4 persen. 

Iklan

Di bawahnya terdapat Presiden Prabowo Subianto dengan 18,8 persen, Anies Baswedan 11,6 persen, sementara Gibran memperoleh 5,9 persen. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan jarak elektoral antara Dedi dan Gibran masih sangat lebar.

Ia juga mencatat elektabilitas Gibran tidak terpaut jauh dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memperoleh 8,8 persen. Kondisi itu, menurut Jamiluddin, menunjukkan tantangan Gibran bukan hanya mengejar Dedi, tetapi juga bersaing dengan figur-figur lain di papan tengah.

Sebab, bila kondisi normal sulit bagi Gibran untuk mendongkrak elektabilitasnya,”

ucapnya.

Dijelaskan Jamiluddin, tanpa perubahan yang signifikan dalam kinerja maupun daya tarik politik, elektabilitas Gibran diperkirakan tidak akan mengalami lonjakan berarti. 

Bahkan, ia mengakui terdapat kemungkinan tingkat keterpilihan Gibran justru mengalami penurunan apabila persepsi publik tidak berubah.

Jadi, elektabilitas Gibran akan sulit meningkat tajam. Elektabilitasnya akan stabil, bahkan berpeluang akan turun,”

jelasnya.

Ia menambahkan, proyeksi tersebut didasarkan pada penilaiannya terhadap kinerja Gibran saat ini yang dinilai belum memberikan dorongan elektoral yang kuat. Karena itu, diperlukan capaian yang lebih menonjol apabila Gibran ingin meningkatkan daya saing menjelang Pilpres 2029.

Kalkulasi itu berlaku bila kinerja Gibran seperti saat ini yang relatif datar saja. Dengan kinerjanya seperti itu tentu sulit mendongkrak elektabilitasnya,”

pungkasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal