Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto turun menjadi 51,1 persen.
Prasetyo menyampaikan pemerintah tak bekerja untuk mengejar tingkat kepuasan dalam survei.
Ya pertama, sedari awal selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan dalam rangka mencari survei gitu ya,”
kata saat ditemui di Kereta Api (KA) Nusantara Explorer, dikutip pada Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Prasetyo, pemerintah meyakini seluruh program yang dijalankan bertujuan memenuhi kepentingan masyarakat. Selain itu, untuk merealisasikan janji kampanye Prabowo.
Dia menekankan pemerintah tak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar survei. Prasetyo meyakini dari yang sudah dikerjakan pemerintah, rakyat akan bisa menerima semua yang dijalankan sebagai janji kampanye.
Sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju. Ingin sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan. Kemudian, energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar,”
ujarnya.
Ia menyampaikan pemerintah tetap fokus menjalankan berbagai program prioritas, termasuk penguatan ketahanan pangan, energi, industrialisasi, dan hilirisasi.
Merujuk riset temuan SMRC bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 51,1 persen.
Survei terbaru SMRC dilakukan dalam kurun waktu 5-19 Juli 2026. Angka itu turun 30,1 poin persentase dibandingkan hasil survei pada November 2025 yang mencatat tingkat kepuasan publik sebesar 81,2 persen.
Metode survei SMRC menggunakan metode double sampling dengan wawancara telepon dan tatap muka. Survei SMRC serta melibatkan 749 responden.























