Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai penyematan Presiden Ke-7 Joko Widodo sebagai ‘Sahabat Raja-Raja Timor’ menjadi modal memperkuat efek politiknya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus menyatakan, penyematan gelar tersebut kepada Jokowi sebagai penghormatan pengakuan atas penghormatan selama memimpin Indonesia, khususnya di NTT.
Bagi PSI, pengakuan para raja-raja Timor kepada pak Jokowi sebagai sahabat tentu adalah suatu hal yang sangat baik,”
ucap Bestari, Senin 3 Agustus 2026.
Bagi PSI, penyematan gelar itu kepada Jokowi juga menjadi membuka peluan lebih besar untuk ekspansi dukungan politik di NTT jelang pemilu mendatang.
Dampaknya terhadap PSI, kami memperhitungkan adalah terbukanya pintu hati daripada tokoh-tokoh, masyrakat, raja-raja Timor tadi membuka peluang besar kepada PSI,”
katanya.
Dia juga menyinggung perluasan dukungan untuk PSI juga tidak terlepas dari ‘Jokowi Effect’ itu sendiri. Menurut Bestari efek politik sudah terasa di NTT sebelum mantan Walikota Solo sebelum menyatakan bergabung dengan PSI.
NTT itu sudah merasakan lebih dini dibandingkan provinsi lain terkait Jokowi Effect, khususnya ke PSI,”
katanya.
Hal tersebut juga dibuktikan dengan PSI yang kini memiliki Walikota Kupang yang juga Ketua DPW PSI, enam anggota DPRD Provinsi, serta kader di berbagai kabupaten kota.
Namun dengan kehadiran Jokowi di tanah NTT, Bestari menilai dukungan terhadap partainya semakin kuat setelah mantan Kepala Negara itu menyatakan akan mendukung penuh partai yang dipimpin anaknya Kaesang Pangarep.
Pak Jokowi sudah menyatakan diri bahwa saya akan mendukung full PSI dan saya akan bekerja keras untuk PSI,”
ujarnya.





















