Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Gibran Dikenal karena Jokowi Itu Hal Biasa, Sudah Jadi Budaya Politik di Indonesia

Figur Gibran Rakabuming Raka disebut dipengaruhi faktor sang ayah yakni Joko Widodo. Gibran dan AHY punya potensi di Pilpres 2029.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa warga dan pekerja saat meninjau perkebunan di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa warga dan pekerja saat meninjau perkebunan di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).

Wakil Ketua Umum Relawan Gibran Nusantara Burhanudin Abdullah mengatakan persepsi popularitas Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tidak lepas dari sosok Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, hal itu sudah biasa dan jadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Burhanudin mengatakan demikian untuk menanggapi pandangan yang menyebut tingkat popularitas Gibran banyak dipengaruhi nama besar Jokowi.

Ini menurut saya merupakan hal yang biasa dan sudah menjadi budaya. Apabila bapaknya sudah terkenal, sudah pasti anaknya ikut terkenal,”

kata Burhanudin saat dihubungi Owrite, Rabu, 15 Juli 2026.

Burhanudin menuturkan masyarakat tak perlu memandang fenomena tersebut sebagai sesuatu yang istimewa. Sebab, sudah jadi realitas sosial yang lazim terjadi.

Iklan

Apa mungkin sekarang bapaknya terkenal, tapi anaknya tidak dikenal orang? Itu adalah budaya dan sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Jadi, jangan dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa,”

ujarnya.

Ia mengibaratkan kondisi serupa juga terjadi di berbagai profesi. Contohnya, kata dia, saat ada putra dari figur pengusaha yang sudah dikenal publik maka otomatis sang anak ikut memperoleh pengenalan dari masyarakat.

Misalnya saya sekarang dikenal sebagai pengusaha tambang, tentu anak saya juga akan dikenal sebagai anaknya Pak Janu (pengusaha tambang). Itu bukan hal yang luar biasa,”

jelasnya.

Karena itu, Burhanudin menilai tidak tepat apabila popularitas Gibran dipersoalkan hanya karena berkaitan dengan statusnya sebagai putra Jokowi.

Olehnya itu, Gibran dikenal dan terkenal adalah hal yang wajar, kan Gibran anaknya Pak Jokowi, pastinya dikenal seluruh rakyat Indonesia, itu hal biasa ya,”

ujarnya.

Sebelumnya, figur Gibran dinilai masih bertumpu terhadap sosok Jokowi. Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiludin Ritonga, sosok Gibran masih ‘kalah’ secara kinerja dan kompetensi dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dia mengatakan Gibran dan AHY jadi figur potensial yang punya kans maju di Pilpres 2029. Jamiluddin menyebut Gibran unggul dari kekuatan finansial dan ditopang pengaruh Jokowi. Sementara, AHY dinilai kalah finansial dari Gibran.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.