Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi santai surat terbuka Denny Indrayana kepada Presiden Prabowo Subianto yang meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur dari jabatannya.
PSI bahkan berkelakar Denny mungkin hanya ingin bertemu atau berbincang dengan Gibran.
Ketua Bidang Politik DPP PSI Bestari Barus mengatakan penyampaian surat kepada presiden merupakan hal yang biasa dalam negara demokrasi sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.
Orang berkirim surat kepada presiden kan hal biasa saja. Masyarakat menyampaikan hal-hal yang menurut mereka perlu disampaikan ya biasa saja, enggak istimewa,”
kata Bestari kepada Owrite, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Perihal menguatnya narasi yang mempertanyakan legitimasi Gibran sebagai wakil presiden, Bestari menilai hal itu sebagai dinamika politik yang wajar. Ia pun melontarkan sindiran kepada Denny Indrayana.
Itu hal biasa aja. Mungkin kangen kali Denny Indrayana pengen ngobrol-ngobrol sama Mas Gibran. Pengen ditelepon, ya,”
ujarnya.
Bestari meminta publik melihat latar belakang Denny sebelum menilai surat yang dikirimkan kepada Presiden Prabowo.
Lihat latar belakangnya saja sehingga bisa menyimpulkan sebetulnya Denny Indrayana itu dalam kapasitas apa dia menyampaikan itu. Apakah sebagai politisi dari partai tertentu yang punya kepentingan tertentu atau apa,”
katanya.
Menurutnya, apabila Denny memang ingin berdialog dengan Gibran, ada mekanisme yang bisa ditempuh.
Kalau pengen ketemu Mas Gibran ya tinggal ajukan surat aja untuk permohonan audiensi, kan itu lebih baik,”
ucap Bestari.
Menanggapi kembali disinggungnya putusan Mahkamah Konstitusi terkait pencalonan Gibran, Bestari menegaskan putusan tersebut sudah berkekuatan hukum tetap.
Keputusan Mahkamah Konstitusi setahu kami itu sifatnya final and binding. Sudah final, enggak bisa digugat lagi,”
tegasnya.
Ia juga mempertanyakan mengapa isu tersebut baru kembali diangkat setelah Gibran resmi menjabat sebagai wakil presiden.
Saya juga heran itu kenapa kok baru sekarang dibicarakan, padahal sudah selesai, sudah terpilih jadi wakil presiden,”
katanya.
Bestari mengajak semua pihak menghentikan polemik dan memberikan kesempatan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran bekerja.
Mari kita berdoa agar Indonesia jauh lebih baik lagi dan kita dukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini ke depan menyelesaikan tugas-tugasnya untuk melayani, membangun masyarakat dan bangsa Indonesia,”
pungkasnya.






















