Menteri Hak Perempuan dan Marginal di Kabinet Bayangan Khoirunnisa Nur Agustyati mengungkap alasan program pembangunan yang menyasar kelompok marginal cenderung kurang menarik bagi para pengambil kebijakan.
Menurutnya, program semacam itu membutuhkan waktu panjang sehingga dampaknya tidak dapat langsung dirasakan masyarakat. Pun, manfaatnya tak bisa segera terlihat termasuk dari sisi elektoral.
Makanya mungkin pembangunan dengan pendekatan yang seperti ini nggak seksi, karena dampaknya nggak langsung. Maksudnya gini gak langsung ada benefit elektoralnya,”
kata Khoirunnisa kepada Owrite, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut dia, kondisi itu membuat sebagian pihak lebih memilih program yang manfaatnya bisa langsung dihitung dan terlihat oleh masyarakat. Salah satu contohnya adalah penyaluran bantuan sosial (bansos) yang bisa menunjukkan jumlah penerima manfaat secara jelas dalam waktu relatif singkat.






