Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Prabowo Jawab Kritik Kabinet Gemuk: Timor Leste Penduduknya Hanya 1 Juta, Menterinya 28

Menurut Presiden Prabowo Subianto, RI merupakan negara besar yang penduduknya hampir 300 juta sehingga perlu kabinet besar.

Presiden RI Prabowo Subianto saat penutupan Muktamar NU.
Presiden RI Prabowo Subianto saat penutupan Muktamar NU. (YouTube Sekretariat Presiden).

Presiden Prabowo Subianto merespons kritik yang menyebut Kabinet Merah Putih terlalu gemuk dan tidak efisien. Untuk menjelaskan alasan di balik struktur kabinet pemerintahannya, Prabowo membandingkan RI dengan Timor Leste.

Menurut Prabowo, ukuran kabinet tak bisa dilihat hanya dari jumlah menteri. Struktur pemerintahan juga perlu disesuaikan dengan skala negara, mulai dari jumlah penduduk hingga luas wilayah yang harus dikelola.

Kabinet yang saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien,”

kata Prabowo, saat menghadiri penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Senin, 31 Agustus 2026.

Prabowo pun mencontohkan Timor Leste yang memiliki jumlah penduduk sekitar 1 juta jiwa, tetapi memiliki kabinet dengan 28 anggota.

Iklan

Padahal, ada negara Timor Leste yang jumlah penduduknya hanya 1 juta. Lebih kecil dari banyak provinsi di Indonesia. Lebih kecil dari banyak kabupaten di Indonesia,”

jelas Prabowo.

Prabowo pun membandingkan jumlah penduduk Timor Leste dengan sejumlah daerah di Indonesia. Ia menyebut Kabupaten Bogor punya jumlah penduduk jauh lebih besar. Sementara Banyuwangi, kata dia, memiliki sekitar 1,1 juta penduduk.

Mereka (Timor Leste) hanya 1,1 juta, (tapi) kabinetnya 28. Kabinetnya Timor Leste 28,”

ujar Prabowo.

Prabowo menilai perbandingan itu menunjukkan jumlah anggota kabinet tak bisa secara otomatis dijadikan ukuran untuk menentukan efisien atau tidaknya sebuah pemerintahan.

Menurut dia, Indonesia memiliki skala yang jauh lebih besar. Jumlah penduduk Indonesia bahkan mendekati 300 juta jiwa sehingga pengelolaan pemerintahan membutuhkan struktur yang mampu menjangkau kebutuhan negara dengan cakupan yang luas.

Kita satu negara. Kita besar sekali. Dan, karena demokrasi saya harus berkoalisi. Berkoalisi itu untuk memimpin dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta,”

tutur Prabowo.

Selain faktor ukuran negara, Prabowo juga menyinggung konfigurasi politik yang menopang pemerintahannya. Ia mengatakan pemerintahannya dibangun dengan koalisi besar yang melibatkan tujuh dari delapan partai politik di parlemen.

Pemerintah koalisi yang saya pimpin termasuk besar, 7 partai dari 8 partai di parlemen,”

ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, besarnya koalisi tersebut berkaitan dengan kebutuhan untuk menjaga stabilitas politik dan pemerintahan. Stabilitas dinilai penting agar pemerintah dapat menjalankan berbagai agenda tanpa terganggu gejolak politik.

Jadi, bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.