Partai Ummat merombak susunan pengurus pusat untuk periode 2025–2030 setelah Ketua Umum Ridho Rahmadi dan Sekretaris Jenderal Taufik Hidayat mengundurkan diri. Perubahan ini menjadi bagian dari penataan organisasi sekaligus persiapan partai menghadapi Pemilu 2029.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Ummat kini dipimpin Ansufri Idrus Sambo sebagai ketua umum, dengan Heikal Safar menjabat ketua harian dan Muhammad Sadiq bin Talib sebagai sekretaris jenderal.
Agenda utama jangka pendek ke depan adalah mengukuhkan susunan fungsionaris baru DPP Partai Ummat dalam rangka konsolidasi nasional jajaran pengurus pusat hingga pengurus di daerah guna memanaskan mesin partai dan memperkuat jaringan kerakyatan,”
kata Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar, dalam keterangannya, Senin, 28 September 2026.
Heikal mengatakan, perubahan struktur dilakukan setelah Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat mengajukan pengunduran diri karena kendala pembagian waktu. Majelis Syura yang dipimpin Amien Rais kemudian melakukan penataan ulang kepengurusan di tingkat pusat.
Menurut Heikal, penetapan ketua harian menjadi bagian dari upaya memperkuat operasional partai dan mempercepat konsolidasi organisasi. Posisi itu diharapkan bisa menggerakkan mesin partai dari tingkat pusat hingga daerah.
Agenda jangka pendek yang disiapkan adalah konsolidasi nasional untuk perkuat struktur organisasi dan memperluas jaringan partai di berbagai wilayah. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk persiapkan Partai Ummat menghadapi kontestasi politik 2029.
Agenda utama jangka pendek ke depan adalah mengukuhkan susunan fungsionaris baru DPP Partai Ummat dalam rangka konsolidasi nasional jajaran pengurus pusat hingga pengurus di daerah guna memanaskan mesin partai dan memperkuat jaringan kerakyatan,”
ujar Heikal.
Di sisi lain, Ketua Umum DPP Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo alias Ustaz Sambo menekankan perubahan kepengurusan tak boleh berhenti pada pergantian nama dan jabatan. Ia meminta para pengurus baru mengubah pola pikir, cara bekerja, serta orientasi perjuangan partai.
Ustaz Sambo mengingatkan agar jabatan di dalam partai tak dijadikan tujuan utama. Ia ingin para pengurus mengedepankan pengabdian. Hal itu termasuk apabila kelak mendapat kesempatan menduduki posisi di pemerintahan.
Oleh karena itu saya selaku Ketua Umum DPP Partai Ummat mengajak mari Ibu dan Bapak pengurus baru DPP Partai Ummat yang mencari jabatan kita ganti menjadi budaya yang baru yaitu budaya pengabdian kepada Allah subhanahu wa taala,”
ujar Uztaz Sambo.
Ia juga meminta pengurus meninggalkan kebiasaan menunggu dan mulai membangun budaya kerja yang lebih aktif.
Menurutnya, kekuatan organisasi seharusnya tidak hanya bertumpu pada figur tertentu, tetapi juga pada nilai dan sistem yang dijalankan bersama.
Ustaz Sambo turut menyoroti pentingnya mengutamakan kepentingan organisasi dibandingkan kepentingan kelompok. Ia berharap kepengurusan baru dapat membangun kerja sama yang lebih baik dan tidak terjebak dalam kebiasaan saling menyalahkan.
Dari saling menyalahkan menuju budaya saling memperbaiki. Kepengurusan yang baru ini harus berarti kerja sama yang lebih baik. Bukan sekadar susunan pengurus baru DPP Partai Ummat yang berbeda atau yang baru,”
jelasnya.
Susunan pengurus baru tersebut ditetapkan melalui Keputusan Majelis Syura Partai Ummat Nomor 59 Tahun 2026 tentang Susunan Struktur Pengurus DPP Partai Ummat periode 2025–2030. Surat keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 18 September 2026 dan ditandatangani Amien Rais selaku Ketua Majelis Syura.
Selain Ansufri, Heikal, dan Muhammad Sadiq, kepengurusan baru menempatkan Sri Esti S. Apung sebagai bendahara umum. Sementara itu, Buni Yani dipercaya memimpin Komisi Komunikasi Publik dan Nofalia Heikal Safar menjabat Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi.






