Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk menegaskan status politiknya.

Namun, langkah itu justru disindir Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira yang malah menyinggung polemik ijazah Jokowi. Politikus asal NTT itu menyinggung soal ijazah Jokowi yang jadi polemik.

Kalau gua sih KTA baru, tunjukin juga dong ijazahnya. Iya dong. KTA ditunjukkin, ijazah nggak,”

kata Andreas Hugo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 28 September 2026.

Andreas juga menanggapi pernyataan mengenai PSI yang disebut tidak takut terhadap siapa pun setelah Jokowi bergabung dengan partai tersebut. Namun, ia memilih tidak memperpanjang pembahasan itu.

Haduh nggak ada urusan gue, nggak ada urusan, udah lupa,”

jelas Andreas yang juga Wakil Ketua Komisi XIII itu.

Pernyataan Andreas itu merespons langkah Jokowi yang menunjukkan KTA PSI di hadapan kader saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Bandung, Sabtu, 26 September 2026.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyatakan ia sudah jadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025. Ia mengaku sengaja menunjukkan kartu anggota tersebut untuk menjawab keraguan publik mengenai status politiknya.

Bahwa saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu. Banyak yang enggak percaya, saya sekarang buka saja kartu anggota saya ini,”

kata Jokowi dalam Rakorda tersebut.