Oh belum, belum. Hanya ya mudah-mudahan di ulang tahun Bapak Presiden, Ibu akan hadir dan sebagainya, gitu aja,”
ujarnya.
Said juga meluruskan anggapan bahwa pertemuan kedua tokoh pada Senin sore jadi awal pembicaraan politik. Ia memastikan pertemuan itu tak membahas agenda politik termasuk Rancangan Undang-Undang Pemilu.
Tidak ada bicara soal politik sama sekali, dipastikan,”
jelas Said.
Ia menggambarkan hubungan Prabowo dan Megawati dalam pertemuan tersebut sebagai persahabatan yang tidak didasari kepentingan politik. Menurut dia, pertemuan lanjutan juga diharapkan berlangsung dalam semangat yang sama.
Ya perlanjutan sebagai sahabat yang memang tanpa pamrih keduanya,”
ujarnya.
Menurut Said, pembahasan RUU Pemilu dan komunikasi dengan partai politik tetap berjalan melalui jalur DPR. Ia menyebut dirinya bersama sejumlah pihak di parlemen telah berkomunikasi dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengenai berbagai urusan politik dan legislasi.
Kalau urusan RUU Pemilu dan sebagainya, kan ada Ibu Ketua DPR, ada Dedy Sitorus. Ada saya juga keluar masuk ke ruangan Pak Dasco, bicara, bicara dengan partai-partai lain, biasalah itu. Itu levelnya di tempat di DPR sini saja,”
katanya.
Adapun pertemuan di Teuku Umar berlangsung ketika Prabowo tengah menjalankan agenda pemerintahan. Said menjelaskan, Presiden Prabowo datang setelah memimpin rapat terkait BPJS dan kembali mengikuti rapat terbatas setelah kunjungannya ke kediaman Megawati di Teuku Umar, Jakarta Pusat.
Dalam pertemuan itu, Prabowo turut menyampaikan kekagumannya terhadap karya-karya Guruh Soekarnoputera. Said menyebut Prabowo bercerita mengenai lagu-lagu Guruh dan kontribusinya terhadap seni serta kebudayaan Indonesia.
Kedatangan Prabowo didampingi Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Megawati menerima rombongan bersama putrinya, Puan Maharani.