Pelantikan M Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian RI bukan hanya mengubah komposisi kursi Partai Golkar di DPR. Pergeseran itu juga meninggalkan satu posisi strategis di parlemen, yakni Ketua Fraksi Golkar DPR RI.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan pengganti Sarmuji sebagai Ketua Fraksi belum dibahas di internal partai. Partai masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.
Belum. Saya kira nanti tuh menunggu keputusan DPP, keputusan Ketua Umum lah. Nah, kita tunggu aja,”
kata Doli di Gedung DPR RI, Senin, 5 Oktober 2026.
Doli sebelumnya memastikan Golkar akan mengikuti ketentuan untuk menggantikan posisi Sarmuji dengan orang lain. Partai akan mengirimkan surat kepada KPU untuk memproses pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR yang masuk pemerintahan.
Jadi, ya kita mengikuti saja prosedur yang diatur dalam mekanisme peraturan perundang-undangan kita. Ini dalam waktu dekat ini kita akan sampaikan surat ke KPU, ya. Dan, kemudian nanti selanjutnya, ya mengikuti proses yang ada aja,”
lanjut Doli.
Sebelum masuk pemerintahan, Sarmuji tak hanya menduduki posisi sebagai anggota DPR. Ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus memimpin Fraksi Golkar di DPR.
Untuk pengisian kursi DPR yang ditinggalkan Sarmuji, Doli mengatakan mekanismenya akan mengikuti urutan perolehan suara dalam Pemilu. Calon dengan perolehan suara terbanyak berikutnya menjadi pihak yang berpeluang menggantikan.
Oh ya, pasti. Itu kan memang aturan undang-undangnya begitu. Yang menggantikan adalah nama-nama yang kemarin memperoleh suara terbanyak berikutnya dari anggota-anggota DPR yang terpilih, gitu,”
ujar Doli.
Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya melantik Sekjen Golkar M Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Sarmuji sebelumnya merupakan anggota DPR RI Komisi VI periode 2024–2029 dari Dapil Jatim VI dengan perolehan 183.045 suara. Ia sekaligus menjabat Sekjen Partai Golkar.
Di Komisi VI, Sarmuji menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, ukm dan BUMN.
Terkait kursinya di parlemen setelah masuk kabinet, Sarmuji menyebut Kusuma Judi Leksono berpeluang menjadi penggantinya melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).
Insyaallah perolehan suara berikutnya Pak Kusuma,”
ujar Sarmuji saat dikonfirmasi, Jumat, 2 Oktober 2026.






