Memang Pak Prabowo di rapat-rapat internal kami selalu mengatakan bahwa pilpres masih jauh, pemilihan masih jauh. Kita masih fokus untuk menyukseskan program-program prioritas Pak Prabowo,”
lanjut Sugiat.
Sugiat menilai, program pemerintah masih membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak. Terlebih, pemerintahan Prabowo baru berjalan sekitar dua tahun.
Ia menyampaikan keberhasilan program prioritas pemerintah berkaitan langsung dengan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Maka itu, fokus pemerintahan dinilai lebih penting untuk saat ini dibandingkan membicarakan kontestasi politik berikutnya.
Karena ini terkait dengan bagaimana hajat hidup rakyat, kesejahteraan rakyat, dan lain sebagainya,”
jelas Sugiat.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan Pemilu 2029 masih jauh saat ditanya mengenai dukungannya agar Prabowo dan Gibran kembali maju sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Pemilu masih jauh,”
kata Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 8 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut berbeda dari sikap Jokowi sebelumnya yang kerap menyuarakan dukungan agar duet Prabowo-Gibran melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.
Kali ini, Jokowi memilih menekankan pentingnya bekerja sebelum berbicara mengenai pemilu berikutnya.
Jokowi juga meminta semua pihak, baik yang bergerak di bidang politik maupun pemerintahan, untuk mengutamakan pekerjaan yang berdampak bagi masyarakat.
Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu. Entah kerja politik, entah kerja pemerintahan. Kerja untuk rakyatlah semuanya,”
ujar Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi bertemu dengan Prabowo di kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta Selatan. Jokowi menyebut pertemuan tersebut berlangsung atas undangan Prabowo.
Dalam pertemuan itu, keduanya membahas sejumlah hal, mulai dari sepak bola, ekonomi, hingga politik. Namun, Jokowi tidak menyatakan secara tegas dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk kembali berpasangan pada Pilpres 2029.