Dukungan itu dijalankan melalui kader Golkar yang berada di eksekutif maupun legislatif.
Menurut dia, keterlibatan kader di kedua lembaga tersebut menjadi bagian dari kontribusi Golkar dalam menjalankan agenda pemerintahan.
Meski demikian, ia menegaskan kepentingan bangsa dan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama.
Terkait evaluasi terhadap kinerja pemerintah, Wihaji menyebut Golkar tetap dapat menyampaikan masukan, baik secara langsung kepada Presiden maupun melalui kementerian terkait dan jalur legislatif.
Saya kira, baik evaluasi ataupun tidak, diminta atau tidak, selama itu untuk kepentingan bangsa dan negara, tentu Ketua Umum selalu mengambil langkah,”
ujarnya.
Ia menegaskan, penyampaian evaluasi tidak harus menunggu permintaan dari pemerintah. Golkar, kata dia, akan mengambil langkah jika ada hal yang perlu disampaikan demi kepentingan publik.
Diminta atau tidak, mengevaluasi atau tidak, saya kira kalau demi kepentingan bangsa dan negara, saya kira beliau-beliau semua termasuk kita, termasuk Pak Ketua Umum, termasuk di Partai Golkar, bersama-sama sebagai negarawan untuk memberikan kontribusi yang terbaik,”
kata Wihaji.
Meski demikian, Wihaji tidak merinci program pemerintah mana yang perlu dievaluasi atau ditingkatkan. Ia justru menyatakan keyakinannya bahwa target pemerintahan Prabowo-Gibran dapat tercapai melalui kerja bersama.
Saya kok meyakini, kalau tercapai pasti tercapai. Dengan tentu segala dinamikanya,”
ujarnya.
Memaksimalkan Kinerja
Ia menambahkan, pemerintah perlu terus memaksimalkan kinerja untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Wihaji juga menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak, termasuk media, dalam mendukung upaya tersebut.
Capaian akan terus kita tingkatkan semaksimal mungkin. Kalau ditanya tercapai, saya yakin tercapai,”
katanya.
Namun, saat diminta memberikan nilai terhadap kinerja pemerintahan Prabowo dalam skala satu hingga sepuluh, Wihaji tidak menyebutkan angka penilaian.
Ia juga tidak memberikan tanggapan mengenai kasus dugaan korupsi yang tengah menyeret Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN), Nusron Wahid, yang juga kader Partai Golkar.
Kita ngurus Golkar dulu ya! Kita ulang tahun nih, ulang tahun ini,”
ujarnya.