Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang jatuh pada Selasa, 20 Oktober 2026, Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengkritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Ia menilai kedua program tersebut perlu dievaluasi, mulai dari persiapan dan dugaan kepentingan elektoral hingga potensi dampaknya terhadap keberlangsungan usaha kecil.
“Persoalan pelaksanaan MBG sejak awal pemerintahan banyak mendapatkan kritik dan sorotan dari masyarakat karena dianggap program politik untuk kepentingan 2029. Sehingga pelaksanaannya dipaksakan,”
kata Fernando Emas kepada Owrite.id, Senin, 19 Oktober 2026.
Celah
Fernando menyoroti besarnya anggaran MBG yang menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan pelaksanaan. Bahkan ia menduga program tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk membangun jejaring politik demi pemilu tiga tahun mendatang.






