Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

BEM UI Turun ke Jalan! Survei Sebut 78,8 Persen Responden Nilai Pemerintahan Prabowo-Gibran Gagal

BEM UI dan Komite Sadar gelar aksi di Tugu Tani, Jakarta Pusat hari ini. Mereka menuntut pemerintah untuk menyelesaikan masalah karhutla, korupsi, ketimpangan ekonomi, dan mahalnya pendidikan.

Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
Aksi demonstrasi mahasiswa UI di Jakarta Pusat. Doc: Rahmat Tunny

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama delapan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) berencana menggelar aksi di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB.

Aksi ini digelar untuk menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai belum terselesaikan. Persoalan itu mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mahalnya kebutuhan pokok, korupsi, penyempitan ruang sipil, hingga biaya pendidikan yang kian membebani masyarakat.

Sorotan mahasiswa bukan tanpa dasar. Berdasarkan survei Komite Sadar terhadap 560 responden dari Sumatra hingga Papua dalam kurun waktu 9-19 Oktober 2026, sebanyak 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya sudah gagal.

Iklan

Karhutla Tuntutan Utama

Dalam survei tersebut, deforestasi dan kebakaran hutan jadi persoalan yang paling banyak disindir responden. Dengan 83,5 persen responden menyatakan karhutla sebagai masalah mendesak saat ini. Angka ini disusul korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan negara sebesar 70,6 persen.

Tekanan ekonomi juga jadi keresahan masyarakat. Sebanyak 71,1 persen responden menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok. Sementara, 67,4 persen mengeluhkan biaya pendidikan. Adapun 62,7 persen menyoroti pembatasan kebebasan berpendapat.

Kemudian, 41,6 persen responden menilai sektor ekonomi dan keuangan harus segera diperbaiki. Temuan itu jadi landasan Komite Sadar untuk mendesak pemerintah menjawab persoalan ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, dan pendidikan.

Lima Tuntutan BEM UI

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama.

  1. Mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.
  2. Mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta memulihkan ekosistem yang terdampak.
  3. Menuntut perbaikan tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial, penghentian penyempitan ruang sipil dan militerisasi.
  4. Menuntut pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
  5. Serta mendesak agar pemerintah menurunkan biaya pendidikan dan perwujudan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat.

Selain BEM UI, Komite Sadar terdiri atas Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), mahasiswa Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang, Serikat Mahasiswa UGM, BEM UPN Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya.

Melalui aksi ini, mahasiswa berupaya menekan pemerintah agar tak mengabaikan persoalan yang mereka himpun. Mereka menilai keresahan masyarakat perlu dijawab melalui penyelesaian konkret, bukan sekadar diakui.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.