Partai Nasdem meminta pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lebih aspiratif dalam memasuki tahun ketiga pemerintahan.
Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim mengatakan pemerintah perlu membuka ruang lebih luas untuk mendengar aspirasi publik dan menerjemahkannya menjadi program yang tepat sasaran.
Semua program prioritas harus ditingkatkan, pemerintah ke depan harus membuka telinga lebih lebar,”
kata Hermawi, Selasa, 20 Oktober 2026.
Hermawi menyampaikan memimpin Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa bukan perkara mudah. Ia memandang tantangan semakin besar karena masyarakat memiliki ruang luas untuk menyampaikan kritik dan pendapat melalui media sosial.
Iklan
Tidak mudah memimpin rakyat yang dua ratusan juta dengan kebebasan era medsos yang hampir tanpa batas,”
ujar Hermawi.
Meski demikian, Hermawi berharap Prabowo tetap kuat dan sehat dalam menjalankan kepemimpinannya. Ia menilai ketegasan diperlukan, termasuk dalam menentukan orang-orang yang membantu presiden menjalankan pemerintahan.
Ke depan Presiden Prabowo Subianto harus tetap kuat dan sehat serta tegas dalam kepemimpinannya,”
kata Hermawi.
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebelum Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.)
Nasdem secara khusus menyoroti pentingnya memilih pembantu presiden yang memiliki orientasi pada kesejahteraan masyarakat. Menurut Hermawi, jajaran pemerintah harus benar-benar bekerja untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
Utamanya dalam memilih para pembantunya yang sungguh-sungguh pro kesejahteraan rakyat,”
ujarnya.
Selain persoalan kepemimpinan, Nasdem minta pemerintah perkuat komunikasi dengan masyarakat. Hermawi menekankan, aspirasi publik perlu menjadi pertimbangan dalam merancang dan menjalankan program prioritas.
Pemerintah ke depan harus makin aspiratif,”
kata Hermawi.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar tak berhenti mendengarkan keluhan masyarakat, meskipun berbagai program prioritas telah berjalan. Menurutnya, masukan publik diperlukan untuk mengetahui persoalan yang masih terjadi, sekaligus menjadi bahan evaluasi kebijakan.
Tidak bosan-bosannya mendengar keluhan rakyat,”
ujarnya.
Hermawi mengatakan seluruh program prioritas pemerintah perlu terus ditingkatkan. Evaluasi dan penyerapan aspirasi masyarakat penting agar kebijakan yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.