Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

PBB Minta Indonesia Mundur dari Board of Peace, DPR: Patut Dipertimbangkan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono angkat bicara perihal masukan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP).

Prajurit TNI mengusung peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)
Sejumlah prajurit TNI mengusung peti jenazah personel penjaga perdamaian yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono angkat bicara perihal masukan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menurut Dave, keputusan untuk bertahan atau keluar dari forum tersebut harus mempertimbangkan kepentingan nasional dan prinsip politik luar negeri bebas aktif.

“Saya memandang masukan PBB sebagai bagian dari dinamika diplomasi internasional yang perlu dicermati. Indonesia berkomitmen pada Piagam PBB, sehingga pandangan lembaga tersebut patut dipertimbangkan,”

kata Dave dalam keterangannya, Kamis, 29 Oktober 2026.

Ia mengatakan masukan PBB merupakan bagian dari dinamika diplomasi internasional yang perlu diperhatikan Indonesia.

Iklan

Dave mengatakan keputusan mengenai keanggotaan Indonesia berada di tangan Presiden RI Prabowo Subianto. Meski demikian, ia mengatakan, DPR akan mengawasi agar keterlibatan Indonesia tetap sejalan dengan tujuan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Lebih lanjut, Dave menyampaikan pemerintah sudah menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BoP bertujuan memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan melindungi kepentingan rakyatnya.

Presiden Prabowo juga sempat menyatakan Indonesia siap keluar apabila forum BoP tak lagi sejalan dengan tujuan awal atau bertentangan dengan kepentingan nasional.

Komisi I DPR RI mendukung sikap ini dan memandang perlu adanya evaluasi berkelanjutan untuk menilai manfaat nyata keanggotaan bagi Palestina dan perdamaian,”

ujarnya.

Dave menilai evaluasi diperlukan untuk memastikan keikutsertaan Indonesia benar-benar memberikan manfaat bagi perjuangan Palestina. Menurutnya, pemerintah perlu mencermati apakah arah dan pelaksanaan forum tersebut masih sesuai dengan tujuan yang menjadi dasar keterlibatan Indonesia.

Selain itu, Komisi I akan menyoroti konsistensi prinsip politik luar negeri bebas aktif dan kejelasan mandat BoP.

Kata Dave, aspek keselamatan personel Indonesia yang terlibat dalam misi perdamaian juga menjadi perhatian. Ia menegaskan, setiap rencana pengiriman personel TNI harus mengikuti ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Pengiriman personel TNI harus tetap mengikuti ketentuan perundang-undangan, termasuk mekanisme konsultasi dengan DPR,” jelas politikus Partai Golkar itu.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.