Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Jokowi Akhirnya Turun Gunung Tunjukkan Ijazah, Redam Tekanan Pemakzulan Gibran?

Jokowi yang menunjukkan ijazah sarjananya belum cukup untuk menjawab polemik keaslian dokumen tersebut.

Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi menunjukan ijazah strata satu (S1) di persidangan lanjutan dugaan ijazah palsu. Doc: tangkapan layar @banglapak
Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi menunjukan ijazah strata satu (S1) di persidangan lanjutan dugaan ijazah palsu.

Analis Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti Faisal Sallatalohy, menilai kemunculan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menunjukkan ijazah sarjananya belum cukup untuk menjawab polemik keaslian dokumen tersebut.

Menurut Faisal, karena ijazah itu telah menjadi objek perkara hukum dan disita polisi sebagai barang bukti, keasliannya harus diuji melalui pemeriksaan, bukan sekadar diperlihatkan kepada publik.

Ijazah ini yg difoto dan diposting Dian Sandi. Ijazah yg selama ini dipermasalahkan secara hukum. Ijazah yg juga disita polisi sebagai barang bukti. Ijazah yg tidak pernah disentuh siapapun,”

tulis Faisal dikutip dari postinga Facebook pribadinya atas izin, Kamis, 5 November 2026.

Sekarang, setelah bertahun-tahun masalah dan mangkir, Ditunjukan. Apakah cukup dgn hanya ditunjukan ? Tentu tidak ?”

tambahnya.

Faisal mempertanyakan apakah penunjukan ijazah tersebut dapat dianggap sebagai jawaban atas persoalan yang selama ini diperdebatkan.

Iklan

Ia menegaskan, dokumen yang telah dipersoalkan melalui jalur hukum semestinya diperiksa untuk memastikan keasliannya.

Karena ijazahnya sudah diperkarakan secara hukum, maka harus diuji, diperiksa asli apa palsu. Menunjukan sama sekali tidak mengkonfirmasi ijazahnya asli apa palsu,”

jelasnya.

Faisal kemudian mengaitkan kemunculan Jokowi dengan dinamika politik, khususnya wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Manuver Politik dan Pencitraan Jokowi

Ia menafsirkan langkah menunjukkan ijazah sebagai manuver politik untuk meredam tekanan terhadap putranya tersebut.

Paling pentingnya, setelah bertahun-tahun mangkir, Jokowi akhirnya turun gunung juga. Tunjukan ijazah asli sebagai langkah politik untuk meredam amukan politik pemakzulan Gibran,”

jelasnya.

Lebih lanjut, Faisal menilai Jokowi ingin membangun pesan bahwa dirinya memiliki ijazah asli dan putranya juga memenuhi persyaratan pendidikan untuk menduduki jabatan Wakil Presiden.

Ia menggambarkan pesan tersebut sebagai upaya membangun citra keluarga yang tidak bermasalah dalam persoalan keabsahan ijazah.

Jokowi ingin menegaskan punya ijazah asli. Anaknya juga pasti punya ijazah asli. Bapaknya bermoral. Tidak mungkin menggendong anaknya menjadi wapres tanpa ijazah setara SMA. Keluarga ini, bukan keluarga penipu,”

ujarnya.

Pengaruh Dinasti Solo Luntur

Faisal juga menafsirkan kemunculan Jokowi sebagai sinyal bahwa pengaruh politik dinasti Solo tidak lagi sekuat sebelumnya.

Ia bahkan melontarkan kritik terhadap ambisi politik Jokowi yang menurut penilaiannya masih besar meskipun telah menjabat sebagai presiden selama dua periode.

Bapak turun gunung. Menunjukan kekuatan politik dinasti Solo, sudah tidak sekuat dulu. Jokowi panik,”

tegasnya.

Jokowi ini fisiknya halus, tuturnya lembut, mukanya adem. tapi ambisi politiknya sangat menyala, sangat rakus. Tidak puas 2 periode. Pengen lanjut terus,”

tutupnya.

Polemik ijazah Jokowi juga bergulir melalui proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Pada Kamis, 5 November 2026, Jokowi hadir sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa Roy Suryo dan pihak lainnya.

Dalam persidangan tersebut, Jokowi memberikan keterangan mengenai tudingan ijazah palsu yang menjadi pokok perkara. Kehadiran Jokowi sebagai saksi dalam perkara tersebut merupakan bagian dari proses persidangan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rahmat Tunny adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal