Masalahnya, otak kita sekarang lagi sibuk banget.
Notifikasi nggak berhenti bunyi, scroll media sosial berjam-jam, sambil denger musik, sambil bales chat, sambil nonton video.
Akhirnya otak dipaksa buka terlalu banyak “tab” sekaligus. Nggak heran kalau informasi kecil jadi gampang banget hilang.
Kurang tidur juga jadi salah satu penyebabnya. Saat tidur, otak sebenarnya lagi “beres-beres” dan menyimpan informasi yang didapat seharian.
Kalau waktu tidurnya kurang, proses itu jadi nggak maksimal. Hasilnya? Besoknya jadi gampang lupa.
Stres juga punya pengaruh besar. Ketika lagi banyak pikiran, otak lebih fokus buat menghadapi tekanan daripada mengingat hal-hal kecil. Makanya kadang kamu masih ingat deadline kerjaan, tapi lupa naruh kunci atau dompet.
Untungnya, short-term memory masih bisa dilatih.
Salah satu cara paling gampang adalah fokus mengerjakan satu hal dalam satu waktu. Memang multitasking kelihatan keren, tapi kenyataannya otak lebih mudah menyimpan informasi kalau nggak terus-terusan pindah fokus.
Kalau ada sesuatu yang penting, coba langsung tulis. Nggak usah malu kalau sekarang notes di HP isinya sampai puluhan. Justru itu bisa membantu otak supaya nggak harus mengingat semuanya sendirian.
Kamu juga bisa melatih otak dengan aktivitas sederhana, seperti membaca buku, main puzzle, sudoku, atau belajar hal baru. Aktivitas seperti ini membantu otak tetap aktif dan membangun koneksi baru.
Yang nggak kalah penting, jangan lupa tidur cukup, minum air putih, dan olahraga ringan. Kedengarannya klise, tapi tiga kebiasaan ini memang punya pengaruh besar buat menjaga fungsi otak tetap optimal.
Jadi, kalau besok kamu masuk kamar terus lupa mau ngapain, jangan langsung panik atau nyalahin umur dulu. Bisa jadi otakmu cuma lagi capek karena kebanyakan kerja.
Sesekali kasih dia waktu buat istirahat. Soalnya, otak juga butuh recharge, bukan cuma baterai HP aja.
Jangan lupa share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia untuk informasi lainnya ya!