Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Sefruit

Kebanyakan Skincare Belum Tentu Bikin Kulit Makin Bagus, Ini Alasannya

tinitas perawatan kulit yang berlebihan berisiko memicu iritasi dan dermatitis akibat akumulasi paparan bahan aktif. American Academy of Dermatology merekomendasikan fokus pada tiga langkah dasar yang konsisten, yaitu pembersih lembut, pelembap, dan perlindungan matahari.

Kebanyakan Skincare Belum Tentu Bikin Kulit Makin Bagus, Ini Alasannya
https://www.owrite.id/wp-content/uploads/2026/08/1-2.webp

Scroll TikTok sebentar, tiba-tiba skincare routine orang lain bisa panjang banget. Ada cleanser, toner, essence, serum, ampoule, moisturizer, sleeping mask, belum lagi berbagai macam active ingredients.

Melihatnya memang bikin pengen ikutan, tapi pertanyaannya adalah kulit kita benar-benar butuh sebanyak itu, ya?

Jawabannya belum tentu.

Iklan

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), rutinitas skincare yang sederhana dan konsisten justru bisa menjadi fondasi yang baik untuk menjaga kesehatan kulit. Dermatolog merekomendasikan fokus pada pembersih yang lembut, moisturizer, dan perlindungan dari sinar matahari.

Kulit Bisa Capek, Lho

Semakin banyak produk yang dipakai, semakin banyak pula bahan yang bersentuhan dengan kulit. Apalagi kalau beberapa produk mengandung bahan aktif seperti retinoid atau berbagai jenis asam.

Dalam artikel ilmiah berjudul The skincare routine: hype or hidden harm?, peneliti membahas bahwa rutinitas skincare yang terlalu ekstensif dapat meningkatkan risiko masalah seperti iritasi, dermatitis kontak, dermatitis perioral, dan fotosensitivitas.

Salah satu faktor yang disoroti adalah paparan berbagai bahan aktif dan alergen secara kumulatif.

Penelitian lain dalam Journal of the American Academy of Dermatology juga menekankan pentingnya penggunaan moisturizer secara tepat dan tidak berlebihan, terutama pada kondisi kulit tertentu.

Harus Berapa Step?

Nggak ada angka saklek yang berlaku untuk semua orang. Kondisi dan kebutuhan kulit setiap orang berbeda.

Daripada mengejar rutinitas belasan langkah, lebih baik mulai dari kebutuhan paling dasar seperti membersihkan kulit, menjaga kelembapan, dan melindunginya dari sinar UV. Setelah itu, produk tambahan bisa dipilih berdasarkan masalah kulit yang memang ingin ditangani.

Yang penting juga, jangan langsung menumpuk banyak active ingredients sekaligus. Kalau kulit mulai terasa perih, panas, kemerahan, atau semakin sensitif, itu bukan tanda produknya sedang “bekerja”. Bisa jadi kulit justru sedang memberi kode untuk berhenti sebentar.

Jangan lupa share artikel ini dan follow Instagram @sefruitmedia untuk informasi menarik lainnya, ya!

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Writer

    a little chaotic, a little curious, and always in my own world. here for the random moments, unexpected stories, new interests, and everything in between.

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.