Daripada halu nungguin notifikasi transferan yang nggak kunjung datang, mending kita bongkar alasan ilmiah di balik gatalnya telapak tangan kamu.
Kulit Lagi “Kehausan” (Kulit Kering) Penyebab paling sepele tapi sering terjadi adalah kulit yang sedang kering atau kekurangan cairan. Kulit telapak tangan kita itu dasarnya cukup tebal, tapi kalau kamu terlalu sering berada di ruangan ber-AC atau hobi cuci tangan pakai sabun antiseptik, kelembapan alaminya bisa terkikis habis.
Sesuai penjelasan dalam buku panduan medis legendaris “Fitzpatrick’s Dermatology” (Edisi ke-9, 2019) yang ditulis oleh Sewon Kang, dkk., kondisi kulit yang sangat kering ini akan memicu retakan mikro pada lapisan kulit terluar.
Hal ini secara otomatis mengaktifkan serabut saraf C yang bertugas mengirimkan sinyal gatal yang konstan ke otak meskipun tidak ada ruam sama sekali.
Efek Samping “Rajin” (Dermatitis Kontak) Tangan kita yang super sibuk ini juga sangat rentan terkena dermatitis kontak, baik karena iritasi maupun alergi akibat menyentuh sesuatu.
Berdasarkan sebuah studi dalam “Journal of the American Academy of Dermatology” (2018) yang berjudul “Occupational Skin Diseases”, telapak tangan sangat mudah meradang akibat kontak langsung dengan zat kimia keras seperti detergen baju atau sabun cuci piring tanpa sarung tangan pelindung.
Belum lagi jika imun kulitmu bereaksi berlebihan terhadap benda tertentu yang kamu sentuh, seperti kandungan nikel pada jam tangan atau bahan karet pada sarung tangan.
Eksim Tangan (Dermatitis Disidrotik) Kondisi lain yang gatalnya nggak santai adalah eksim tangan yang punya ciri khas berupa bintik-bintik kecil menonjol dan berisi air di sela-sela jari atau telapak tangan.
Dikutip dari jurnal ilmiah “Cureus Journal of Medical Science” (2020) dalam artikel berjudul “Dyshidrotic Eczema: A Common Cause of Palmar Dermatitis” oleh Moniaga, dkk., eksim jenis ini biasanya dipicu oleh stres pikiran, cuaca yang terlalu panas, atau kondisi tangan yang sering basah dan lembap, bukan karena kamu habis memegang lembaran uang.
Saraf di Pergelangan Tangan Terjepit (Carpal Tunnel Syndrome) Uniknya, rasa gatal di tangan tidak selalu bersumber dari masalah kulit luar, melainkan bisa jadi karena masalah saraf yang terjepit atau dikenal sebagai Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
Kondisi ini terjadi akibat aktivitas berulang seperti mengetik atau bermain ponsel terlalu lama. Merujuk pada publikasi ilmiah internasional di “PubMed / StatPearls Publishing” (Update 2023) dalam ulasan “Carpal Tunnel Syndrome: Pathophysiology and Clinical Evaluation”, saraf yang tertekan ini bisa mengalami eror dan salah mengirimkan sinyal ke otak, yang akhirnya dirasakan sebagai sensasi gatal yang dalam, panas, atau perih yang menjalar hingga ke telapak tangan.
Alarm Penyakit Liver atau Hati Terakhir, gatal di area ini bisa jadi alarm bahaya dari penyakit di dalam tubuh kita sendiri, salah satunya gangguan organ liver atau hati.
Penjelasan ini dilansir dari jurnal “American Association for the Study of Liver Diseases” (2021) melalui artikel penelaahan ilmiah “Scratching the Itch: Management of pruritus in cholestatic liver disease”. Ketika fungsi hati atau saluran empedu bermasalah, terjadi penumpukan zat sisa di dalam darah yang mengendap di bawah kulit.
Menariknya, gatal akibat gangguan liver ini secara spesifik paling sering menyerang area telapak tangan dan telapak kaki terlebih dahulu, terutama pada malam hari.
Untuk pertolongan pertama di rumah agar tidak digaruk terus-menerus, kamu bisa menempelkan kain basah dingin atau es batu yang dibalut kain guna menenangkan reseptor saraf kulit.
Pastikan juga untuk mengoleskan hand cream tanpa parfum sehabis cuci tangan agar benteng pertahanan kulitmu kembali pulih. Jangan sekali-kali menggaruknya dengan kasar karena hanya akan memicu lecet dan infeksi bakteri baru.
Jadi kesimpulannya, kalau telapak tanganmu gatal lagi, jangan langsung buka aplikasi m-banking ya! Sadar atau nggak, tanganmu mungkin cuma lagi minta istirahat, butuh sedikit olesan pelembap, atau bahkan sedang memberi sinyal tentang kondisi kesehatanmu.
Kalau gatalnya makin parah atau sampai mengelupas, langsung periksakan ke dokter, bukan nungguin tukang paket datang bawa duit!