Acara tersebut menjadi festival keempat sejak pertama kali digelar pada 2023.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan di area Lotus Pond tanpa perlu membeli tiket masuk GWK Cultural Park.
Namun, akses ke area lain, termasuk Festival Park dan Patung GWK, tetap mengikuti ketentuan tiket masuk yang berlaku.
Ekonomi Kreatif Badung
Penjor Festival kali ini akan menghadirkan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan tradisi Bali. Salah satunya adalah Lomba Penjor Mini yang didukung oleh ekonomi kreatif Kabupaten Badung dan Pemerintah Kabupaten Badung.
Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti workshop penjor untuk mengenal proses pembuatan serta memahami nilai budaya yang terkandung di dalam tradisi tersebut.
Festival ini juga melibatkan UMKM lokal dengan berbagai produk kuliner, dekorasi, hingga kerajinan tangan.
Tidak hanya itu, GWK Cultural Park juga menghadirkan sejumlah musisi lokal seperti Pagraky, Nanoe Biroe, Ary Kencana bersama Neli Ambarawati, serta Leeyonk Sinatra.
Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, mengatakan penjor bukan sekadar hiasan bagi masyarakat Bali, tetapi juga memiliki makna sebagai simbol rasa syukur dan kemenangan dharma atas adharma.
Sebagai taman budaya, GWK Cultural Park berharap festival ini tidak hanya menjadi perayaan seni dan tradisi Bali, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, komunitas, dan seniman, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kreativitas masyarakat,”
ujar Ch. Rossie Andriani selaku Direktur Operasional GWK Cultural Park.