Upaya diplomasi antara Rusia dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Ukraina kembali menemui jalan buntu.
Pertemuan intensif selama lima jam di Kremlin yang berlangsung hingga tengah malam Selasa, 2 November 2025 tidak menghasilkan terobosan apa pun.
Pertemuan itu melibatkan Presiden Rusia Vladimir Putin serta utusan khusus Presiden AS Donald Trump, yaitu Jared Kushner dan Steve Witkoff.
Rusia Tolak Sejumlah Proposal AS
Ajudan Putin untuk kebijakan luar negeri, Yuri Ushakov, menegaskan bahwa kedua negara masih jauh dari kata sepakat.
Tidak ada kompromi yang tercapai. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,”
Ushakov.
Ia mengungkapkan bahwa Putin memberikan respons negatif terhadap beberapa usulan AS, terutama yang berkaitan dengan isu teritorial di Donbas wilayah yang diklaim Rusia, tetapi secara internasional diakui sebagai bagian dari Ukraina.
Ukraina masih menguasai sekitar 5.000 km persegi wilayah yang dianggap Rusia sebagai miliknya.
Ada Usulan Masuk Akal
Beberapa poin proposal AS dinilai “masih mungkin dibicarakan”, namun sebagian lainnya sama sekali tidak dapat diterima oleh Rusia. Ushakov menyatakan proses negosiasi akan berlanjut.
Ia juga menepis rencana pertemuan antara Trump dan Putin dalam waktu dekat. Putin telah mengirimkan “pesan penting” untuk Trump, namun isinya disepakati untuk tidak dipublikasikan.
Dengan tidak tercapainya kesepakatan apa pun, konflik Ukraina diprediksi masih akan berlangsung.
Baik Rusia maupun Amerika Serikat tampaknya masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum dapat menyepakati formula perdamaian yang dapat diterima kedua pihak.

