PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut, lintasan kereta api Medan–Binjai sudah beroperasi normal setelah terdampak banjir dan menyebabkan kerusakan pada beberapa titik jalur.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menjelaskan percepatan pemulihan menjadi fokus utama sejak hari pertama gangguan terjadi. Perbaikan dilakukan di empat titik yang mengalami gogosan.
Pemulihan ini selain memperbaiki rel, juga memastikan konektivitas masyarakat dan arus logistik tetap berjalan. Begitu jalur aman, maka pergerakan ekonomi di wilayah Sumatra Utara dapat terus berproses,”
Bobby dalam keterangannya Jumat, 5 November 2025.
Bobby mengatakan, keputusan pembukaan jalur sudah berdasarkan standar keselamatan tertinggi. Dalam hal ini sudah dilakukan pengukuran, uji keselamatan, dan pengecekan lapangan berlapis, jalur Medan–Binjai.
Adapun divre I Sumatra Utara melayani pergerakan yang cukup intens setiap harinya, yaitu 20 perjalanan KA regional, 24 perjalanan KA Bandara/Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu, 20 perjalanan KA Bandara/Srilelawangsa relasi Medan–Binjai–Kualatanjung, serta 13 perjalanan KA barang.
Pemulihan jalur Medan–Binjai memastikan seluruh layanan tersebut tetap terjaga ritmenya, terutama pada masa peningkatan mobilitas akhir tahun,”
Bobby.
Bobby menuturkan, dengan kembalinya jalur Medan–Binjai, perjalanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Binjai–Kualabingai kembali beroperasi penuh.
Kemudian layanan KA Bandara Kualanamu juga tetap berjalan untuk mendukung mobilitas menuju dan dari bandara pada periode peningkatan perjalanan akhir tahun.
KAI berkomitmen menjaga keandalan prasarana demi kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik. Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan agar perjalanan menjelang Nataru berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,”
Bobby.



