Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Aktivis Lingkungan Ngaku Ditekan Kemenhut Selama 9 Tahun Soal Konservasi Hutan
Nasional

Aktivis Lingkungan Ngaku Ditekan Kemenhut Selama 9 Tahun Soal Konservasi Hutan

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 8, 2025 3:15 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
8 bulan lalu
Share
Pendiri Yayasan Kalaweit, yang juga aktivis lingkungan asal Prancis, Chanee Kalaweit.
Pendiri Yayasan Kalaweit, yang juga aktivis lingkungan asal Prancis, Chanee Kalaweit. (Foto: Youtube Chanee Kalawei)
SHARE

Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, membeberkan pengalaman panjang dan pahit selama bertahun-tahun bekerja untuk konservasi hutan di Indonesia. 

Aktivis lingkungan asal Prancis yang telah hidup di Indonesia selama 27 tahun itu mengungkap bahwa ia dan organisasi yang dipimpinnya pernah mengalami tekanan dari Kementerian Kehutanan pada periode sebelumnya, yakni saat Zulkifli Hasan menjabat pada periode 2009-2014, dan Siti Nurbaya Bakar yang menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pertama serta terakhir.

Saya akan jujur, selama 27 tahun berjuang di Indonesia dengan Yayasan Kalaweit, walaupun menjadi mitra dari Kementerian Kehutanan, walaupun dapat banyak sekali dukungan dari masyarakat Indonesia, kami selama ini cukup dicuekin oleh Kementerian Kehutanan. Jangankan hanya dicuekin, selama 9 tahun terakhir di masa jabatan menteri sebelumnya, 9 tahun, kami tidak hanya dicuekin, kami ditekan,”

kata Chanee dalam akun Youtube resminya, Senin 8 Desember 2025.

Chanee juga menuturkan, hubungan mereka dengan kementerian selama hampir satu dekade justru berada dalam kondisi buruk. Ia menyebut komunikasi nyaris berhenti total, dan berbagai aktivitas konservasi yang mereka jalankan terhambat oleh pembatasan administratif.

Chanee mengungkapkan, sangat sulit mempertahankan kerja lapangan ketika izin-izin yang diperlukan tidak diperpanjang. Belum lagi tekanan yang diterima aktivis lingkungan Kalaweit, termasuk larangan untuk mempublikasikan informasi tertentu mengenai konservasi di media sosial.

Kami, perizinan kami tidak diperpanjang, dan bahkan kami dibatasi atau kami dilarang post di media sosial hal-hal yang tidak disukai oleh Kementerian (Kehutanan) tentang konservasi,”

ujarnya.

Tekanan itu, kata Chanee, membuat ruang dialog antara lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah seolah tertutup rapat. 

Dialog antara Kalaweit atau NGO dan Kementerian Kehutanan pada saat itu hampir terputus. Tidak jalan sama sekali sebenarnya,”

ungkapnya. 

Selama periode itu, upaya mereka untuk menyuarakan kondisi hutan dan satwa liar juga terbentur tembok birokrasi dan resistensi dari pejabat yang tidak menghendaki kritik publik.

Menurutnya, kondisi ini amat miris mengingat organisasi yang ia pimpin berjuang untuk tujuan yang sama, yakni menjaga kelestarian hutan dan memperbaiki tata kelola konservasi. Fakta di lapangan, kata Chanee, terlihat memilukan dengan adanya perambahan, pembukaan lahan ilegal, dan tambang yang tak direklamasi.

Namun, angin segar mulai terasa dalam satu tahun terakhir. Menurut Chanee, Kementerian Kehutanan di bawah kepemimpinan baru yakni Menteri Raja Juli Antoni, akhirnya membuka kembali ruang komunikasi dengan berbagai NGO, termasuk Kalaweit.

Ia menyebut, momen itu sebagai perkembangan positif yang belum pernah ia rasakan selama dua dekade lebih memperjuangkan alam di Indonesia.

Baru satu tahun terakhir kami bisa menyampaikan masukan, saran, minimal diskusi,”

ungkap Chanee.

Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya ia merasa pandangan-pandangannya benar-benar didengar. Bahkan, Raja Juli datang langsung ke lokasi kerja Kalaweit, membuka kesempatan untuk percakapan empat mata yang jujur mengenai kondisi hutan Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Chanee mengajak Menhut terbang menggunakan pesawat ringan untuk melihat langsung kerusakan hutan yang selama ini hanya menjadi angka dalam laporan. 

Dari udara, terlihat jelas lubang tambang batubara yang tidak direklamasi serta area sawit yang masuk hingga ke kawasan hutan. Diskusi yang berlangsung selama penerbangan itu, menurutnya, menjadi titik balik yang sangat penting.

Itu menjadi momentum di mana beliau mau mendengarkan secara langsung masukan, saran, sudut pandang dari Kalaweit tentang situasi alam di sini,”

tutur Chanee. 

Meski menyambut baik perubahan sikap pemerintah, Chanee menegaskan bahwa perjalanan memperbaiki tata kelola hutan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Kerusakan yang terjadi selama puluhan tahun membutuhkan komitmen jangka panjang dan keberanian untuk menegakkan hukum di lapangan.

Ia mengingatkan, bahwa perbaikan kebijakan tidak akan berdampak banyak tanpa dukungan lintas instansi, penegakan hukum yang kuat, dan keberpihakan yang jelas terhadap kelestarian alam. 

Harus ada penegakan yang jauh lebih (tegas dan kuat) karena banyak kegiatan ilegal juga yang merajalela,”

tekannya.

Chanee menegaskan, bahwa Yayasan Kalaweit akan tetap berada di garis depan memberikan masukan kepada siapa pun yang membutuhkan, termasuk pemerintah. Ia menekankan, bahwa tujuan mereka bukan sekadar “berteriak”, tetapi memberikan solusi nyata untuk konservasi.

Yayasan Kalaweit akan terus memberi saran, masukan kepada siapa saja yang mau dengar tentang pentingnya kita saat ini menjaga alam hutan tersisa,”

ujarnya.

Pernyataan Chanee tersebut menyoroti dinamika panjang antara lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah dalam isu lingkungan. Selama bertahun-tahun, NGO sering menghadapi hambatan saat mengungkap kerusakan hutan, meskipun mereka bekerja di garis depan. 

Apa yang dialami Kalaweit menunjukkan bagaimana perbedaan sikap pemerintah dapat memengaruhi efektivitas kerja konservasi.

Kini, dengan terbukanya kembali ruang dialog, Chanee berharap kerja sama antara pemerintah dan NGO dapat berjalan berdasarkan transparansi dan keberanian untuk menghadapi kenyataan pahit di lapangan. 

Momentum itu, menurut Chanee, harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki kebijakan, memperkuat perlindungan hutan, dan memastikan bahwa suara para pegiat lingkungan tidak lagi dibungkam.

Tag:Chanee Kalaweitmenteri lingkungan hidupPendiri Yayasan Kalaweitsiti nurbaya bakarZulkifli Hasan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Febrie Adriansyah Tak Terima Langsung Disangkakan TPPU, Pengacara Soroti Sprindik Digabung
By Rika Pangesti
Kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Febri Diansyah usai mendampingi kliennya diperiksa 7 jam. (Sumber: Owrite/Rahmat Baihaqi)
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Kabinet Bayangan Bukan Ancaman, Justru Koreksi bagi Pemerintah dan DPR
By Rahmat Tunny
Ilustrasi Kabinet Bayangan.
3
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
4
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
5

BERITA LAINNYA

Prabowo Pidato di peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Nasional

Prabowo Klaim Dua Tahun Pemerintahannya Berbuah Hasil: Rapor Kita Oke

Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimistis dengan capaian pemerintahannya setelah hampir dua tahun…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
13 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Nasional

BGN Pastikan Bakal Buka Dapur MBG Baru Lagi, Tapi Cuma di Daerah Ini…

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mulai membuka kembali operasional Satuan Pelayanan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
14 jam lalu
Prabowo Pidato di peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Nasional

Prabowo Guyon ke Kepala BGN: Baru Seminggu, Rambut Putih Sudah Nambah

Presiden Prabowo Subianto menyapa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat menghadiri…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
14 jam lalu
BPJS Kesehatan
Nasional

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam Belum Dapat Kamar, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memberi tanggapan terkait kasus pasien peserta JKN yang mengeluhkan belum…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up