Polres Metro Jakarta Pusat tengah mulai mengusut dan mencari unsur dugaan tindak pidana pada kebakaran Gedung Terra Drone, Cempaka Baru, Jakarta Pusat. Rencananya polisi akan melakukan gelar pekara dalam waktu dekat ini.
Nanti dalam waktu dekat kami juga akan melaksanakan gelar perkara, tentunya berdasarkan hasil olah TKP dari Puslabfor (Pusat Laboratorium Forensik) untuk memastikan terkait dengan sebab kebakaran. Dan kami akan menentukan kelanjutan dari penyidikan ini,”
kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo di lokasi kejadian, Rabu 10 Desember 2025.
Susatyo mengatakan pihaknya hingga kini masih mengumpulkan bukti maupun alat bukti untuk menyelidiki dugaan pasti penyebab kebakaran itu terjadi.
Selain itu, penyidik saat ini telah memeriksa delapan orang saksi diantaranya karyawan Terra Drone dan warga lingkungan sekitar. Lalu rencananya penyidik akan memeriksa pihak manajemen Terra Drone.
Kami juga akan memeriksa pihak dari manajemen. Apakah sudah diperhitungkan terkait dengan risiko dari usaha ini. Apakah cukup dengan APAR yang untuk bisa memadamkan baterai ya, yang kita lihat,”
terang dia.
Susatyo bilang, Gedung Terra Drone merupakan toko alat jual beli peralatan drone termasuk penyedia servis. Di toko tersebut juga tersedia gudang, salah satunya menyetok baterai drone.
Pihaknya juga nanti akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengevaluasi dari bangunan tersebut hingga akhirnya terjadinya kebakaran.
Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kota Jakarta Pusat, ada Pak Walikota, juga Damkar, untuk mengevaluasi dan mencegah agar lokasi-lokasi usaha dengan tingkat risiko yang tinggi itu bisa kami mitigasi,”
tutup dia.
Kejadian kebakaran Gedung Terra Drone terjadi pada Selasa 9 Desember 2025 siang. Akibat kebakaran tersebut sebanyak 22 orang menjadi korban jiwa, selain itu 19 orang berhasil selamat setelah drama evakuasi yang panjang.
Dari 22 korban, RS Polri Kramatjati berhasil mengidentifikasi 10 jenazah yakni:
- Rufaidha Lathiifunnisa, perempuan, 22 tahun
- Novia Nurwana, perempuan, 28 tahun
- Yoga Valdier Yaseer, laki-laki, 28 tahun
- Pariyem, perempuan, 31 tahun
- Ninda Tan, perempuan, 32 tahun
- Muhammad Ariel Budiman, laki-laki, 24 tahun
- Mochamad Apriyana, laki-laki, 40 tahun
- Della Yohana Simanjuntak, perempuan, 22 tahun
- Nazaellya Tsabita Nurazisha, perempuan, 27 tahun
- Athiniyah Isnaini Rasyidah, perempuan, 18 tahun
Hingga kini, RS Polri masih melakukan identifikasi terhadap sisa jenazah lainnya sambil menuggu sampel DNA dari pihak keluarga korban.


