Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, membantah adanya penimbunan bantuan logistik bagi korban banjir dan longsor di Aceh.
Abdul Muhari menegaskan, bahwa seluruh bantuan yang masuk ke Lanud Sultan Iskandar Muda dicatat dan langsung disalurkan sesuai kebutuhan pengungsi. Media juga dipersilahkan memantau proses distribusi untuk memastikan transparansi.
Sejak 28 November hingga 10 Desember 2025, tercatat 448,6 ton bantuan yang telah masuk, dan 334 ton di antaranya telah disalurkan. Distribusi dipercepat melalui jalur darat dan udara, dengan lima truk membawa 9,85 ton logistik serta tujuh sorti penerbangan mengangkut 4,93 ton.
Bantuan diketahui mencakup pangan, tenda, selimut, pakaian, dan perlengkapan dasar lainnya.
Pencatatan dan manajemen distribusi logistik tertata dengan baik di Lanud Sultan Iskandar Muda. Jadi buat rekan-rekan yang kebetulan ada di Provinsi Aceh, silakan melihat langsung bahwa tidak ada terjadi penimbunan atau tidak ada terjadi stok-stok logistik yang terhambat distribusinya di Lanud Sultan Iskandar Muda,”
kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, dikutip Kamis, 11 Desember 2025.
Lebih jauh, Muhari menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang masuk ke Lanud Sultan Iskandar Muda dicatat dan langsung didistribusikan ke titik-titik pengungsian sesuai kebutuhan di lapangan. Pemerintah juga membuka akses bagi media untuk melihat langsung pengelolaan logistik tersebut.
Sementara itu, untuk mempercepat penyaluran, pemerintah mengoptimalkan distribusi logistik melalui jalur darat dan udara. Muhari mengatakan, distribusi melalui jalur udara difokuskan untuk menjangkau kantong-kantong pengungsian yang berada jauh dari pusat kabupaten dan kota, sedangkan jalur darat dimanfaatkan untuk memperbanyak pengiriman logistik, termasuk kebutuhan non-pangan.
Selain bahan pangan, bantuan yang disalurkan juga mencakup tenda, matras, selimut, pakaian, dan perlengkapan dasar lainnya yang dibutuhkan pengungsi.




