Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 9 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nyaris Lolos ke India! 190 Kg Emas Ilegal Senilai Rp502 Miliar Disita di Bandara Halim
Nasional

Nyaris Lolos ke India! 190 Kg Emas Ilegal Senilai Rp502 Miliar Disita di Bandara Halim

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 9, 2026 2:31 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Personel Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan barang bukti gelang emas saat konferensi pers penindakan ekspor ilegal emas dan perhiasan di Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Putra M. Akbar/wsj)
Personel Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menunjukkan barang bukti gelang emas saat konferensi pers penindakan ekspor ilegal emas dan perhiasan di Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Putra M. Akbar/wsj)
SHARE

Sekitar 190,265 kilogram emas hampir saja lolos ke luar negeri melalui Bandara Halim Perdanakusuma, 27 April lalu. Bea Cukai yang mengendus rencana itu menggagalkan upaya penyelundupan 611 perhiasan emas berbentuk gelang seberat 60,3 kg dan 2.971 koin emas 130,262 kilogram dengan perkiraan US$28,349 juta atau setara dengan Rp502,546 miliar.

Daftar isi Konten
  • Dugaan Terkait Tambang Emas Ilegal
  • Ancaman Merkuri dan Kerusakan Lingkungan
  • Jaringan Internasional dan Modus Penyelundupan
  • Sorotan Terhadap Pengelolaan Barang Bukti

Dalam penyitaan enam koli paket berisi perhiasan dan koin emas yang tidak terlaporkan dalam dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) ini, Bea Cukai juga mengamankan pelaku berinisial HH, AH, HG, dan PP, warga India.

Direktur Jenderal Badan Cukai, Jaka Budi Utama, mengatakan bahwa barang itu akan diangkut menggunakan pesawat Learjet 55 sewaan dengan nomor registrasi N117LR. 

Petugas mendapat informasi soal ekspor ilegal itu dari masyarakat, kemudian melakukan pemeriksaan mendalam muatan pesawat di area apron bandara hingga menemukan perhiasan.

Menurut Jaka, pengawasan ekspor komoditas bernilai tinggi seperti emas untuk memastikan bahwa ekspor emas transparan dan sesuai ketentuan.

Ekspor emas harus transparan dan sesuai ketentuan agar hak negara dapat terpenuhi dan stabilitas pasokan dalam negeri tetap terjaga. Penerimaan negara dari sektor ini pada akhirnya kembali untuk membiayai pembangunan, pelayanan publik, serta mendukung kesejahteraan masyarakat,”

kata Jaka dalam keterangannya.

Dugaan Terkait Tambang Emas Ilegal

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budhi Utama (kedua kiri) bersama Direktur Penindakan dan Penyidikan Priyono Triatmojo (kedua kanan), Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi (kiri) dan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon menyampaikan konferensi pers terkait penindakan ekspor ilegal emas dan perhiasan di Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Putra M. Akbar/wsj)

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, menegaskan bahwa upaya Bea Cukai menggagalkan penyelundupan melalui sinergi lintas instansi sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi.

Diharapkan perdagangan ekspor dapat berjalan secara adil, sehat, dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada perekonomian nasional dan masyarakat Indonesia,”

jelas Victor.

Tak sekadar membicarakan kerugian negara dari nilai tarif bea, emas selundupan bisa saja dari tambang-tambang emas ilegal yang menciptakan rantai kerusakan panjang di lapangan.

Melansir dari laporan Mongabay, Sabtu, 9 Mei 2026, Yuyun Ismawati, Senior Advisor Nexus3 Foundation, mengatakan di balik terbongkarnya upaya ekspor ilegal ini, ada rantai kejahatan lingkungan dan tata niaga buruk dari hulu hingga hilir yang berisiko merugikan negara hingga triliunan rupiah kalau memasukkan perhitungan kerusakan ekologis.

Dia menduga, emas dalam jumlah besar itu bersumber dari aktivitas penambangan emas ilegal. Bentuk emas perhiasan kasar seperti gelang rantai mencerminkan modus operandi pengumpulan hasil tambang ilegal dari berbagai lokasi yang kemudian ‘bertemu’ di pengepul besar.

Mungkin itu campuran dari berbagai titik atau berbagai lokasi. Jadi pasti ada itu pengepulnya,”

katanya kepada Mongabay.

Ancaman Merkuri dan Kerusakan Lingkungan

Lebih jauh, aktivitas tambang emas ilegal inilah yang sangat merusak lingkungan. Yuyun bilang, penegak hukum luput menghitung kerugian negara dari dampak penggunaan bahan kimia berbahaya seperti merkuri dan sianida dalam proses ekstraksi emas ilegal itu

Untuk menghasilkan satu kilogram emas, perlu sekitar 20-60 kilogram merkuri. Dalam kasus 190 kilogram emas ini, dia perkirakan terdapat 4-12 ton merkuri lepas ke alam.

Tarik mundur hitungannya. Kerugiannya bukan cuma Rp500 miliar, itu bisa triliunan. Hitung pencemaran di sungai, di udara, kesehatan warga, hingga penjualan ilegal merkuri dan sianidanya. Rentengannya sangat panjang, tapi yang ditangkap cuma di ujungnya saja,”

bebernya.

Yuyun pun menyoroti pemeriksaan hukum yang seharusnya tidak berhenti di pintu Bea Cukai. Menurut dia, penelusuran chain of custody (rantai kepemilikan emas) harus diperiksa sejak dari titik nol penambangan.

Seharusnya ditelusuri emasnya dari mana, sumbernya di mana, titik tambangnya di mana, nomor IUP-nya berapa, siapa yang memurnikan, hingga siapa perajinnya. Ini bukan cuma soal pengecekan di pintu ekspor oleh Bea Cukai,”

ujarnya.

Jaringan Internasional dan Modus Penyelundupan

Dia juga katakan keterlibatan jaringan internasional, terutama warga asal India, yang seringkali berperan sebagai pemodal sekaligus penyedia merkuri. Dari penelitiannya, jaringan penyelundup emas India terkenal sangat lihai dengan berbagai modus operandi yang sulit terdeteksi mesin X-ray standar.

Dia mencontohkan, penyelundupan biasa dilakukan di dalam popok bayi atau pembalut wanita agar terlihat seperti gel saat dipindai. Kemudian, emas dibentuk menjadi bagian dari koper atau sembunyi di area perut.

Satu sisi, katanya, ketiadaan aturan ketat dalam tata niaga emas domestik menjadi masalah utama yang memicu praktik tambang emas ilegal subur.

Di Indonesia, setelah produksi emas, bisa jual beli barang itu dengan sangat bebas tanpa verifikasi asal-usul yang memadai.

Yuyun juga mengkritik lemahnya koordinasi antar lembaga meskipun Indonesia sudah meratifikasi Konvensi Minamata untuk menghapus penggunaan merkuri. Praktiknya, di lapangan justru seringkali oknum aparat jadi pelindung. 

Meskipun, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato beberapa kali menyinggung soal penambangan ilegal, dan berkomitmen untuk mengadilinya, tetapi pidato itu bak angin lalu.

Sorotan Terhadap Pengelolaan Barang Bukti

Selain itu, Yuyun mengingatkan kejaksaan transparan dalam mengelola barang bukti emas sitaan. Dia khawatir praktik lelang tertutup, dan menyebabkan barang sitaan tersebut kembali ke tangan pemain yang sama.

Jangan sampai setelah 1-2 tahun disimpan di gudang barang mewah, lalu dilelang, yang beli orang itu-itu lagi. Kita butuh transparansi penuh agar rantai kejahatan ini benar-benar putus,”

tutupnya.
Tag:Bea CukaiEmas IlegalKerusakan LingkunganpenyelundupanTambang Emas Ilegal
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ketua KPK Setyo Budiyanto. (Foto: OWRITE/Rahmat Baihaqi)
Nasional

KPK Telusuri Potensi Korupsi Program Sekolah Rakyat, Pengadaan Jadi Titik Rawan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan pengawasan menyeluruh dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) jadi faktor penting guna pelaksanaan program Sekolah Rakyat.  Ketua…

By
Rahmat
Dusep
3 Min Read
Polri menggerebek kasus Judol jaringan Internasional di sebuah Gedung kawasan Hayam Wuruk. (Sumber: Istimewa)
Megapolitan

Tegang Puluhan Brimob Serbu Gedung Mewah di Hayam Wuruk, Ini yang Ditemukan 

Polri membongkar kasus judi online (judol) jaringan Internasional di sebuah gedung kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Mei 2026 malam. Puluhan anggota Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap…

By
Rahmat
Dusep
1 Min Read
kantor-kpk-owrite-id
Hukum

Warning KPK pada Pelaku Suap Impor Bea Cukai, Pengusaha Rokok Bisa Ikut Dipidana

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut dugaan aliran dana dari para pengusaha rokok dalam kasus korupsi importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). KPK menegaskan…

By
Rahmat
Dusep
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Walhi Ekspose Hasil Monitoring Tumpahan Minyak PT Vale Indonesia. (Sumber: Dok. Walhi)
Nasional

WALHI Ungkap Fakta Mengejutkan di Sulsel, Tumpahan Minyak PT Vale Nyaris 19 Km

Berdasarkan laporan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) pada April 2026, menunjukkan bahwa enam…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Haerul Saleh. (Sumber: Dok. Fraksi Gerindra DPR RI)
Nasional

Profil Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Tewas dalam Kebakaran di Jagakarsa

Kabar duka datang dari salah satu anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
6 jam lalu
Sejumlah peserta mengikuti pelatihan manajemen guru dan kepala Sekolah Rakyat di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Nasional

JPPI Kritik Keras Aturan Baru Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir pada 2026

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menyesalkan adanya Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7…

Ivan OWRITESyifa Fauziah
By
Ivan
Syifa Fauziah
20 jam lalu
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan paparan utama (keynote speech) pada peluncuran buku dan Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) bertajuk Mengawal Mutu Pengawasan Pelayanan Publik di Gedung Ombudsman, Jakarta, Selasa, (9/12/2025)
Nasional

Kabar PPPK Bakal Dirumahkan dan PHK Bikin Geger, Ini Penjelasan Lengkap Menpan-RB 

Pemerintah memastikan, tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap Pegawai Pemerintah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
20 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up