Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Perusahaan Perusak Lingkungan Tak Cukup Disetop, Harus Tanggung Jawab dan Ganti Rugi
Nasional

Perusahaan Perusak Lingkungan Tak Cukup Disetop, Harus Tanggung Jawab dan Ganti Rugi

Syifa FauziahAmin Suciady
Last updated: Desember 16, 2025 5:09 pm
Syifa Fauziah
Amin Suciady
Share
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah (Foto: owrite)
SHARE

Penghentian operasional sejumlah perusahaan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dinilai belum cukup untuk menjawab kerusakan lingkungan dan bencana yang ditimbulkan.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahadiansyah, menegaskan perusahaan yang terbukti merusak lingkungan seharusnya tidak hanya dihentikan kegiatannya, tetapi juga diminta pertanggungjawaban penuh, termasuk kewajiban ganti rugi.

Menurutnya, saat ini terdapat dua pandangan besar dalam menyikapi kasus-kasus pelanggaran lingkungan. Pandangan pertama melihat penghentian operasional sebagai solusi cepat, seolah dengan menghentikan kegiatan, seluruh persoalan bisa dianggap selesai.

Cara yang paling mudah itu menghapus yang sedang berjalan. Operasionalnya disetop, hubungan dihentikan,”

ujar Trubus kepada owrite baru-baru ini. 

Kemudian ada pandangan kedua yaitu, kerusakaan alam yang terjadi di wilayah Sumatera sudah hilang dan tidak perlu dimintai pertanggung jawaban.

Namun, ia menilai pandangan tersebut keliru dan tidak adil, terutama bagi masyarakat yang menanggung dampak langsung kerusakan lingkungan dan bencana alam. Menurutnya, ada pandangan kedua yang jauh lebih ideal, yakni setiap aktivitas masa lalu tetap harus dimintai pertanggungjawaban.

Jejak digital itu ada. Aktivitas yang dulu dilakukan harusnya tetap bertanggung jawab. Idealnya begitu. Tapi siapa yang menentukan? Negara. Kuncinya ada pada political will negara,”

tegasnya.

Trubus menegaskan, bahwa perusahaan-perusahaan yang merusak lingkungan semestinya diwajibkan membayar ganti rugi. Penghentian izin atau operasional bukanlah akhir dari proses hukum dan moral.

Harusnya ganti rugi dong. Ada konsekuensi yang harus mereka tanggung. Semuanya itu harus ada ganti ruginya,”

katanya.

Tanggung Jawab Semua Pihak

Lebih lanjut Trubus mengatakan, permasalahan kerusakan alam ini menjadi tanggung jawab besar bagi semua pihak, mulai dari presiden hingga kepala daerah. 

Pemerintahan itu dari mulai presiden sampai bupati, wali kota. Di tingkat bawah ada camat, ada lurah. Mereka semua punya kewenangan. Siapapun yang punya kewenangan itu harus bertanggung jawab,”

jelasnya.

Ia juga menyinggung peran Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Jika kebijakan tata ruang memberi ruang bagi aktivitas yang merusak lingkungan, maka pejabat yang memiliki kewenangan atas RTRW tersebut juga dapat dimintai pertanggungjawaban.

Namun, Trubus mengakui bahwa persoalan utama di Indonesia adalah lemahnya akuntabilitas. Budaya mempertanggungjawabkan kebijakan masih dianggap sebagai sesuatu yang “tidak elok”, padahal akuntabilitas merupakan inti dari kepemimpinan.

Kalau dapat untung, mau. Kalau tidak dapat untung, ya sudah. Itu logika cost and benefit. Kalau cost-nya terlalu besar, orang bertanya, ‘saya dapat apa?’ Watak manusia memang sering seperti itu,”

tandasnya.
Tag:acehBanjirHeadlinelongsorsumaterasumatera baratSumatera UtaraTrubus Rahadiansyah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pemain Timnas Indonesia
Olahraga

Elkan Baggott Sudah Tiba! Timnas Indonesia Siap Tempur di FIFA Series

Para pemain Timnas Indonesia mulai tiba di hotel tempat tim menginap menjelang ajang FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada 27–30 Maret 2026. Kedatangan para pemain ini diketahui melalui unggahan…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read
Pengunjung melihat gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) saat berwisata di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta
Megapolitan

Libur Lebaran Wisata Jabodetabek Diserbu Pengunjung, Puncak Melonjak 50 Persen

Libur Lebaran dimanfaatkan masyarakat sebagai momentum berharga untuk melepas penat sekaligus mempererat kebersamaan dengan keluarga. Sejumlah destinasi wisata di area Jabodetabek pun dipadati pengunjung yang datang dari berbagai wilayah.  Antusiasme…

By
Iren Natania
Amin Suciady
3 Min Read
Sumber foto: Jasa Marga
Nasional

H+1 Lebaran 2026: Lalu Lintas Jabodetabek-Bandung Melonjak Tajam

Pada H+1 libur Idulfitri 1447H/2026M yang jatuh pada Minggu, 22 Maret 2026, volume kendaraan di sejumlah ruas tol masih menunjukkan peningkatan signifikan. Melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT), pihak…

By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Nasional

(Part II) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Perubahan Pola Pemesanan Di sisi lain, salah satu perusahaan ojek online terbesar…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
6 jam lalu
Acara GoMudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta
Nasional

(Part I) Tarif Meroket, Driver Ojol Nyaris Kolaps “Dicekik” Aplikator, Pemerintah Kemana?

Sejak beberapa minggu terakhir, banyak masyarakat yang mengeluhkan soal susahnya memesan ojek…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
6 jam lalu
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia
Nasional

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, yang dilaksanakan…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
7 jam lalu
Ilustrasi penumpang yang akan berangkat menggunakan kereta
Nasional

Data Terbaru, Kereta Jadi Favorit Pemudik Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat jumlah penumpang…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
10 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up