Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 10 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / Ambisi Dinasti Bekasi Berakhir di Balik Jeruji
Hukum

Ambisi Dinasti Bekasi Berakhir di Balik Jeruji

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 25, 2025 10:29 am
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (kanan) bersama ayahnya H. M. Kunang (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (kanan) bersama ayahnya H. M. Kunang (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). KPK menahan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayah bupati H. M. Kunang, dan pihak swasta Sarjan setelah ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa)
SHARE

Felia Primaresti, Manajer Riset dan Program The Indonesian Institute menyampaikan, bahwa perkara Bupati Bekasi non aktif Ade Kuswara Kunang cs, tentu bukan hanya persoalan hukum individual, tetapi mencerminkan tantangan struktural dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Kasus ini juga mendesak partai politik mereformasi kelembagaan secara internal, terutama aspek rekrutmen dan nominasi kandidat dalam kompetisi politik, agar tetap berlandas prinsip tata kelola yang baik dan demokratis.

Praktik penggunaan jabatan kepala desa sebagai “saluran pengaruh” keluarga menunjukkan konflik kepentingan publik dan kepentingan pribadi atau politik keluarga.

Sistem pemerintahan seharusnya menjamin bahwa jabatan publik tidak dimanfaatkan sebagai alat memperkuat dominasi politik kekeluargaan. Ini menjadi isu klasik dalam birokrasi di tingkat daerah yang butuh reformasi sistemik,”

jelas Felia, Selasa, 23 Desember.
Bulus demi Lulus: Metamorfosis Ijon dalam Siasat Shadow Government Bupati Bekasi

Lemahnya pengawasan internal terhadap hubungan administratif tingkat desa dan kabupaten pun menjadi sorotan.

Mekanisme pengawasan harus diperkuat secara administratif dan legislasi, untuk mencegah penyalahgunaan jabatan atas nama hubungan keluarga.

Kanal partisipasi publik lewat laporan eksternal juga perlu agar pengawasan dilakukan secara menyeluruh dan berbasis bukti, serta proses hukum terhadap para pejabat publik. 

Selain itu, kasus ini juga jadi alarm mendesak bagi partai politik untuk mereformasi lembaganya secara internal.

Aliran uang dalam bentuk ‘ijon’ mengindikasikan lemahnya transparansi dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. Beragam kasus korupsi yang ada menunjukkan bahwa reformasi harus dilakukan pada tata kelola pengadaan, termasuk mekanisme tender dan pemberian persetujuan anggaran agar informasi setiap tahapan bisa diakses publik,” 

tutur Felia.

Perkara ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk memperbaiki kelembagaan tata kelola pemerintahan lokal, bukan sekadar menyelesaikan masalah hukum individu.

Reformasi kebijakan yang tegas diperlukan agar birokrasi benar-benar melayani rakyat, bukan kepentingan kroni atau keluarga,”

lanjut dia.

Berbeda dengan suap konvensional (uang diberikan setelah proyek dimenangkan sebagai tanda terima kasih), ijon adalah suap prabayar dengan filosofi “ada uang, ada proyek”.

Waktu transaksi bisa dilakukan sebelum lelang digelar atau bahkan sebelum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah diketok, yang bertujuan “membeli” kepastian kemenangan tender di masa depan.

Kasus Ade menjadi peringatan keras bahwa tanpa integritas pribadi yang kuat, seorang pemimpin muda hanya bakal menjadi perpanjangan tangan dari kepentingan oligarki lama—dalam hal ini, oligarki yang dibangun oleh ayahnya sendiri.

Mereka bukan berbagi panggung kampanye atau kursi kekuasaan, melainkan mengenakan rompi oranye dan sel tahanan di Gedung Merah Putih.

Ambisi membangun dinasti kekuasaan di Bekasi justru berakhir dengan catatan kelam sejarah: bupati dan ayahnya ditangkap bersamaan lantaran merampok uang rakyat sebelum proyek dimulai. Praktik ijon dalam pemerintahan juga pernah terjadi beberapa kali.

Satu, terjadi pada tahun 2022, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud yang meminta uang kepada pemilik pekerjaan proyek. Permintaan secara langsung kepada para kontraktor maupun melalui pihak-pihak tertentu pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dua, Yana Mulyana, pada 2023 dia menjabat sebagai Wali Kota Bandung. Konteks perkara ialah proyek Bandung Smart City dalam pengadaan CCTV dan ISP.

Yana menerima suap (termasuk fasilitas jalan-jalan ke Thailand) dari vendor PT CIFO dan PT SMA sebelum pengadaan kamera pengawas dan jasa internet untuk tahun anggaran baru dijalankan.

Modusnya lebih canggih, yakni dengan “kunci spesifikasi” (vendor cock-in). Spesifikasi teknis CCTV dibuat sedemikian rupa sehingga hanya barang milik penyuap yang dianggap mampu memenuhi syarat lelang.

Tiga, Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak. Terjadi pada 2023 dan diduga korupsi infrastruktur di Papua Pegunungan. Ini adalah contoh ijon paling ekstrem secara nilai: Berdasarkan hasil pengembangan perkara, KPK menyita uang dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang mencapai Rp 210 miliar.

Para kontraktor memberikan uang muka agar memonopoli proyek. Selama ia menjabat, proyek-proyek besar di sana sudah “dikavling” oleh penyetor ijon, menutup peluang kontraktor lain bersaing.

Empat, Kasus Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminuddin, pada 2021. Mereka membangun dinasti politik suami-istri yang hobi jual-beli jabatan. Bukan proyek fisik, melainkan posisi Penjabat Kepala Desa yang di-ijon.

Para calon Penjabat dimintai upeti Rp 20 juta per orang, ditambah setoran tanah kas desa Rp 5 juta per hektare, sebelum Surat Keputusan ditandatangani. Ini menunjukkan ijon bisa berlaku pada kebijakan, bukan hanya barang.

Metamorfosis ijon ini masih ada. Bergeser dari lumbung padi ke meja kepala daerah. Bagi kontraktor, ketidakpastian adalah musuh.

Mereka rela bayar mahal di depan asal dijamin menang 100 persen, mereka ogah ikut tender jujur yang hasilnya tidak pasti. Ini yang menyebabkan ijon tetap subur meski pelelangan kini bisa dilakukan secara digital.

Tag:Ade kuswaraBupati BekasiKorupsiKPKSpillsuap
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Nasdem Buka Suara soal Edison yang Diciduk KPK: Bukan Kader, Hanya Kandidat Usungan
By Hardani Triyoga
Bupati Muara Enim Edison.
1
DPR Ketok Palu UU Polri Baru, Ini Poin-poin Penting yang Berubah
By Rika Pangesti
Paripurna DPR sahkan RUU Polri menjadi UU.
2
Investor MBG Mulai Berontak, Program Andalan Prabowo Diterpa Gelombang Protes
By Rahmat Tunny
Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tubo, Ternate, Maluku Utara, Senin (8/6/2026).
3
Polri Geledah Kantor Wika, Usut ‘Manisnya’ Proyek Pabrik Gula Assembagoes
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi pencatatan keuangan.
4
Skandal Umrah Hanania: Uang Jemaah Buat Bayar Selebgram, Polisi Periksa Keanu Angelo
By Rahmat Baihaqi
Petugas merapikan barang bukti kasus penipuan perjalanan umrah Hanania Group saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Bupati Muara Enim Edison (kedua kanan) berjalan dengan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Hukum

Mirip Komisi Sales, KPK Bongkar Persenan Suap Bupati Muara Enim Sebelum ‘Pindah Tidur’ ke Rutan

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Muara Enim Edison usai…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
8 jam lalu
Mama Sinta berorasi di Jakarta.
Hukum

Polda Metro Mulai Verifikasi Bukti ‘Pesta Babi’, Mama Sinta Belum Bakal Diperiksa

Penyelidikan dugaan eksploitasi dalam film dokumenter Pesta Babi yang dilaporkan oleh tokoh…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
9 jam lalu
Sejumlah truk pengangkut tebu antri sebelum proses giling di Pabrik Gula Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (9/6/2016).
Hukum

Main ke Kantor Wika Usut Kasus PG Assembagoes, Polisi Pulang Tenteng Koper Barang Bukti

Kortastipidkor Polri rampung menggeledah kantor PT Wijaya Karya (Wika) di Jakarta Timur…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
10 jam lalu
Bupati Muara Enim Edison (tengah) dikawal petugas setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Hukum

Kasus Bupati Muara Enim: Mirip Warung Makan, Modus Buka-Tutup Rekening OB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti berupa uang asing dengan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up