Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 8 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Wacana Jembatan Melaka–Riau, Antara Integrasi Ekonomi dan Risiko Eksploitasi
Nasional

Wacana Jembatan Melaka–Riau, Antara Integrasi Ekonomi dan Risiko Eksploitasi

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 25, 2025 5:02 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
8 bulan lalu
Share
(Gambar ilustrasi) Sejumlah pekerja menyelesaikan pengecatan pagar pengaman Jembatan Teluk Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara
(Gambar ilustrasi) Sejumlah pekerja menyelesaikan pengecatan pagar pengaman Jembatan Teluk Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara (ANTARA FOTO/Andry Denisah/bar).
SHARE

Pemerintah negara bagian Melaka, Malaysia berencana membangun jembatan yang menghubungkan wilayahnya dengan Provinsi Riau, Indonesia. Jembatan ini akan dibangun sepanjang lebih dari 47 kilometer (km).

Pengamat infrastruktur dan tata kota, Yayat Supriatna, menilai rencana pembangunan ini bukanlah baru. Menurutnya, ide pembangunan jembatan sudah ada sejak masa Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, dan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Rencana pembangunan jembatan ini sebetulnya sudah lama ada sejak zamannya Pak SBY. Bahkan di zamannya Pak Habibie juga pernah ada ide untuk mengintegrasikan pembangunan antara wilayah Melaka dengan wilayah Kepulauan Riau,”

kata Yayat kepada owrite Kamis, 25 Desember 2025.

Belum terealisasinya pembangunan jembatan saat itu, sambungnya, lantaran ada perdebatan antara manfaat dan risiko. Dikhawatirkan akan terjadi eksploitasi sumber daya alam. 

Contohnya begini, perkebunan sawitnya dibangun di Indonesia, Kepulauan Riau atau di Riau lah, kemudian pabriknya ada di Malaysia. Artinya kita enggak mendapatkan apa-apa dengan hilirisasi yang terjadi di wilayah Malaysia gitu,”

jelasnya.

Namun demikian, Yayat menilai perlu menjadi perhatian adanya kepentingan dibalik rencana pembangunan jembatan Melaka hingga Riau, yang dicanangkan oleh Malaysia.

Tapi kalau melihat rencana ini menjadi bagian dari skenario apa ya, kepentingan Malaysia. Tentu ini juga perlu dicatat ada apa dibalik rencana ini,”

ujarnya.

Ia mengatakan, rencana pembangunan jembatan tidak bisa dilepaskan dari kepentingan geopolitik dan ekonomi regional. Karena bila jembatan ini dibangun, maka akan tersambung dari Indonesia ke Malaysia, dan terhubung ke Thailand, Vietnam hingga China. Sehingga jalur tersebut akan menjadi bagian dari koridor darat perdagangan Asia.

Ini memang bagian dari sabuk ekonomi Cina kalau dilihat dari pola arah perdagangan. Jadi memang di satu sisi akan merubah ya konsep perdagangan dari berbasis laut, kemudian berubah ke wilayah daratan,”

katanya.

Siapa Diuntungkan?

Yayat mengatakan, penting dilihat siapa yang akan lebih diuntungkan dengan adanya jembatan ini, apakah Malaysia atau justru Indonesia. Hal ini sejalan dengan belum terealisasikannya rencana ini sejak dulu.

Dia menekankan, Indonesia perlu berhati-hati karena Malaysia dinilai lebih siap dari sisi industri, hilirisasi, dan permodalan. Sedangkan Indonesia masih bertumpu pada pengembangan sumber daya alam.

Memang ada kecenderungan jembatan ini akan cenderung membuat Malaysia lebih diuntungkan, karena mereka sudah lebih maju dari sistem hilirisasinya, industrinya, pemodalannya. Sementara di kita itu cenderung lebih banyak pada potensi pengembangan sumber daya alam,”

tuturnya.

Yayat mengingatkan, potensi dampak lanjutan seperti perubahan bentang wilayah, perluasan perkebunan sawit di Sumatera, meningkatnya migrasi penduduk, hingga risiko penyelundupan.

Tapi menurut saya ini kan gagasan yang mungkin harus kita matangkan kembali, yang perlu kita lihat sejauh mana sebetulnya nilai manfaat dari sisi kedua belah pihak,”

ujarnya.

Jangan sampai jembatan ini juga membuat potensi migrasi penduduknya tinggi, penyelundupan meningkat. Tapi nilai manfaat lain adalah, kalau misalnya ini bisa mengurangi biaya logistik akan punya manfaat besar ke depannya,”

sambungnya.

Adapun melansir Free Malaysia Today, Ketua Menteri Melaka Ab Rauf Yusoh pada pekan lalu mengatakan bahwa jembatan sepanjang 47 km akan menghubungkan Pantai Pengkalan Balak di Masjid Tanah, Malaka, ke Indonesia

Studi tentang proyek yang diusulkan akan dimulai pada Januari, dengan pemerintah negara bagian menganggarkan RM500.000 (asumsi Rp2 miliar), untuk perusahaan konsultan guna meneliti aspek teknis, ekonomi, dan logistik dari proposal tersebut.

Diungkapkan Rauf, jembatan tersebut akan memiliki dampak positif yang kuat bagi ekonomi Melaka. Menurutnya, akan ada konversi lahan seluas 5.000 hektar lahan di Masjid Tanah menjadi kawasan industri baru.

Tag:editoralindonesiajembatanmalaysiamelakariauyayat supriyatna
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
1
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
2
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
3
Bintang Jatuh di Denpasar: Klub Five Stars Digerebek Bareskrim, 53 Orang Ditangkap
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi penggerebekan klub malam oleh polisi.
4
Utang Whoosh Diambil Kemenkeu, Purbaya Beberkan Caranya dan Klaim Tak Bebani APBN
By Anisa Aulia
Kereta Cepat Whoosh
5

BERITA LAINNYA

Prabowo Pidato di peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Nasional

Prabowo Klaim Dua Tahun Pemerintahannya Berbuah Hasil: Rapor Kita Oke

Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimistis dengan capaian pemerintahannya setelah hampir dua tahun…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Nasional

BGN Pastikan Bakal Buka Dapur MBG Baru Lagi, Tapi Cuma di Daerah Ini…

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono mulai membuka kembali operasional Satuan Pelayanan…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
4 jam lalu
Prabowo Pidato di peluncuran buku 10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia. (Sumber: Owrite/Natania Longdong)
Nasional

Prabowo Guyon ke Kepala BGN: Baru Seminggu, Rambut Putih Sudah Nambah

Presiden Prabowo Subianto menyapa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat menghadiri…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
4 jam lalu
BPJS Kesehatan
Nasional

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam Belum Dapat Kamar, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan memberi tanggapan terkait kasus pasien peserta JKN yang mengeluhkan belum…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up