Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 19 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ekonomi RI 2026 di Persimpangan, Optimisme Pemerintah vs Realitas Mesin Pertumbuhan
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 2026 di Persimpangan, Optimisme Pemerintah vs Realitas Mesin Pertumbuhan

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 6, 2026 12:39 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
7 bulan lalu
Share
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
SHARE

Pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan mencapai angka 5,4 persen pada 2026. Dari sisi inflasi, pemerintah menargetkan ada di kisaran 2,2 persen hingga 2,6 persen.

Daftar isi Konten
  • Target Pertumbuhan Diragukan Ekonom
  • Peran Negara Jadi Penentu
  • Inflasi Diprediksi Meleset dari Target
  • Geopolitik Bayangi Target Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri meyakini perekonomian nasional di tahun 2026 bisa tumbuh 5,4 persen, bahkan mencapai angka 6 persen. Meskipun, data terakhir menunjukkan bahwa ekonomi RI kuartal III-2025 hanya tumbuh 5,04 persen secara tahunan, atau melambat dibandingkan kuartal II-2025 yang mencapai 5,12 persen.

Purbaya mengklaim, keyakinannya ini didasarkan karena mesin ekonomi fiskal sudah mulai berjalan, seiring dengan kebijakan moneter dan fiskal yang semakin sinkron.

Saya kan sedang hidupkan semua mesin ekonomi fiskal, sudah mulai jalan moneter sudah semakin sinkron, iklim investasi akan diperbaiki. Saya tetap melihat 6 persen bukan angka yang mustahil untuk tahun 2026, walaupun asumsi kita di 5,4 persen,”

ujar Purbaya dikutip Selasa, 6 Januari 2026.

Target Pertumbuhan Diragukan Ekonom

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet mengatakan, secara realistis untuk mencapai target pertumbuhan 5,4 persen bahkan 6 persen pada 2026 berat dicapai.

Kalau kita bicara realistis, ruang untuk mencapai pertumbuhan 5,4 persen apalagi 6 persen pada 2026 itu cukup sempit. Bukan berarti mustahil, tapi prasyaratnya berat,”

ujar Yusuf kepada owrite.

Beban berat mencapai target itu jelas Yusuf dipengaruhi beberapa faktor, yakni mesin utama pertumbuhan ekonomi RI masih belum pulih, upah rendah, masyarakat tahan belanja, hingga kredit dan investasi masih terkonsentrasi di korporasi besar.

Mesin pertumbuhan utama kita terutama konsumsi rumah tangga belum sepenuhnya pulih. Upah riil masih tertekan, kelas menengah cenderung menahan belanja, sementara kredit dan investasi masih terkonsentrasi di korporasi besar. Jadi tanpa akselerasi signifikan dari sisi konsumsi dan investasi swasta, target setinggi itu akan sulit dicapai,”

tegasnya.

Peran Negara Jadi Penentu

Yusuf menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026 masih sangat bergantung dari peran negara. Pertama, kebijakan fiskal yang ekspansif akan menjadi penopang utama permintaan domestik.

Kedua dari sisi moneter, meskipun ruang pelonggaran terbatas dukungan likuiditas perbankan misalnya melalui penempatan dana pemerintah, tetap membantu menjaga aliran kredit. Ketiga, investasi pemerintah yang diarahkan untuk integrasi sektor pertanian, manufaktur, dan jasa cukup penting untuk menopang transformasi ekonomi jangka menengah.

Masalahnya, dorongan ini belum sepenuhnya diimbangi oleh konsumsi rumah tangga yang kuat dan investasi swasta yang merata,”

ucapnya.

Inflasi Diprediksi Meleset dari Target

Sedangkan dari sisi inflasi, Yusuf menilai bahwa pada 2026 inflasi akan melewati batas target yang ditetapkan sebesar 2,2-2,6 persen. Dia memproyeksikan, inflasi 2026 akan ada di kisaran 2,7-3,7 persen.

Soal inflasi 2026, saya melihat risikonya cenderung ke atas. Target pemerintah di kisaran 2,2–2,6 persen memang ideal, tapi tidak mudah dicapai,”

terangnya.

Yusuf mengungkapkan, tantangan menjaga inflasi agar tetap terjaga dalam sasaran target 2026. Menurutnya, tekanan akan datang dari kenaikan biaya produksi manufaktur, ketidakpastian pasokan pangan akibat faktor cuaca, serta gejolak harga pangan global.

Inflasi pangan bergejolak masih relatif tinggi, dan ini seringkali sulit dikendalikan dalam waktu singkat. Jadi peluang inflasi menembus batas atas target itu cukup terbuka,”

terangnya.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara month to month (mtm), dan 2,92 persen secara year on year (yoy). Target inflasi Indonesia sendiri pada 2025 berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Geopolitik Bayangi Target Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Yusuf melanjutkan, kondisi geopolitik yang saat ini tengah bergejolak akan memberikan dampak signifikan ke pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional.

Terkait kondisi geopolitik global, dampaknya signifikan baik ke pertumbuhan maupun inflasi,”

ucap Yusuf.

Dia menyebut, penerapan penuh tarif resiprokal oleh Amerika Serikat (AS), dan meningkatnya ketegangan global sudah menekan ekspor Indonesia, terutama ke pasar AS. Hal itu katanya, berdampak terhadap kinerja industri dan investasi, termasuk turunnya minat investor asing.

Di sisi lain, pelemahan harga komoditas energi memangkas surplus perdagangan, sementara banjir impor murah, terutama dari China, berpotensi menekan industri domestik dan sekaligus membawa risiko inflasi impor,”

kata Yusuf.

Adapun dalam Buku II Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, target ekonomi 5,4 persen dibidik karena berpijak pada stabilitas ekonomi domestik, capaian pembangunan nasional tahun berjalan, serta strategi ekonomi dan fiskal tahun 2026.

Maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 ditargetkan akan mencapai 5,4 persen. Akselerasi pertumbuhan ekonomi terus diarahkan supaya lebih inklusif melalui pencapaian sasaran dan target indikator pembangunan,”

tulis dokumen itu.

Sementara itu, dalam buku tersebut target inflasi sudah 2026 sudah ditargetkan dalam angka 2,2 persen hingga 2,6 persen. Sedangkan Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi akan ada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen, dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya,”

ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Tag:HeadlineinflasiInvestasiKonsumsi Rumah TanggaPertumbuhan EkonomiPurbayaSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
Apa Itu Kartu Kredit Indonesia yang Baru Diluncurkan BI? Begini Cara Pakainya!
By Ani Ratnasari
Gambar ilustrasi Kartu Kredit Indonesia (KKI)
5

BERITA LAINNYA

Helikopter Presiden Prabowo di Kawasan Istana Negara IKN (sumber: Instagram @basukihadimuljono)
Ekonomi Bisnis

Nasib Warisan Jokowi, Prabowo Cuma Kasih Anggaran IKN Rp6,7 Triliun pada 2027

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran untuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
10 jam lalu
Petugas kebersihan membersihkan kaca ruang Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor BGN Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/wsj)
Ekonomi Bisnis

10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama Disusul Kemenhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
11 jam lalu
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Airlangga Buka-bukaan Soal Insentif 1 Juta Motor Listrik, Begini Perkembangan Barunya

Presiden Prabowo Subianto akan memberikan insentif kepada perusahaan yang mampu memproduksi 1…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
11 jam lalu
Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)
Ekonomi Bisnis

APNI Klaim Bursa Mineral Bisa Persempit Praktik Underinvoicing Sektor Pertambangan

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up