Nama artis cantik Aurelie Moeremans belakangan menjadi perbincangan publik, setelah merilis buku berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.
Buku tersebut menceritakan pengalaman pahitnya menjadi korban child grooming di masa lalu.
Ia juga mengisahkan tekanan psikologis dan emosional yang dialaminya karena menjadi korban grooming.
Child grooming sendiri sebenarnya bukan istilah baru. Child grooming merupakan istilah bagi anak di bawah umur mengalami pelecehan seksual dan eksploitasi.
Nah, kali ini owrite akan merangkum tentang pengertian, tanda-tanda, dan cara menghindari child grooming.
Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Selasa 13 Januari 2026.
Pengertian Child Grooming
Child grooming adalah strategi manipulatif di mana pelaku berupaya membangun hubungan kedekatan, kepercayaan, dan kontrol atas anak atau remaja untuk tujuan eksploitasi seksual atau bentuk eksploitasi lain di kemudian hari.
Pelaku biasanya menggunakan pendekatan yang halus dan ramah, sehingga korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi.
Proses ini sering terjadi secara bertahap dan sembunyi-sembunyi, membuat keluarga dan korban sendiri sulit menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
Cara pelaku melakukan child grooming
Child grooming sendiri tentu dilakukan oleh orang yang sudah dekat dengan korban dan juga keluarganya.
Tindakan ini dilakukan tanpa adanya kekerasan sehingga anak tidak sadar dirinya sedang dalam hubungan yang berbahaya.
Biasanya mereka mulai dari mengajak berkomunikasi secara intens hingga memberi kenyamanan kepada korban.
Setelah korban percaya dan menyebabkan pelaku mulai mencoba menciptakan rasa rahasia antara korban, serta mengisolasi korban dari keluarga atau teman dekat.
Tanda-tanda Child Grooming
Beberapa tanda bisa dilihat ketika seorang anak menjadi korban child grooming antara lain:
- Adanya perubahan perilaku pada anak, biasanya dia merasa cemas, tertutup, hingga depresi tanpa alasan jelas.
- Tiba-tiba anak memilki barang-barang mewah atau uang yang banyak.
- Terkadang juga anak mengalami penurunan prestasi di sekolah atau sering bolos ke sekolah.
Dampak Child Grooming pada Anak
Korban yang mengalami child grooming tentu mengalami beberapa dampak negatif, seperti:
- Anak mengalami trauma psikologis, muncul rasa cemas, depresi, atau PTSD
- Sulit percaya dengan orang lain hingga sulit membangun hubungan di masa depan
- Memiliki kecendrungan menuakiti diri sendiri hingga mencoba bunuh diri
- Dinpandang buruk oleh masyarakat atau teman sebaya
- Anak akan mengalami kebingungan tentang identitas seksual mereka dan merasa malu atau bersalah tentang apa yang terjadi.
Langah pencegahan Child Grooming
Untuk mencegah child grooming, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:
- Memberi edukasi sejak dini. Orang tua perlu memberikan pemahaman kepada anak tentang batasan tubuh dan perilaku yang tidak pantas
- Mengajarkan anak untuk terbuk dan berbicara tentang pengalaman atau perasaan mereka tanpa rasa takut
- Orang tua harus memantau penggunaan media sosial anak
- Mengajarkan anak untuk mengenali tanda-tanda perilaku mencurigakan dari orang dewasa.
- Jika sudah ada kecurigaan, segera melapor kepada pihak berwenang atau lembaga terkait.
