Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyidak pool taksi Green SM di Bekasi, Jawa Barat Selasa 28 April 2026 malam. Sidak tersebut melanjuti keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan maut Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan mengatakan pihaknya meminta klarifikasi penerapan Sistem Manajeman Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) dalam rangka keselamatan berkendara.
Dalam penyelenggaraan angkutan umum ada beberapa elemen yang harus dilakukan sesuai dengan SMK PAU. Sidak kami lakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan tersebut dijalankan, mulai dari pre-trip inspection hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi,”
ujar Aan melalui keterangannya, Kamis, 30 April 2026.
Aan mengatakan dalam inspeksi dadakan itu, pihaknya berfokus pada pemeriksaan kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta elemen-elemen keselamatan lainnya.
Kami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum, termasuk Green SM, telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut,”
kata dia.
Aan bilang, kegiatan sidak akan dilanjutkan di pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta, pada hari berikutnya untuk memperoleh kesimpulan menyeluruh.
Nantinya Kemenhub bakal berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan KNKT terkait dugaan keterlibatan kendaraan dalam peristiwa kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek.



