Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 10 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hukum / Kritik Penanganan Bencana Dibalas Teror, Aktivis Greenpeace dan Konten Kreator Lapor Polisi
Hukum

Kritik Penanganan Bencana Dibalas Teror, Aktivis Greenpeace dan Konten Kreator Lapor Polisi

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Januari 15, 2026 10:24 am
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
Share
Aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik melaporkan kasus teror yang dialaminya ke Polri
Aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik melaporkan kasus teror yang dialaminya ke Polri. (Foto: istimewa)
SHARE

Aktivis Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, dan konten kreator Yansen alias Piteng, melaporkan kasus teror yang dialaminya ke Bareskrim Mabes Polri, Rabu, 14 Januari 2026.

Mereka melaporkan kasus teror tersebut setelah sebelumnya mereka mengkritik pemerintah soal penanganan banjir di Aceh dan Sumatera.

Laporan tersebut telah teregister dengen nomor LP/B/20/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI dan LP/B/19/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Yansen menceritakan teror pertama kali diterimanya pada 20 Desember 2025. Seseorang yang tak dikenal meminta dirinya untuk menghapus konten mengkritisi penanganan bencana di Aceh dan Sumatera.

Konten yang dimaksud pemerintah dianggapnya lamban saat menangani bencana itu sekaligus membela warga yang dituding melakukan penjarahan.

Konten-konten yang saya ajukan itu adalah satu, saya tidak menyerang pemerintah tentunya ya. Saya bukan hanya cuma menyerang itu. Tapi saya mengkritisi, mengapa penanganan di Sumatera itu terkesan ditutup-tutupi dan mengapa penanganannya lambat? Itu yang saya kritisi, saya bukan menyerang, menghina, atau seperti apa,”

cerita Yansen di Mabes Polri, Rabu, 14 Januari 2026.

Meski sudah tegas menolak menghapus konten yang diminta, berbagai teror yang diterimanya justru semakin menjadi. Contohnya, pembajakan nomor handphone YANG dialami ibu dan adiknya. Nomor tersebut malah dipakai peneror melakukan pengancaman terhadap Yansen.

Tak sampai disitu, peneror bahkan menyebarluaskan data pribadi keluarganya seperti alamat dan foto ibunya yang diedit seolah pelaku kriminal.

Sementara adiknya, dibuatkan sebuah gambar dengan teknologi AI kemudian disebar ke grup sekolah dan kampus.

Dan dia menghancam saya, ‘karena lo nggak mau hapus, gue sebarin’. Dan itu disebarin sama dia di grup-grup sekolah, grup-grup segala macam,”

beber dia.

Hal serupa juga dirasakan Iqbal Damanik yang mendapat teror berkali-kali. Teror pertama terjadi 20 Desember 2025, banyak akun-akun tidak jelas menyerang dirinya dengan mengirim pesan bernada intimidasi, hingga kepala hewan di akun media sosialnya.

Puncaknya, aktivis Greenpeace itu diteror kepala bangkai ayam disertai pesan ‘menjaga ucapan’ di kediamannya.

Jadi memang pesan ini secara jelas diberikan kepada saya untuk berhenti melakukan kritik-kritik, terutama untuk bencana Sumatera dan lingkungan hidup di Indonesia. Kapan terjadinya itu? Itu sekitar tanggal 20-an Desember 2025,”

ujar Iqbal.

Terakhir adalah yang pengiriman bangkai ayam ke rumah. Itu sekitar 30 Desember 2025, serangkaian dengan DJ Joni dan Sherly,”

Iqbal menambahkan.

Iqbal tidak gentar meski teror ikut menyerang keluarganya juga. Dia menegaskan akan terus bersuara, menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana dan lingkungan justru bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan keselamatan warga.

Jadi kita tetap harus bersuara. Dan ini pesan kepada seluruh masyarakat sipil, dan kepada para advancer, bahkan kepada masyarakat siapapun yang tetap bersuara. Kita harus tetap bersuara, karena negara menjamin melindungi kebebasan berpendapat di Indonesia,”

tegasnya.

Teror yang Terus Berulang

Sementara itu Anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) yang mendampingi pelaporn, Alif Fauzi Nurwidiastomo, mengatakan ancaman yang dialami kliennya tidak lain karena mereka keras menyuarakan kritik kepada pemerintah soal penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh-Sumatera pada akhir tahu lalu. Mereka kerap mendapat intimidasi dan teror dari orang tak dikenal.

Menurut Alif, pola teror yang dialami mereka sudah sering terjadi, berulang, dan terstruktur. Sebetulnya, aksi teror ini sudah sering dijumpai terhadap mereka yang kritis bersuara, seperti halnya yang pernah dialami wartawan Tempo.

Di mulai dari teror yang dialami oleh kawan-kawan Tempo dan polanya sama. Sama-sama bangkai yang dikirimkan,”

katanya.

Koordinator Advokasi LBH Pers, Gema Gita Persada menduga kuat intimidasi yang dialami Yansen dan Iqbal ada motif politis, sebab mereka kerap mengkritisi pelabagai kebijakan pemerintah dan terakhir kali mengenai banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera.

Klien kami atas nama Yansen disini kerap menyuarakan suara-suara kritisnya terkait dengan pengelenggaran negara, khususnya dalam beberapa waktu kebelakang terkait dengan isu-isu Sumatera,”

bilang dia

Dan kemudian klien satu lagi, Mas Iqbal, sebagai aktivis lingkungan yang kemudian juga memberikan pandangan-pandangan kritisnya sesuai dengan kapasitasnya sebagai aktivis lingkungan, menanggapi beberapa isu-isu di Sumatera juga, kemudian mendapatkan ancaman yang serupa,”

Gema menambahkan.
Tag:greenpeacekonten kreatorTeror
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Nasdem Buka Suara soal Edison yang Diciduk KPK: Bukan Kader, Hanya Kandidat Usungan
By Hardani Triyoga
Bupati Muara Enim Edison.
1
DPR Ketok Palu UU Polri Baru, Ini Poin-poin Penting yang Berubah
By Rika Pangesti
Paripurna DPR sahkan RUU Polri menjadi UU.
2
Investor MBG Mulai Berontak, Program Andalan Prabowo Diterpa Gelombang Protes
By Rahmat Tunny
Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tubo, Ternate, Maluku Utara, Senin (8/6/2026).
3
Polri Geledah Kantor Wika, Usut ‘Manisnya’ Proyek Pabrik Gula Assembagoes
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi pencatatan keuangan.
4
Skandal Umrah Hanania: Uang Jemaah Buat Bayar Selebgram, Polisi Periksa Keanu Angelo
By Rahmat Baihaqi
Petugas merapikan barang bukti kasus penipuan perjalanan umrah Hanania Group saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Bupati Muara Enim Edison (kedua kanan) berjalan dengan mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Hukum

Mirip Komisi Sales, KPK Bongkar Persenan Suap Bupati Muara Enim Sebelum ‘Pindah Tidur’ ke Rutan

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Muara Enim Edison usai…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
8 jam lalu
Mama Sinta berorasi di Jakarta.
Hukum

Polda Metro Mulai Verifikasi Bukti ‘Pesta Babi’, Mama Sinta Belum Bakal Diperiksa

Penyelidikan dugaan eksploitasi dalam film dokumenter Pesta Babi yang dilaporkan oleh tokoh…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
9 jam lalu
Sejumlah truk pengangkut tebu antri sebelum proses giling di Pabrik Gula Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (9/6/2016).
Hukum

Main ke Kantor Wika Usut Kasus PG Assembagoes, Polisi Pulang Tenteng Koper Barang Bukti

Kortastipidkor Polri rampung menggeledah kantor PT Wijaya Karya (Wika) di Jakarta Timur…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
10 jam lalu
Bupati Muara Enim Edison (tengah) dikawal petugas setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Hukum

Kasus Bupati Muara Enim: Mirip Warung Makan, Modus Buka-Tutup Rekening OB

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti berupa uang asing dengan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up