Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 25 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kritik Penanganan Bencana Dibalas Teror, Aktivis Greenpeace dan Konten Kreator Lapor Polisi
Hukum

Kritik Penanganan Bencana Dibalas Teror, Aktivis Greenpeace dan Konten Kreator Lapor Polisi

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
Last updated: Januari 15, 2026 10:24 am
Rahmat
Amin Suciady
Share
Aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik melaporkan kasus teror yang dialaminya ke Polri
Aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik melaporkan kasus teror yang dialaminya ke Polri. (Foto: istimewa)
SHARE

Aktivis Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, dan konten kreator Yansen alias Piteng, melaporkan kasus teror yang dialaminya ke Bareskrim Mabes Polri, Rabu, 14 Januari 2026.

Mereka melaporkan kasus teror tersebut setelah sebelumnya mereka mengkritik pemerintah soal penanganan banjir di Aceh dan Sumatera.

Laporan tersebut telah teregister dengen nomor LP/B/20/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI dan LP/B/19/I/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Yansen menceritakan teror pertama kali diterimanya pada 20 Desember 2025. Seseorang yang tak dikenal meminta dirinya untuk menghapus konten mengkritisi penanganan bencana di Aceh dan Sumatera.

Konten yang dimaksud pemerintah dianggapnya lamban saat menangani bencana itu sekaligus membela warga yang dituding melakukan penjarahan.

Konten-konten yang saya ajukan itu adalah satu, saya tidak menyerang pemerintah tentunya ya. Saya bukan hanya cuma menyerang itu. Tapi saya mengkritisi, mengapa penanganan di Sumatera itu terkesan ditutup-tutupi dan mengapa penanganannya lambat? Itu yang saya kritisi, saya bukan menyerang, menghina, atau seperti apa,”

cerita Yansen di Mabes Polri, Rabu, 14 Januari 2026.

Meski sudah tegas menolak menghapus konten yang diminta, berbagai teror yang diterimanya justru semakin menjadi. Contohnya, pembajakan nomor handphone YANG dialami ibu dan adiknya. Nomor tersebut malah dipakai peneror melakukan pengancaman terhadap Yansen.

Tak sampai disitu, peneror bahkan menyebarluaskan data pribadi keluarganya seperti alamat dan foto ibunya yang diedit seolah pelaku kriminal.

Sementara adiknya, dibuatkan sebuah gambar dengan teknologi AI kemudian disebar ke grup sekolah dan kampus.

Dan dia menghancam saya, ‘karena lo nggak mau hapus, gue sebarin’. Dan itu disebarin sama dia di grup-grup sekolah, grup-grup segala macam,”

beber dia.

Hal serupa juga dirasakan Iqbal Damanik yang mendapat teror berkali-kali. Teror pertama terjadi 20 Desember 2025, banyak akun-akun tidak jelas menyerang dirinya dengan mengirim pesan bernada intimidasi, hingga kepala hewan di akun media sosialnya.

Puncaknya, aktivis Greenpeace itu diteror kepala bangkai ayam disertai pesan ‘menjaga ucapan’ di kediamannya.

Jadi memang pesan ini secara jelas diberikan kepada saya untuk berhenti melakukan kritik-kritik, terutama untuk bencana Sumatera dan lingkungan hidup di Indonesia. Kapan terjadinya itu? Itu sekitar tanggal 20-an Desember 2025,”

ujar Iqbal.

Terakhir adalah yang pengiriman bangkai ayam ke rumah. Itu sekitar 30 Desember 2025, serangkaian dengan DJ Joni dan Sherly,”

Iqbal menambahkan.

Iqbal tidak gentar meski teror ikut menyerang keluarganya juga. Dia menegaskan akan terus bersuara, menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana dan lingkungan justru bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan keselamatan warga.

Jadi kita tetap harus bersuara. Dan ini pesan kepada seluruh masyarakat sipil, dan kepada para advancer, bahkan kepada masyarakat siapapun yang tetap bersuara. Kita harus tetap bersuara, karena negara menjamin melindungi kebebasan berpendapat di Indonesia,”

tegasnya.

Teror yang Terus Berulang

Sementara itu Anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) yang mendampingi pelaporn, Alif Fauzi Nurwidiastomo, mengatakan ancaman yang dialami kliennya tidak lain karena mereka keras menyuarakan kritik kepada pemerintah soal penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh-Sumatera pada akhir tahu lalu. Mereka kerap mendapat intimidasi dan teror dari orang tak dikenal.

Menurut Alif, pola teror yang dialami mereka sudah sering terjadi, berulang, dan terstruktur. Sebetulnya, aksi teror ini sudah sering dijumpai terhadap mereka yang kritis bersuara, seperti halnya yang pernah dialami wartawan Tempo.

Di mulai dari teror yang dialami oleh kawan-kawan Tempo dan polanya sama. Sama-sama bangkai yang dikirimkan,”

katanya.

Koordinator Advokasi LBH Pers, Gema Gita Persada menduga kuat intimidasi yang dialami Yansen dan Iqbal ada motif politis, sebab mereka kerap mengkritisi pelabagai kebijakan pemerintah dan terakhir kali mengenai banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera.

Klien kami atas nama Yansen disini kerap menyuarakan suara-suara kritisnya terkait dengan pengelenggaran negara, khususnya dalam beberapa waktu kebelakang terkait dengan isu-isu Sumatera,”

bilang dia

Dan kemudian klien satu lagi, Mas Iqbal, sebagai aktivis lingkungan yang kemudian juga memberikan pandangan-pandangan kritisnya sesuai dengan kapasitasnya sebagai aktivis lingkungan, menanggapi beberapa isu-isu di Sumatera juga, kemudian mendapatkan ancaman yang serupa,”

Gema menambahkan.
Tag:greenpeacekonten kreatorTeror
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pengunjung menyaksikan penampilan The Mystical Kecak Dance di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta
Hype

TMII Jadi Primadona Libur Lebaran, Targetkan 140 Ribu Pengunjung

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) masih jadi destinasi wisata yang menjadi favorit wisatawan di momen libur Lebaran. Corporate Communication TMII, Ken Elsa mengatakan memasuki hari keempat libur Lebaran, kunungan wisatawan…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Beri Yaqut Tahanan Rumah, KPK Turun Derajat Jadi Penegak Hukum “Biasa Saja”

Wacana dan keputusan pemberian status tahanan rumah bagi tersangka kasus tindak pidana korupsi menuai kritik. Langkah ini dinilai sebagai preseden buruk yang menunjukkan merosotnya taji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga…

By
Adi Briantika
Dusep
5 Min Read
Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026.
Nasional

Polemik 30 Ribu SPPI Kemhan: Waspada Celah Hukum Korupsi dan Kemunduran Reformasi

Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza, menyorot rencana Kementerian Pertahanan merekrut 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih  Selain masalah sosiologis di desa, kebijakan…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Aktivis KontraS Andrie Yunus. (Sumber: Amnesty International)
Hukum

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Didesak Dibawa ke Peradilan Umum

DPR RI mendesak Polri menyelidiki tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
2 jam lalu
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas (kiri) tiba di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Soal Potensi Yaqut jadi Tahanan Rumah Lagi, Jawaban KPK Bikin Gregetan!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menahan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
1 hari lalu
Penampilan Eks Menag Yaqut saat akan ditahan kembali di rutan KPK.
Hukum

Istimewanya Yaqut: Bisa Sungkeman di Rumah Saat Lebaran, Korupsi Rasa Pidana Ringan

Eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas resmi kembali mendekam di rumah…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
1 hari lalu
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Dari Rutan ke Rumah Balik Lagi ke Rutan, Penahanan Yaqut Oleh KPK Banyak Drama

Tersangka kasus korupsi kuota haji tambahan, Yaqut Cholil Qoumas, resmi kembali mendekam…

Amin Suciadyrahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
By
Amin Suciady
Rahmat
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up