Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang melanda di sejumlah diwilayah di Jabodetabek.
Menurut ramalan, tanggal 22 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga tiga jam ke depan akan terjadi hujan lebat, sangat lebat, ekstrem yang dapat disertai angin kencang, dan kilat atau petir.
Adapun sejumlah wilayah yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Jakarta Pusat meliputi Gambir, Sawah Besar, Kemayoran, Senen, Menteng, dan Tanah Abang
- Jakarta Utara meliputi Penjaringan, Tanjung Priok, Pademangan, dan Kelapa Gading
- Jakarta Barat meliputi Cengkareng, Grogol Petamburan, Taman Sari, Kalideres, dan Kembangan,
- Jakarta Selatan meliputi Tebet dan Setiabudi
- Jakarta Timur meliputi Matraman, Pulogadung, Pasar Rebo, Cakung, Duren Sawit, Makasar, Ciracas, dan Cipayung
- Kota Bekasi meliputi Rawa Lumbu, Pondok Gede, Jatiasih, Mustika Jaya, dan Pondok Melati
- Kabupaten Tangerang meliputi Kosambi
- Kota Tangerang meliputi Benda
BMKG juga meminta masyarakat untuk waspada, karena wilayah tersebut berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Sementara itu, mengingat hujan yang melanda wilayah Jakarta sejak pagi tadi hingga menyebabkan genangan di sejumlah titik, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka opsi bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan menerapkan kebijakan belajar jarak jauh (PJJ) apabila situasi banjir di Jakarta dinilai cukup parah.
Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home. Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita,”
kata Pramono seperti dilansir dari berbagai sumber.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta akan tetap berupaya untuk mengantisipasi banjir di ibu kota. Salah satunya dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Saya meminta agar seluruh pompa yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta untuk dimaksimalkan,”
tandasnya.

