Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan, stok daging sapi dan kerbau dalam kondisi aman untuk Ramadan dan Idul Fitri.
Tercatat total stok dari Januari sampai Maret mencapai 185,4 ribu ton, dari kebutuhan konsumsi 179 ribu ton.
Adapun total itu dari data Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per 6 Januari 2026. Stok awal tahun 2026 berada di 41,7 ribu ton, dan produksi dalam negeri ditambah hasil potong sapi/kerbau bakalan impor selama 3 bulan akan mencapai 125,2 ribu ton.
Sementara estimasi realisasi impor Januari sampai Maret 18,5 ribu ton.
Dengan itu, total ketersediaan Januari sampai Maret dapat mencapai 185,4 ribu ton, sedangkan proyeksi kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional untuk periode yang sama berada di 179 ribu ton. Ini berarti masih ada surplus ketersediaan terhadap konsumsi yang diproyeksikan di angka 6,3 ribu ton,”
ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
Maka dari itu, pemerintah telah menetapkan harga sapi hidup sebesar Rp 55.000 per kilogram (kg).
Selama Ramadan sampai Idul Fitri pedagang diminta agar menjual daging sapi dan kerbau dengan yang baik dan wajar ke masyarakat.
Amran menyatakan, bila ada pelaku usaha penggemukan sapi/kerbau (feedlotter) yang melepas ke pelaku usaha potong hewan dengan harga melebihi Rp55.000 per kg, dipastikan pemerintah akan melakukan tindakan tegas.
Melalui kesepakatan harga sapi hidup ini, diharapkan akan berdampak positif pada Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen, sehingga daya beli masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri terus terjaga.
Kami cek, masih di bawah HAP. Rp 55.000 per kilogram. HAP-nya Rp 56.000 per kilogram. Kalau ada aku temukan di antara (pemegang kuota impor sapi/kerbau bakalan) 700 ribu ekor, ini perusahaannya 80 perusahaan, aku temukan (melanggar HAP), aku cabut izinnya,”
tuturnya.
Di samping itu, kondisi harga daging sapi hingga minggu ketiga Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan mulai ada peningkatan jumlah daerah yang mengalami penurunan harga di tingkat konsumen.
Pada awal Januari 2026 ada 13 daerah yang mengalami penurunan harga daging sapi, sedangkan sampai minggu ketiga Januari menjadi 14 daerah.
