Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Jauh dari Figur Negarawan, Adies Kadir Dinilai Tak Layak Jadi Hakim MK
Nasional

Jauh dari Figur Negarawan, Adies Kadir Dinilai Tak Layak Jadi Hakim MK

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Februari 6, 2026 4:19 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
6 bulan lalu
Share
Wakil Ketua DPR Adies Kadir mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon hakim Mahkamah Konstitusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Komisi III DPR menyetujui Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi terpilih dari usulan DPR.
Wakil Ketua DPR Adies Kadir mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon hakim Mahkamah Konstitusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Komisi III DPR menyetujui Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi terpilih dari usulan DPR. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/foc)
SHARE

Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, menilai Adies Kadir tidak memenuhi syarat untuk menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Feri, baik dari sisi konsep, integritas, maupun kapasitas keilmuan, Adies dinilai jauh dari model ideal hakim konstitusi sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Bahkan Pak Adies Kadir, kalau disandingkan dengan syarat-syarat hakim konstitusi dalam Undang-Undang Dasar, itu tidak matching,”

ujar Feri kepada Owrite.

Feri menyinggung rekam jejak Adies Kadir yang sempat menuai sorotan publik ketika mendukung wacana kenaikan tunjangan anggota DPR.

Pernyataan tersebut, menurut Feri, menunjukkan ketidakpekaan terhadap kondisi masyarakat yang tengah terhimpit tekanan ekonomi.

Kenapa tidak matching dengan syarat hakim konstitusi? Karena syarat utama hakim konstitusi adalah integritas dan kepribadian yang tidak tercela, sebagaimana diatur dalam Pasal 24 Undang-Undang Dasar 1945,”

tegasnya.

Tak hanya itu, Feri juga menekankan bahwa hakim konstitusi haruslah seorang negarawan. Ia menjelaskan, negarawan adalah sosok yang mendahulukan kepentingan negara dan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Dalam catatan kami, ketika menjadi anggota DPR, Pak Adies justru lebih mengedepankan kepentingan anggota DPR sendiri dengan mendorong kenaikan gaji, di saat publik sedang menjerit. Itu bukan sikap negarawan,”

kata Feri.

Menurutnya, semestinya anggota DPR yang memiliki kewenangan anggaran memperjuangkan kepentingan publik, seperti peningkatan kesejahteraan guru honorer atau sektor-sektor vital lainnya.

Kalau yang diprioritaskan justru kesejahteraan diri dan kelompoknya terlebih dahulu, itu jelas bukan sikap seorang negarawan,”

sambungnya.

Syarat lain yang dinilai tidak terpenuhi adalah penguasaan terhadap ketatanegaraan dan konstitusi. Berdasarkan catatan Constitutional and Administrative Law Society (CALS), Feri menyebut tidak menemukan bukti kapasitas akademik Adies Kadir di bidang tersebut.

Kami tidak pernah membaca tulisan jurnal beliau yang berstandar Scopus. Kami juga tidak pernah melihat beliau terlibat dalam adu gagasan atau diskursus ilmiah ketatanegaraan dan konstitusi. Jadi, untuk sekadar memenuhi syarat saja, menurut saya masih sangat jauh,”

ujarnya.

Lebih lanjut, Feri menduga pencalonan Adies Kadir sebagai hakim MK merupakan bagian dari upaya DPR untuk mengendalikan Mahkamah Konstitusi agar lebih sejalan dengan kepentingan parlemen dan pemerintah.

Undang-Undang itu produk DPR dan pemerintah. Maka ketika Undang-Undang dibatalkan MK, yang paling sering tidak terima adalah DPR dan pemerintah,”

jelas Feri.

Ia menilai ada korelasi antara komposisi hakim MK, putusan-putusan MK, serta sikap DPR dan pemerintah dalam pembentukan undang-undang.

Feri juga mengingatkan rencana DPR yang disebut-sebut akan mengubah sistem pemilihan kepala daerah dari langsung menjadi tidak langsung. Menurutnya, perubahan tersebut berpotensi didahului dengan penataan ulang komposisi hakim MK.

Yang mau dirancang dulu itu hakim-hakimnya. Dimasukkan orang-orang yang sesuai kepentingan DPR dan pemerintah. Tujuannya agar komposisi MK berubah, sehingga hak-hak konstitusional warga negara bisa terancam,”

pungkasnya.
Tag:Adies KadirDPRferi amsarihakim mahkamah konstitusi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Sudah Periksa 80 Lebih Saksi
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi (kanan) didampingi Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (ketiga kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
3
Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh
Nasional

950 Dapur MBG Diduga Tak Higienis dan Sanitasi Tak Layak

Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sekitar 950 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Anggota DPR RI Abdullah
Nasional

Kasus Yurizal Viral, DPR Desak Kemenkes Benahi Sistem Komunikasi Pelayanan Pasien

Kasus pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan yang viral di media sosial…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Nasional

Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak selalu habis disantap anak-anak di…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid
Nasional

Orang Ditangkap soal Konten Pidato Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Blunder

Amnesty International Indonesia mengecam penangkapan dua orang warga di Jawa Barat yang…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up