Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 26 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Fenomena Open BO di Kalangan Anak Muda
Hype

Fenomena Open BO di Kalangan Anak Muda

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 27, 2026 9:24 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Fenomena Open BO
Fenomena Open BO (Foto: Freepik)
SHARE

Kehidupan saat ini memang tidak ramah bagi generasi muda, harga kebutuhan pokok melonjak, sementara lapangan kerja yang menawarkan upah yang layak menjadi barang langka.

Di tengah situasi ekonomi yang stagnan, budaya flexing hadir dengan memamerkan gadget terbaru hingga gaya hidup traveling.

Bagi sebagian anak muda di kota besar, kemewahan yang dipamerkan di media sosial bukanlah cermin dari kemapanan finansial, melainkan topeng yang dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Dengan gaya hidup yang tinggi ini, mendesak anak muda melakukan berbagai cara gampang untuk mendapatkan uang dengan cepat, salah satunya dengan sistem open BO.

Ya, fenomena open BO kini bukan lagi sekadar isu prostitusi di sudut gelapnya kota, melainkan telah bergeser menjadi jalan pintas bagi mereka yang terjepit di antara ambisi gaya hidup yang kian tidak masuk akal.

Psikolog Meity Arianty mengatakan, banyak alasan seseorang melalukan open BO, namun umumnya berkaitan dengan pencarian pemenuhan kebutuhan emosional dan material.

Beberapa mungkin merasa terdesak oleh faktor ekonomi atau tekanan finansial yang memicu mereka mencari cara instan untuk mendapatkan uang,”

ujar Meity kepada owrite baru-baru ini.

Selain itu, ada juga yang menjadi pelaku open BO karena merasa tidak mendapatkan pengakuan atau perhatian yang mereka inginkan dari lingkungan sosialnya, sehingga memilih cara yang cepat untuk mendapatkan validasi melalui media sosial.

Selain itu, rendahnya pemahaman tentang risiko jangka panjang dan dampak psikologis juga bisa menjadi faktor pendorong, di mana mereka belum sepenuhnya menyadari konsekuensi dari perilaku tersebut terhadap kehidupan pribadi dan mental mereka,”

jelas Meity.

Begitu pula yang disampaikan pengamat dari Indonesia Strategic and Economics Actions Institution (ISEAI), Ronny P Sasmita, yang melihat fenomena open BO di Jakarta sebagai gejala struktural, bukan semata persoalan moral individu.

Fenomena ini muncul di persimpangan antara pasar tenaga kerja yang labil, biaya urbanisasi yang cukup mahal, dan budaya digital yang menormalisasi monetisasi hampir semua hal, termasuk tubuh dan relasi intim.

Sebagaimana sama-sama diketahui, Jakarta memang kota dengan peluang besar, tapi juga biaya hidup tinggi. Dalam kondisi seperti itu, sebagian anak muda memilih jalur ekonomi yang cepat, fleksibel, dan minim birokrasi, meskipun risikonya tinggi. Jadi ini menurut saya bukan anomali, tapi produk sampingan dari ekonomi perkotaan yang semakin timpang,” paparnya.

jelas Meity.

Ronny mengatakan korelasi antara sulitnya mencari pekerjaan layak dengan munculnya strategi bertahan hidup berisiko seperti open BO sangat kuat.

Ketika decent work langka, maka yang tumbuh adalah informal survival economy.

Banyak anak muda bekerja di sektor dengan upah rendah, jam kerja panjang, kontrak tidak pasti,
tanpa jaminan sosial.

Dalam situasi seperti ini, pilihan ekonomi menjadi soal trade-off, yakni stabil tapi tidak cukup, atau cukup tapi berisiko.

Open BO masuk kategori kedua, pendapatan cepat, fleksibel, tapi tanpa perlindungan hukum dan sosial. Jadi bukan soal malas kerja, tapi soal struktur pasar kerja yang gagal menyediakan jalur mobilitas yang wajar,”

tuturnya.

Ia juga menambahkan femomena open BO ini sebagai kemiskinan terselubung perkotaan.”Contohnya, secara visual mungkin terlihat ‘oke’, punya gadget, berpakaian rapi, nongkrong di kafe. Tapi secara finansial, tabungan tipis, rentan guncangan (sakit, PHK, naik kos), tidak punya bantalan sosial. Dalam sosiologi ekonomi, ini disebut ‘precarious middle’, yakni terlihat menengah, tapi hidup dari bulan ke bulan. Open BO menjadi mekanisme bertahan hidup di balik tampilan ‘normal’,”

paparnya.

Sementara itu, pakar dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Galau D. Muhammad membeberkan data bahwa sekitar 62.800 angkatan kerja perempuan yang ada dalam rentang usia 21-30 tahun mengalami putus asa dalam mencari pekerjaan dan status mereka belum menikah.

Perempuan tidak memiliki sandaran ekonomi yang baik kemudian belum menikah statusnya. Ini menjadi landasan kenapa fenomena open BO hari ini masih menjadi pelarian ekonomi dari kondisi ekonomi yang semakin memburuk, daya beli yang semakin terpukul,”

tambah Galau.

Tag:anak mudaBudaya FlexingFenomenaFinancialmedsos
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi ‘Benteng’ Stabilitas Prabowo
By Rahmat Tunny
Demo di depan gedung DPR
1
Kisruh ‘Londo Ireng’, YLBHI Sentil Balik: Listrik Istana Dibayar Rakyat
By Adi Briantika
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
2
PPI Ingatkan Gibran Soal Pilpres 2029: Relawan Percuma Tanpa Perahu Partai
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa pasien saat mengunjungi RSUD Raden Mattaher, Jambi, Kamis (16/7/2026).
3
Akbar Faizal Kritik Pedas: Kejagung Bikin Cemas, Perlakukan Febrie bak “Anak Emas”?
By Rahmat Tunny
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
4
Cap ‘Londo Ireng’ Prabowo, YLBHI: Ciri Otoriter dan Fasis!
By Adi Briantika
Presiden Prabowo Subianto menyapa kader PKB saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Chicken & shrimp roll di sebuah piring.
Hype

Trik Bekal Sekolah Kilat: Resep Chicken Shrimp Roll Gurih Renyah, Tinggal Cemplung dari Freezer!

Akhir pekan menjadi waktu yang tepat bagi para orang tua untuk menyiapkan…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
3 jam lalu
Ilustrasi gedung Kopdes Merah Putih dijadikan lokasi pernikahan.
Hype

Gedung Kopdes Merah Putih di Solo Disulap Buat Nikahan: Kondangan Penduduk Desa!

Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Banjarsari, Kota Solo, Jawa…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
5 jam lalu
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ketika bertemu warga Bacan, Halmahera Selatan, Februari 2026.
Hype

Maksud Hati Puji Sherly Tjoanda, Ahmad Sahroni Disentil Warganet: Uang Tak Bisa Beli Etika

Ungkapan bernada seksisme yang disampaikan anggota DPR RI Ahmad Sahroni kepada Gubernur…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
7 jam lalu
Ilustrasi SDN 112329 Padang Nabidang dan Dapur MBG.
Hype

Sepekan Bangun Dapur, Bertahun Tatap Reruntuhan: Kontras SDN Padang Nabidang di Depan Dapur MBG

Seorang konten kreator menyoroti kondisi SDN 112329 Padang Nabidang yang berlokasi di…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up