Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Tragedi Anak 10 Tahun di NTT, Psikolog: Ini Puncak Gunung Es Distres Psikologis Tak Terdeteksi
Hype

Tragedi Anak 10 Tahun di NTT, Psikolog: Ini Puncak Gunung Es Distres Psikologis Tak Terdeteksi

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 10, 2026 12:22 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Psikolog Klinis Meity Arianty
Psikolog Klinis Meity Arianty (Foto: Instagram @meityarianty)
SHARE

Psikolog Klinis Meity Arianty melihat kasus anak 10 tahun yang bunuh diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sekadar persoalan “buku yang tidak dibelikan”, melainkan sebuah manifestasi dari akumulasi distres psikologis yang sangat kompleks pada struktur kognitif anak usia 10 tahun.

Peristiwa pemicu berupa penolakan pembelian buku hanya “puncak gunung es” yang kemungkinan besar akrnya pada kondisi depresi terselubung, rasa ketidakberdayaan atau masalah pada ikatan kelekatan dengan keluarga yang membuat anak merasa tidak berharga. Secara konkret, ini menunjukkan adanya kegagalan di lingkungan terdekat, keluarga, sekolah atau sekitarnya untuk mendeteksi sinyal depresi atau perubahan perilaku sebelumnya,”

ujar Meity kepada owrite, Senin 9 Februari 2026.

Banyak yang mempertanyakan anak 10 tahun sudah paham tentang konsep bunuh diri. Menurut Meity hal itu karena paparan informasi yang tidak terfilter dari media sosial dan internet, yang kemudian berasimilasi dengan perkembangan kognitif anak yang mulai mampu berpikir abstrak.

Secara psikologis, anak usia ini sudah memasuki tahap di mana mereka memahami bahwa kematian bersifat permanen, namun karena fungsi eksekutif pada otak bagian prefrontal cortex belum matang, mereka cenderung impulsif dan melihat bunuh diri sebagai solusi instan untuk menghentikan penderitaan emosional atau sebagai bentuk komunikasi terakhir untuk menghukum lingkungan yang dianggap tidak adil,”

jelasnya.

Selain faktor pemicu tunggal, tindakan fatalistik seperti ini sering kali dipicu oleh interaksi multifaktorial antara kerentanan biologis, himpitan ekonomi, pola asuh, dan tekanan lingkungan.

Secara klinis, perlu menelaah adanya kemungkinan gangguan neurobiologis seperti ketidakseimbangan neurotransmiter serotonin yang mengatur regulasi emosi, atau adanya faktor hereditas terkait gangguan suasana perasaan.

Dari sisi psikososial, fenomena ini sering berkaitan dengan pola asuh authoritarian yang kaku atau justru neglectful (pengabaian), di mana anak merasa tidak memiliki ruang aman untuk mengekspresikan emosi negatif, sehingga mereka mengalami akumulasi stres kronis. Ketika seorang anak merasa terisolasi secara emosional di tengah keluarga yang tampak “biasa saja”, rasa frustrasi dapat dengan cepat tereskalasi menjadi krisis eksistensial karena mereka belum memiliki mekanisme pertahanan diri yang matang untuk memproses penolakan atau kegagalan,”

paparnya.

Meity mengakui, bahwa kasus seperti juga banyak terjadi di tempat lain. Dalam menghadapi kesenjangan antara ambisi belajar anak dan keterbatasan ekonomi, menurut Meity orang tua harus berperan sebagai fasilitator emosional dan komunikator yang jujur untuk mencegah anak merasa bahwa keterbatasan finansial mempengaruhi haraga diri dan hidup mereka.

Secara psikologis, orang tua perlu membangun dialog terbuka mengenai kondisi keuangan keluarga dengan bahasa yang sesuai usia agar anak tidak merasa “dikhianati” oleh keadaan, tentunya dengan tetap memvalidasi keinginan belajar anak sebagai sesuatu yang berharga.

Orang tua juga harus fokus pada pengembangan growth mindset yang menekankan bahwa kecerdasan tidak hanya bergantung pada fasilitas mahal, tetapi pada kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya alternatif seperti perpustakaan umum, komunitas belajar gratis, atau beasiswa atau depat belajar dari alam atau belajar dari kehidupan.

Yang paling krusial, orang tua wajib memberikan kasih sayang tanpa syarat untuk memastikan anak merasa bahwa meskipun kebutuhan fasilitas mereka belum terpenuhi, nilai diri dan kehadiran mereka di dalam keluarga menjadi prioritas utama yang tidak dapat digantikan oleh materi apa pun agar anak merasa dirinya berharga,”

tambahnya.
Tag:Anak 10 TahunNTTpsikologTerdeteksiTragedi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Internasional

Trump Ancam Hancurkan Fasilitas Listrik, Iran Ancam Balik Serang Infrastruktur AS

Iran menyatakan siap mengambil tindakan balasan jika fasilitas energi mereka diserang. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, pada Minggu 22 Maret 2026. Pernyataan tersebut…

By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
2 Min Read
Ilustrasi penumpang yang akan berangkat menggunakan kereta
Nasional

Data Terbaru, Kereta Jadi Favorit Pemudik Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat jumlah penumpang angkutan umum pada hari H Lebaran, Sabtu 21 Maret 2026, mencapai 873.916 orang. Selain tingginya jumlah penumpang, arus…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 lokasi di seluruh Indonesia
Nasional

Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 104 Lokasi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II, yang dilaksanakan di 104 lokasi di seluruh Indonesia. Langkah ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung pemerataan akses pendidikan…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

ilustrasi
Hype

20 Ucapan Hari Raya Nyepi 2026, Cocok Dibagikan Saat Hari Hening

Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 pada 2026 kembali menjadi…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
5 hari lalu
8 Spot Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh
Hype

Wajib Tahu! 8 Spot Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Jelang Hari Raya Nyepi 2026

Menjelang Hari Raya Nyepi, masyarakat Hindu di Bali diramaikan dengan tradisi pawai…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
5 hari lalu
Prediksi Puncak arus mudik kereta api
Hype

Penumpang Kereta di Daop 1 Jakarta Tembus 54 Ribu Jelang Lebaran 2026

Mobilitas masyarakat yang menggunakan kereta api di wilayah Daop 1 Jakarta terus…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
6 hari lalu
Hype

Resep Kue Kacang Renyah: Pilihan Favorit Keluarga untuk Hari Raya Idulfitri

Kue kacang menjadi salah satu sajian klasik yang hampir selalu hadir di…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up