Presiden Prabowo Subianto mengaku mendapat banyak kritikan keras saat meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan beberapa pihak tersebut meramalkan program itu bakal gagal.
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam sambutannya peresmian 1.179 SPPG dan 18 gudang Ketahanan pangan serta ground breaking 107 SPPG Polri di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari 2026.
Yang mengejek adalah orang-orang yang terdidik, profesor-profesor terkenal mengejek dan menghina saya dan mereka meramalkan proyek ini pasti gagal, program ini menghambur-hamburkan uang,”
ungkap Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menuding profesor-profesor yang menjelekan program usungannya itu telah terencana.
Operasi ini kampanye ini menjelek-jelekkan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat mungkin sebagai ungkapan dendam dan dengki mungkin adalah biasa,”
ucapnya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan program MBG usungannya merupakan hal yang diperlukan banyak orang terkhusus masyarakat dengan ekonomi rendah. Di satu sisi ekonomi yang rendah itu menyebabkan banyak anak-anak mengalami stunting.
Stunting Proyek Pemiskinan Indonesia
Kepala negara menganalogikan kejadian stunting merupakan proyek pemiskinan rakyat Indonesia. Sebab kejadian stunting menurutnya telah terjadi sebanyak 25 persen anak di tanah air.
Penanganan stunting juga dikatakan dia tidak bisa bermodalkan dengan teori atau janji belaka. Oleh sebab itu dia mengklaim program MBG menjadi jalan keluarnya.
Kurang gizi ini mengakibatkan sel-sel kita tidak bisa berkembang dengan baik, sel otak tidak bisa berkembang dengan baik, sel sel tulang, sel otot, tidak berkembang dengan baik,”
ujarnya.

