Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 3 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Parliamentary Threshold 7 Persen Picu Pro-Kontra, Sejumlah Parpol Angkat Suara
Politik

Parliamentary Threshold 7 Persen Picu Pro-Kontra, Sejumlah Parpol Angkat Suara

hadi-febriansyah-owriteAmin Suciady
Last updated: Februari 26, 2026 1:38 pm
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi parliamentary treshold
Gambar ilustrasi parliamentary treshold. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Wacana kenaikan Ambang Batas Parlemen (Parliamentary Threshold) menjadi 7 persen memunculkan perdebatan di kalangan elite politik.

Daftar isi Konten
  • Gerindra Anggap Berat
  • Usul 5 Persen
  • Jumlah Ideal Partai di DPR
  • Risiko Hilangnya Suara Rakyat

Usulan tersebut sebelumnya disampaikan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang menilai hal itu dapat memperkuat sistem kepartaian sekaligus menjaga stabilitas pemerintahan.

Saya pikir biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten aja di situ. Kecuali ada perubahan-perubahan yang berarti sekali ya. Bagaimanapun juga, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki,”

ujar Surya Paloh di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 21 Februari 2026.

Gerindra Anggap Berat

Usulan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Ia menilai, ambang batas 7 persen akan menjadi beban berat bagi banyak partai politik.

Tapi saya kira kalau 7 persen terlalu tinggi dan itu tidak ringan bagi partai politik untuk mencapai itu,”

kata Muzani.

Ia menegaskan, bahwa ambang batas parlemen tetap diperlukan, namun besaran angkanya harus realistis dan disepakati bersama di DPR.

Saya kira nanti menjadi kesepakatan teman-teman di DPR berapa parliamentary threshold yang sekarang ini 4 persen akan dinaikkan berapa atau berapa persen, tetapi saya kira kalau 7 persen terlalu tinggi,”

tambahnya.

Usul 5 Persen

Pandangan serupa juga datang dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. Ia menyatakan, ambang batas parlemen memang masih dibutuhkan, tetapi angka 7 persen dianggap terlalu tinggi.

Kami mengusulkan PT yang moderat tapi dikombinasikan dengan factional threshold. Sehingga kemungkinan bagi partai untuk bisa masuk parlemen masih cukup tinggi, tapi dikumpulkan di fraksi yang cukup besar,”

kata Sarmuji.

Golkar mengusulkan angka sekitar 5 persen sebagai titik tengah antara efektivitas sistem kepartaian dan keterwakilan politik.

Jumlah Ideal Partai di DPR

Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menilai penyederhanaan partai di parlemen memang diperlukan agar komposisi fraksi lebih proporsional.

Idealnya di DPR diisi 5 atau 6 fraksi, sehingga perlu dilakukan simulasi,”

ujar Andreas kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Ia menekankan pentingnya jumlah kursi yang memadai bagi setiap partai agar pengisian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) berjalan optimal dan tidak terjadi rangkap jabatan.

Soal angka sebaiknya disimulasikan dulu. Bisa sama, bisa lebih atau sedikit kurang dari 7 persen. Tetapi idealnya memang 5 paling banyak 6 partai,”

kata Wakil Ketua Komisi XIII DPR Fraksi PDIP ini.

Risiko Hilangnya Suara Rakyat

Pandangan berbeda disampaikan Wakil Ketua MPR sekaligus Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera, Hidayat Nur Wahid. Ia menilai, kenaikan PT hingga 7 persen berpotensi menghilangkan banyak suara pemilih yang tidak terwakili di DPR.

Kalau diinginkan tidak ada ambang batas (nol persen), itu bertentangan dengan keputusan MK yang menginginkan adanya penyederhanaan partai politik. Tapi kalau di atas 4 persen, apalagi sampai 7 persen, itu tentu akan menghadirkan banyaknya pihak yang tidak terwakili atau banyaknya suara yang hilang,”

ujar HNW kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Menurutnya, ambang batas 4 persen yang berlaku saat ini sudah cukup moderat dan mampu menyaring partai politik secara proporsional.

Sebagai solusi, Hidayat mengusulkan penerapan kembali skema Stembus Accord seperti pada Pemilu 1999. Skema tersebut memungkinkan partai yang tidak memenuhi ambang batas tetap memiliki kursi di DPR dengan bergabung ke fraksi partai lain.

Contoh kasus adalah PK waktu itu. PK hanya dapat tujuh kursi dan tidak mencapai parliamentary threshold yang dipersyaratkan. Karena undang-undang membolehkan Stembus Accord, kursi PK tidak hilang. Kami bergabung dengan PAN menjadi Fraksi Reformasi, sehingga totalnya menjadi 41 kursi di DPR,”

ungkapnya.

Perdebatan mengenai kenaikan parliamentary threshold menjadi 7 persen menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara partai politik.

Sebagian melihatnya sebagai upaya penyederhanaan sistem multipartai demi stabilitas pemerintahan, sementara lainnya khawatir terhadap potensi hilangnya keterwakilan suara rakyat.

Keputusan akhir mengenai besaran ambang batas parlemen nantinya akan ditentukan melalui pembahasan dan kesepakatan di DPR RI.

Tag:Ambang Batas ParlemenDPRGolkarNasDemParliamentary Thresholdpartai politikPDIPPKSSurya Paloh
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Trending di OWRITE
Tata Kelola BGN Amburadul, DPR Restui Nanik Deyang Jadi Bos Baru Karena Rajin Tutup Dapur
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kiri) dan Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Tito Karnavian (kanan) memimpin rapat koordinasi DPR dengan Pemerintah Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026)
1
Breaking: Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ditahan Kejagung. (Sumber: Owrite/Rahmat Baihaqi)
2
IHSG Longsor ke ‘Kaki Gunung’ Level 6.101, Efek Bos BGN Dadan Hindayana Dicopot?
By Anisa Aulia
Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
3
Belum Sempat Sertijab Usai Dadan Dicopot, Kantor BGN Malah Digeledah Kejagung!
By Rahmat Baihaqi
Kondisi kantor Badan Gizi Nasional digeledah penyidik Kejaksaan Agung.
4
Pencopotan Dadan: Dasco Ungkap DPR Sering Kirim ‘Catatan Merah’ MBG
By Rika Pangesti
Ketua DPR Puan Maharani (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), Saan Mustopa (kanan), dan Sari Yuliati (kiri) berdiri saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman di DPR, 3 Juni 2026.
Politik

Dudung Sentil Anggaran KSP ‘Cuma’ Rp3 Miliar: Kalau Numpang Kementerian Lain, Independensi Kami Mati!

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengeluhkan minimnya anggaran operasional lembaga yang…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
3 jam lalu
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa.
Politik

Prabowo Dikritik Sering Melawat ke Luar Negeri, ‘Ojo Dibandingke’ dengan Pemimpin Terdahulu!

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa merespons perihal kritik publik terhadap tingginya…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
4 jam lalu
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di DPR, 3 Juni 2026.
Politik

Dasco Angkat Tangan Soal Penangkapan Bos BGN: Saya Belum Dengar

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad buka suara terkait penggeledahan yang…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
5 jam lalu
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 waktu setempat (WS).
Politik

Prabowo Disorot Terlalu Sering ke Luar Negeri, DPR Pasang Badan: Jangan Asal Bandingkan

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa angkat bicara terkait polemik yang berkembang…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up