Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror 88 Polri mengungkapkan akibat pecahnya perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran turut membawa dampak aksi terorisme. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah mengingatkan perang ini berdampak besar ke dalam negeri.
Juru Bicara (Jubir) Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana menilai perang antar negara tersebut menjadi momentum untuk kelompok radikal menyebarluaskan propaganda mereka hingga aksi terorisme.
Secara teoritis, setiap konflik geopolitik berskala internasional berpotensi menjadi trigger faktor bagi kelompok radikal dari berbagai latar belakang, terutama untuk meningkatkan propaganda, rekrutmen, maupun aksi,”
kata Mayndra saat dihubungi Owrite, Kamis, 5 Maret 2026.
Kelompok tersebut, menurutnya bakal memuat narasi radikal berkedok solidaritas ideologis. Lalu, adanya sentimen ‘anti’ terhadap kelompok tertentu. Hal ini berpotensi terjadinya kekerasan hingga simpatisan terhadap jaringan terorisme.
Belum Terjadi Peningkatan Aksi Teror
Meski perang antar AS-Israel vs Iran hingga saat ini masih berkecamuk, Mayndra mengatakan aksi terorisme masih terkendali di dalam negeri. Kapolri Sigit bahkan juga telah memerintahkan kepada anak buahnya untuk mewaspadai berbagai dampak yang terjadi di Tanah Air.
Hingga saat ini situasi keamanan dalam negeri tetap terkendali dan belum terdapat peningkatan signifikan aksi teror yang terkonfirmasi akibat konflik tersebut,”
ucap Mayndra.
Adapun Polri telah melakukan upaya penangkalan terhadap kelompok terorisme dampak perang AS-Israel vs Iran dengan mengerahkan intelejen untuk mendeteksi dini peningkatan propaganda ekstremis maupun ancaman terorisme. Lalu memetakan tokoh dan simpatisan yang berpotensi memanfaatkan isu geopolitik.
Penguatan kontra-narasi bersama tokoh agama dan masyarakat bersama stakeholders terkait melakukan peningkatan pengamanan objek vital nasional dan asing,”
ujarnya.
Sementara itu dari segi internasional, Polri juga berkoordinasi dengan dengan beberapa negara yang merupakan mitra Densus 88 dalam rangka pertukaran informasi jaringan terorisme.
Diberitakan sebelumnya, Listyo Sigit mewanti-wanti perang AS-Israel vs Iran akan berdampak besar terhadap masyarakat Indonesia. Menurutnya akibat perang tersebut menyebabkan ekonomi dunia terganggu.
Menurutnya situasi global akan memberikan berbagai macam konsekuensi bagi negara-negara lain termasuk Indonesia. Dia meminta kepada jajarannya untuk siap siaga.
Tentunya dalam situasi seperti ini kita semuanya harus siap-siap dan harus kemudian melakukan berbagai macam upaya untuk menghadapi situasi global yang tentunya membawa konsekuensi bagi kita semua,”
ujar Sigit.



