Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 24 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Drama Berdarah di Kampus, Saat Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Dibalas Tebasan
Hype

Drama Berdarah di Kampus, Saat Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Dibalas Tebasan

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Maret 11, 2026 4:18 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
6 bulan lalu
Share
Gambar ilustrasi cinta bertepuk sebelah tangan
Gambar ilustrasi cinta bertepuk sebelah tangan (Sumber: freepik)
SHARE

Mahasiswi UIN Suska Pekanbaru, Riau, Faradhila Ayu Parmesi, dibacok oleh teman laki-lakinya, Raihan Mufazzar. Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.

Daftar isi Konten
  • Alasan Tindak Kejahatan karena Cinta
  • Pendidikan Membentuk Mental
  • Cara Meregulasi Diri

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwanu Pandra Arsyad, menyebut terduga pelaku sudah memiliki niat untuk melakukan penganiayaan terhadap korban. Karena pelaku sudah menyiapkan senjata tajam berupa golok. 

Peristiwa itu terjadi saat korban hendak menjalani sidang skripsi. Pelaku langsung mencari korban setibanya di kampus dan melakukan pembacokan. Akibat aksi nekat itu, korban mengalami tiga luka sayatan dan tusukan di daerah kepala, punggung dan lengan.

Faradhila pun masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru. Motif pembacokan diduga karena pelaku memiliki dendam atau sakit hati terhadap korban. 

Psikolog Rose Mini Agoes Salim, M.Psi atau yang akrab disapa Bunda Romi memberi tanggapan terkait kasus tersebut. Menurut Romi, orang yang melakukan tindakan itu bukan berarti dia kurang kasih sayang dari orang tuanya. Tetapi di dalam diri orang tersebut tidak mendapat stimulasi moral.

Kalau orang mendapatkan stimulasi moral yang baik, maka orang tersebut dapat membedakan baik dan buruk. Karena moral adalah kemampuan manusia untuk bisa membedakan baik dan buruk. 

Di dalam moral ada empati. Kalau dia bisa berempati dengan orang, dia akan tahu kalau dia tidak mau diperlakukan seperti itu, maka dia tidak akan melakukan hal tersebut pada orang lain. Kalau dia punya kontrol diri, dia tidak akan menggebu-gebu hanya mengikuti keinginannya saja. Kalau dia punya nurani, dia tidak akan melakukan hal yang salah, karena nurani itu tumbuh dari nilai-nikai adab yang diajarkan orang tuanya. Kalau dia memiliki kindness, dia tidak akan melakukan hal itu, karena kebaikan orang tidak diwujudkan dalam bentuk membunuh orang. Kalau dia punya toleransi, kalau orang itu tidak sepaham dengan dia, tidak mau mencintai dia, dia tidak akan mau melakukan pembunuhan itu. Juga ada respect dan fairness, tadi yang saya sebutkan itu adalah hal yang esensial dari moral,”

papar Romi.

Diduga, pelaku tidak memiliki stimulasi yang baik sejak dini sehingga dia tidak peka dan tidak bisa membedakan yang baik dan buruk saat mengambil keputusan. Selain itu juga paparan media sosial berpengaruh pada perilaku seseorang melakukan tindak kejahatan.

Alasan Tindak Kejahatan karena Cinta

Romi menjelaskan, ada beberapa alasan seseorang nekat melakukan tindak kejahatan karena cinta. Menurutnya, karena mereka tidak tahu cara menyelesaikan masalah hingga mencari jalan lain. 

Cara anak-anak jaman sekarang menyatakan cinta, merasakan cinta, kadang-kadang sudah melampaui batas, kalau dia cinta sama seseorang tapi dia harus tahu juga menjaga sesuatunya agar tidak kemudian jadi kebablasan. Mungkin orang ini tidak tahu cara lain untuk melanjutkan kehidupan. Dia sangat tergantung pada orang itu,”

jelasnya.

Lantas kenapa pelaku merasa bergantung? Menurut Romi, diduga karena pelaku tidak punya pemahaman atau pergaulan dan lingkungannya. Pelaku merasa orang ini hanya satu-satunya yang memahami dia. 

Selain itu, pelaku juga kemungkinan tidak memiliki life skill atau keterampilan hidup, sehingga masalah yang harusnya bisa diatasi dengan baik tapi berujung tidak baik. 

Dari life skill ini, dia harus bisa berkomunikasi untuk mengutarakan sesuatu kepada orang lain. Kalau komunikasinya tidak bagus, juga bisa menyebabkan seperti ini. Lalu kemudian dia harus bisa berempati. Kalau tidak mau diperlakukan seperti itu sama orang lain, maka jangan melakukan hal tersebut pada orang lain juga, maka dia akan mengerem diri juga. Jadi sebenernya ada banyak hal keterampilan hidup yang tidak dimiliki pelaku, sehingga dia pikir ketika ada masalah jalan keluarnya hanya satu (kekerasan),” 

tuturnya.

Bahwa tindakan kejahatan yang dilakukan oleh pelaku ini faktornya juga dari eksternal. Misalnya rasa kecewa, karena mungkin pacarnya ini tidak mau mengakui atau tidak menerima dia, rasa cemburu dan lain sebagainya. Selain itu, bisa juga dihasut teman-temannya.

Menurut Romi, cara untuk menghindari pelaku kekerasan adalah dengan menstimulasi moral agar seseorang bisa membedakan baik dan buruk, dan juga mengajarkan stabilitas emosi yang baik karena kontrol diri itu penting sekali. 

Orang bisa jadi agresif, tapi kadang-kadang orang itu banyak sekali dipicu oleh kemampuan seseorang yahg tidak bisa memanage emosinya. Sebetulnya manusia bisa ngerem dan ngontrol dirinya. Tapi kadang-kadang ini tidak bisa dilatih, sehingga kalau tidak dilatih dimanapun dia berada kalau lagi marah bisa meluapkan emosinya,”

jelasnya.

Pendidikan Membentuk Mental

Di sisi lain, Pengamat Pendidikan Itje Chodidjah sangat menyayangkan kasus tersebut yang terjadi di lingkungan pendidikan. Namun ia menegaskan bahwa kasus tersebut bukan kejahatan di dalam kampus, melainkan personal, hanya saja dilakukan di dalam kampus.

Anak-anak di usia di atas 18 tahun yang sudah lulus SMA adalah orang dewasa yang sudah siap terjun ke masyarakat. Mereka tahu norma masyarakat, sehingga hal-hal semacam itu disayangkan kalau terjadi. 

Nah ini sebenarnya kalau kaitannya pada pendidikan, adalah makanya kita itu usia SD sampai SMA itu saatnya membereskan pertumbuhan anak-anak itu, sehingga mereka siap jadi orang dewasa. Itulah sebabnya pendidikan dasar dan menengah itu memegang peranan penting untuk menguatkan mental, menguatkan kemampuan berpikir,”

jelas Itje kepada owrite.

Menurut Itje, hal yang terjadi ini lantaran pelaku tidak bisa meregulasi diri. Hanya karena tertolak cintanya, kemudian melakukan hal-hal yang sangat di luar jangkauan akal pikiran.

Ia pun berpesan dari sisi pendidik, bahwa pendidik dasar dan menengah perlu menyiapkan mental anak-anak untuk siap menjalani hidup. Jangan hanya mengejar prestasi akademik, tapi juga perlu menguatkan batin dan mental.

Jadi jangan kejar-kejaran berprestasi akademik dari SD sampi SMA, kejar sana kejar sini. Padahal nanti kekuatan batinnya, kekuatan dirinya jadi terkuras tenaganya untuk menguatkan akademik yang sebenarnya perlu pasti. Tapi ketika berurusan dengan meregulasi diri, karakter, tahu norma itu di usia SD-SMA,”

paparnya.

Cara Meregulasi Diri

Ada beberapa cara untuk meregulasi diri, antara lain.

  1. Membangun Kesadaran Emosi Sejak Dini
    Anak perlu diajarkan untuk mengenali dan memberi nama pada emosi yang mereka rasakan, seperti marah, kecewa, takut, atau cemas. Di tingkat SD, guru dan orang tua bisa menggunakan pendekatan sederhana seperti refleksi harian atau diskusi ringan tentang perasaan setelah kegiatan belajar. Sementara di tingkat SMP dan SMA, latihan refleksi bisa lebih mendalam, misalnya melalui jurnal pribadi, diskusi kelompok, atau konseling sekolah. Kesadaran emosi ini menjadi fondasi agar siswa tidak bereaksi secara impulsif.
  2. Melatih Keterampilan Pendidikan Diri dalam Aktivitas Sehari-hari
    Sekolah tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk belajar mengelola tekanan. Misalnya dengan memberi tanggung jawab dalam kerja kelompok, mengajarkan cara menyelesaikan konflik secara sehat, atau melatih manajemen waktu. Melalui pengalaman tersebut, siswa belajar bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi dan mereka bertanggung jawab atas pilihannya.
  3. Menciptakan Lingkungan yang Aman Secara Psikologis
    Anak akan lebih mudah mengembangkan regulasi diri, jika mereka merasa didengar dan dihargai. Guru dan orang tua perlu menghindari pendekatan yang terlalu menghukum, karena itu justru dapat menimbulkan kecemasan atau rasa takut. Sebaliknya, pendekatan dialogis, di mana siswa diajak berdiskusi tentang kesalahan dan cara memperbaikinya, akan membantu mereka belajar dari pengalaman.
  4. Menciptakan Pendidikan Karakter dan Kesehatan Mental dana Kurikulum
    Program seperti latihan mindfulness sederhana, kegiatan olahraga, seni, hingga aktivitas sosial dapat membantu siswa mengelola stres dan meningkatkan ketahanan mental. Hal-hal ini sering dianggap pelengkap, padahal justru penting dalam membentuk keseimbangan emosi dan kemampuan berpikir jernih.
Tag:cintakekasihkekerasanSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Saham Bank Mandiri Melemah di Tengah Isu Rekening Donasi Demo Diblokir
By Anisa Aulia
Saham Bank Mandiri Melemah usai isu Pemblokiran Rekening AMPB. (Gambar dibuat AI)
1
Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api
By Ani Ratnasari
Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
2
Trofi Melayang, Mental Juang Menyala: Timnas Putri Indonesia U-16 Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026
By Hadi Febriansyah
Sejumlah pesepak bola, staf pelatih, dan ofisial Timnas Putri Garuda Pertiwi U16 Indonesia berfoto dengan medali runner up Piala Srikandi Merdeka 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8/2026).
3
Polda Metro Akui Blokir Rekening Koordinator AMPB Supriyono, Selidiki Asal Muasal Saldo
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan pemblokiran rekening koordinator Aliansi Masyrakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok. (Sumber: Istimewa)
4
Karhutla Jalan Pintas Buka Lahan Sawit: Polisi Jerat 72 Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Petugas Kepolisian Polres Kampar memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Prosesi khatam Al Quran dalam tradisi Mappacci
Hype

Bukan Sekadar Ritual, Ini Makna Tradisi Mappacci dalam Pernikahan Bugis

Setiap rangkaian pernikahan adat memiliki makna yang tidak hanya berkaitan dengan perayaan.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Ilustrasi anak belajar dengan kebebasan
Hype

Bukan Sekadar Bebas, Ini Cara Metode Montessori Mengembangkan Potensi Anak

Memberikan kebebasan kepada anak dalam belajar bukan berarti membiarkan mereka melakukan apa…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Ilustrasi ruangan berantakan
Hype

Hoarding Disorder, Gangguan Mental yang Membuat Seseorang Sulit Membuang Barang

Rumah yang dipenuhi tumpukan barang hingga membuat penghuni kesulitan bergerak atau menggunakan…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Jemuran baju putih
Hype

Jangan Asal Cuci, Ini Tips Merawat Baju Putih agar Tidak Cepat Kusam

Baju putih menjadi salah satu pakaian yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up