Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 22 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Bukan Sekadar Bebas, Ini Cara Metode Montessori Mengembangkan Potensi Anak
Hype

Bukan Sekadar Bebas, Ini Cara Metode Montessori Mengembangkan Potensi Anak

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Agustus 21, 2026 5:31 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
9 menit lalu
Share
Ilustrasi anak belajar dengan kebebasan
Ilustrasi anak belajar dengan kebebasan (Foto: unsplash Kelly Sikkema)
SHARE

Memberikan kebebasan kepada anak dalam belajar bukan berarti membiarkan mereka melakukan apa saja tanpa arah.

Daftar isi Konten
  • Metode Montessori
  • Memberikan Kebebasan Anak
  • Prinsip Pendidikan Montessori
  • Tantangan dalam Penerapan
  • Potensi Anak Berbeda

Dalam pendidikan, anak tetap membutuhkan lingkungan yang terstruktur agar dapat mengeksplorasi kemampuan, belajar mengambil keputusan, dan membangun kemandirian.

Salah satu pendekatan pendidikan yang menerapkan prinsip tersebut adalah metode Montessori.

Metode ini memberikan ruang bagi anak untuk memilih aktivitas belajar sesuai minat dan kebutuhannya, tetapi tetap berada dalam lingkungan yang dirancang untuk mendukung proses perkembangan mereka.

Bagaimana metode dan cara penerapannya? Dilansir dari laman Hello Sehat (27 November 2023), simak penjelasan berikut ini.

Metode Montessori

Metode Montessori dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori, seorang dokter asal Italia yang kemudian tertarik pada perkembangan dan pendidikan anak.

Baca juga:
Hoarding Disorder, Gangguan Mental yang Membuat Seseorang Sulit Membuang Barang Rumah yang dipenuhi tumpukan barang hingga membuat penghuni kesulitan bergerak atau menggunakan…
Jangan Asal Cuci, Ini Tips Merawat Baju Putih agar Tidak… Baju putih menjadi salah satu pakaian yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya.…
Bukan Sekadar Ritual, Ini Makna Tradisi Mappacci dalam Pernikahan Bugis Setiap rangkaian pernikahan adat memiliki makna yang tidak hanya berkaitan dengan perayaan.…
  • Hoarding Disorder, Gangguan Mental yang Membuat Seseorang Sulit Membuang Barang
  • Jangan Asal Cuci, Ini Tips Merawat Baju Putih agar Tidak Cepat Kusam
  • Bukan Sekadar Ritual, Ini Makna Tradisi Mappacci dalam Pernikahan Bugis

Melalui pengamatannya, Montessori mengembangkan pendekatan pendidikan yang mendorong anak untuk belajar secara mandiri melalui pengalaman langsung.

Metode Montessori dapat diterapkan sejak bayi hingga usia dewasa muda dengan materi dan aktivitas yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.

Memberikan Kebebasan Anak

Kebebasan menjadi salah satu hal yang menonjol dalam metode Montessori. Anak tidak selalu diarahkan untuk melakukan aktivitas yang sama pada waktu yang bersamaan.

Mereka dapat memilih materi atau kegiatan yang ingin dikerjakan berdasarkan ketertarikan dan kemampuannya.

Meski demikian, kebebasan tersebut tetap memiliki batas. Anak belajar dalam lingkungan yang telah dipersiapkan agar aman, tertata, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.

Blokir Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Amnesty: Negara Berisiko Bungkam Suara Generasi Muda

Guru berperan mengamati perkembangan anak, memperkenalkan berbagai aktivitas, memberikan arahan ketika diperlukan, dan membantu anak menemukan cara belajar yang sesuai.

Prinsip Pendidikan Montessori

1.  Mendorong kemandirian anak. Anak dapat belajar memilih kegiatan, menggunakan alat pembelajaran, menyelesaikan tugas, hingga membereskan kembali perlengkapan setelah digunakan. Kebiasaan tersebut membantu mengenali tanggung jawab atas pilihannya.

2.  Menggunakan lingkungan yang terstruktur. Kebebasan dalam Montessori berlangsung dalam prepared environment atau lingkungan yang telah dipersiapkan. Ruang belajar dibuat aman, rapi, mudah diakses anak, serta dilengkapi berbagai materi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

3.  Belajar lewat praktik. Anak mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung. Misalnya, anak dapat belajar konsep matematika menggunakan benda konkret, atau ktivitas sehari-hari juga dapat digunakan untuk melatih koordinasi, konsentrasi, dan kemandirian.

4. Kelas multi-usia. Kelas Montessori umumnya terdiri atas anak-anak dari rentang usia yang berbeda. Pengelompokan ini memungkinkan anak belajar bersama teman yang memiliki tingkat kemampuan dan pengalaman yang beragam.

5.  Belajar sesuai tahapan perkembangan. Pada usia dini, misalnya, kegiatan dapat berfokus pada kemampuan bahasa, koordinasi gerak, pancaindra, serta keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika usia anak bertambah, materi pembelajaran berkembang ke bidang seperti matematika, bahasa, sains, sejarah, seni, dan budaya.

Tantangan dalam Penerapan

Di balik berbagai manfaatnya, Montessori juga memiliki sejumlah tantangan. Sekolah yang menerapkan metode ini dapat membutuhkan biaya lebih tinggi karena memerlukan bahan pembelajaran khusus dan tenaga pendidik yang memiliki pelatihan Montessori.

Ketersediaan sekolah Montessori juga belum merata sehingga akses terhadap pendidikan dengan metode ini masih lebih mudah ditemukan di wilayah tertentu.

Potensi Anak Berbeda

Selain itu, tidak semua anak memiliki karakter belajar yang sama. Sebagian anak mungkin lebih nyaman dengan lingkungan yang memiliki arahan dan struktur yang lebih ketat.

Karena itu, pemilihan metode pendidikan perlu mempertimbangkan kebutuhan dan karakter masing-masing anak.

Dengan demikian, inti metode Montessori bukan sekadar membebaskan anak dari arahan guru. Pendekatan ini memberikan ruang bagi anak untuk memilih, mencoba, mengeksplorasi, dan belajar secara mandiri, sementara guru dan lingkungan tetap memberikan batas serta dukungan yang dibutuhkan.

Tag:Kebebasan AnakMetode MontessoriPotensi anak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Lampu Hijau di Rumah Sakit Ternyata Punya Makna Mengharukan, Ada Kaitannya dengan Donor Organ?
By Ani Ratnasari
Hospital Seberang Jaya, Pulau Pinang, Malaysia
1
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, DPR Bongkar Masalah Besar Penerimaan Mahasiswa
By Rika Pangesti
Gedung KPK di Jakarta Selatan.
2
Gerbang Mahasiswa Baru: KPK Ungkap Dugaan Modus Rektor Unsoed Sodiq
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
3
Rektor dan Warek Unsoed Terjaring OTT, KPK Dalami Keterlibatan Pihak Lain
By Rahmat Baihaqi
Sel tahanan KPK
4
Baru Tiga Bulan Jadi Rektor Unsoed, Akhmad Sodiq Dijaring KPK
By Rahmat Baihaqi
Akhmad Sodiq terpilih kembali menjadi rektor dalam sidang senat tertutup yang digelar pada 1 April 2026 di Auditorium Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
5

BERITA LAINNYA

Prosesi khatam Al Quran dalam tradisi Mappacci
Hype

Bukan Sekadar Ritual, Ini Makna Tradisi Mappacci dalam Pernikahan Bugis

Setiap rangkaian pernikahan adat memiliki makna yang tidak hanya berkaitan dengan perayaan.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Ilustrasi ruangan berantakan
Hype

Hoarding Disorder, Gangguan Mental yang Membuat Seseorang Sulit Membuang Barang

Rumah yang dipenuhi tumpukan barang hingga membuat penghuni kesulitan bergerak atau menggunakan…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Jemuran baju putih
Hype

Jangan Asal Cuci, Ini Tips Merawat Baju Putih agar Tidak Cepat Kusam

Baju putih menjadi salah satu pakaian yang mudah dipadukan dengan berbagai gaya.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Ilustrasi gunung api aktif
Hype

Mengenal Ring of Fire, Jalur Cincin Api dengan Ratusan Gunung Api Aktif

Gempa bumi dengan kekuatan besar kembali terjadi di sejumlah negara dalam beberapa…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up