Memberikan kebebasan kepada anak dalam belajar bukan berarti membiarkan mereka melakukan apa saja tanpa arah.
Dalam pendidikan, anak tetap membutuhkan lingkungan yang terstruktur agar dapat mengeksplorasi kemampuan, belajar mengambil keputusan, dan membangun kemandirian.
Salah satu pendekatan pendidikan yang menerapkan prinsip tersebut adalah metode Montessori.
Metode ini memberikan ruang bagi anak untuk memilih aktivitas belajar sesuai minat dan kebutuhannya, tetapi tetap berada dalam lingkungan yang dirancang untuk mendukung proses perkembangan mereka.
Bagaimana metode dan cara penerapannya? Dilansir dari laman Hello Sehat (27 November 2023), simak penjelasan berikut ini.
Metode Montessori
Metode Montessori dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori, seorang dokter asal Italia yang kemudian tertarik pada perkembangan dan pendidikan anak.
Melalui pengamatannya, Montessori mengembangkan pendekatan pendidikan yang mendorong anak untuk belajar secara mandiri melalui pengalaman langsung.
Metode Montessori dapat diterapkan sejak bayi hingga usia dewasa muda dengan materi dan aktivitas yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Memberikan Kebebasan Anak
Kebebasan menjadi salah satu hal yang menonjol dalam metode Montessori. Anak tidak selalu diarahkan untuk melakukan aktivitas yang sama pada waktu yang bersamaan.
Mereka dapat memilih materi atau kegiatan yang ingin dikerjakan berdasarkan ketertarikan dan kemampuannya.
Meski demikian, kebebasan tersebut tetap memiliki batas. Anak belajar dalam lingkungan yang telah dipersiapkan agar aman, tertata, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.
Guru berperan mengamati perkembangan anak, memperkenalkan berbagai aktivitas, memberikan arahan ketika diperlukan, dan membantu anak menemukan cara belajar yang sesuai.
Prinsip Pendidikan Montessori
1. Mendorong kemandirian anak. Anak dapat belajar memilih kegiatan, menggunakan alat pembelajaran, menyelesaikan tugas, hingga membereskan kembali perlengkapan setelah digunakan. Kebiasaan tersebut membantu mengenali tanggung jawab atas pilihannya.
2. Menggunakan lingkungan yang terstruktur. Kebebasan dalam Montessori berlangsung dalam prepared environment atau lingkungan yang telah dipersiapkan. Ruang belajar dibuat aman, rapi, mudah diakses anak, serta dilengkapi berbagai materi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
3. Belajar lewat praktik. Anak mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung. Misalnya, anak dapat belajar konsep matematika menggunakan benda konkret, atau ktivitas sehari-hari juga dapat digunakan untuk melatih koordinasi, konsentrasi, dan kemandirian.
4. Kelas multi-usia. Kelas Montessori umumnya terdiri atas anak-anak dari rentang usia yang berbeda. Pengelompokan ini memungkinkan anak belajar bersama teman yang memiliki tingkat kemampuan dan pengalaman yang beragam.
5. Belajar sesuai tahapan perkembangan. Pada usia dini, misalnya, kegiatan dapat berfokus pada kemampuan bahasa, koordinasi gerak, pancaindra, serta keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika usia anak bertambah, materi pembelajaran berkembang ke bidang seperti matematika, bahasa, sains, sejarah, seni, dan budaya.
Tantangan dalam Penerapan
Di balik berbagai manfaatnya, Montessori juga memiliki sejumlah tantangan. Sekolah yang menerapkan metode ini dapat membutuhkan biaya lebih tinggi karena memerlukan bahan pembelajaran khusus dan tenaga pendidik yang memiliki pelatihan Montessori.
Ketersediaan sekolah Montessori juga belum merata sehingga akses terhadap pendidikan dengan metode ini masih lebih mudah ditemukan di wilayah tertentu.
Potensi Anak Berbeda
Selain itu, tidak semua anak memiliki karakter belajar yang sama. Sebagian anak mungkin lebih nyaman dengan lingkungan yang memiliki arahan dan struktur yang lebih ketat.
Karena itu, pemilihan metode pendidikan perlu mempertimbangkan kebutuhan dan karakter masing-masing anak.
Dengan demikian, inti metode Montessori bukan sekadar membebaskan anak dari arahan guru. Pendekatan ini memberikan ruang bagi anak untuk memilih, mencoba, mengeksplorasi, dan belajar secara mandiri, sementara guru dan lingkungan tetap memberikan batas serta dukungan yang dibutuhkan.

















