Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Bukan Sekadar Makanan, Ini Sejarah dan Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran
Cari Tahu

Bukan Sekadar Makanan, Ini Sejarah dan Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Maret 16, 2026 11:04 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
(wikimedia.org)
SHARE

Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tidak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa muda atau janur ini bukan sekadar pelengkap sajian hari raya, tetapi juga memiliki makna budaya dan filosofi yang mendalam.

Daftar isi Konten
  • Sejarah Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran
  • Makna Filosofis Ketupat
  • Ketupat dan Tradisi Lebaran di Indonesia 
  • Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran
  • Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran
  • Makna Filosofis Ketupat
  • Ketupat dan Tradisi Lebaran

Di berbagai daerah, ketupat biasanya disajikan bersama opor ayam, rendang, atau sayur bersantan sebagai hidangan khas yang dinikmati bersama keluarga setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Meski sudah menjadu tradisi turun menurun, masih banyak yang belum paham mengenai sejarah dan filosofi sajian ketupat di momen Lebaran. Nah kali ini owrite akan merangkumnya. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Senin, 16 Maret 2026. 

Sejarah Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran

Sajian ketupan di Hari Raya Lebaran awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, yang merupakan Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Dahulu, Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai media dakwah, menggabungkan ajaran Islam dengan budaya lokal agar lebih mudah diterima masyarakat.

Pada masa itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan tradisi Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran dirayakan pada hari Idulfitri, sedangkan Bakda Kupat berlangsung seminggu setelahnya.

Dalam tradisi ini, masyarakat membuat ketupat dan membagikannya kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan dan permohonan maaf.

Makna Filosofis Ketupat

Tak hanya sekedar hidangan, ketupat juga memiliki filosofis yang mendalam. Anyaman daun kelapa yang membungkus ketupat melambangkan kesalahan manusia, sedangkan isi ketupat yang putih setelah dimasak melambangkan hati yang bersih setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat, yang merupakan kependekan dari ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Laku papat merujuk pada empat ajaran utama dalam Islam, yakni:

1. Lebaran – Melambangkan selesainya ibadah puasa Ramadan.

2. Luberan – Rezeki yang melimpah setelah berbagi dengan sesama.

3. Leburan – Hati yang bersih setelah saling memaafkan.

4. Laburan – Kesucian seperti kapur putih setelah menjalankan ibadah puasa.

Ketupat dan Tradisi Lebaran di Indonesia 

Kini tradisi ketupat saat Lebaran sudah menyebar di berbagai daerah Indonesia. Di Sumatra dan Kalimantan, ketupat disajikan bersama opor ayam, rendang, dan gulai.

Di Bali, ketupat dikenal sebagai tipat dan sering digunakan dalam upacara adat Hindu. Sementara itu, di daerah pesisir, ketupat juga menjadi bagian dari tradisi sedekah laut.

Hingga saat ini, ketupat tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Selain sebagai hidangan khas, ketupat juga menjadi simbol kebersamaan, kesucian hati, dan saling memaafkan setelah menjalani bulan Ramadan.

Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

Ketupat menjadi simbol kebersamaan, kebersihan hati, dan permohonan maaf di hari kemenangan. Tak heran jika hingga kini, ketupat tetap menjadi hidangan khas yang selalu hadir dalam perayaan Lebaran.

Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran

Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tidak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa muda atau janur ini bukan sekadar pelengkap sajian hari raya, tetapi juga memiliki makna budaya dan filosofi yang mendalam.

Di berbagai daerah, ketupat biasanya disajikan bersama opor ayam, rendang, atau sayur bersantan sebagai hidangan khas yang dinikmati bersama keluarga setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Meski sudah menjadu tradisi turun menurun, masih banyak yang belum paham mengenai sejarah dan filosofi sajian ketupat di momen Lebaran. Nah kali ini owrite akan merangkumnya. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Senin, 16 Maret 2026.

Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran

Sajian ketupan di Hari Raya Lebaran awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, yang merupakan Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Dahulu, Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai media dakwah, menggabungkan ajaran Islam dengan budaya lokal agar lebih mudah diterima masyarakat.

Pada masa itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan tradisi Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran dirayakan pada hari Idulfitri, sedangkan Bakda Kupat berlangsung seminggu setelahnya.

Dalam tradisi ini, masyarakat membuat ketupat dan membagikannya kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan dan permohonan maaf.

Makna Filosofis Ketupat

Tak hanya sekedar hidangan, ketupat juga memiliki filosofis yang mendalam. Anyaman daun kelapa yang membungkus ketupat melambangkan kesalahan manusia, sedangkan isi ketupat yang putih setelah dimasak melambangkan hati yang bersih setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat, yang merupakan kependekan dari ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).

Laku papat merujuk pada empat ajaran utama dalam Islam, yakni:

  1. Lebaran – Melambangkan selesainya ibadah puasa Ramadan.
  2. Luberan – Rezeki yang melimpah setelah berbagi dengan sesama.
  3. Leburan – Hati yang bersih setelah saling memaafkan.
  4. Laburan – Kesucian seperti kapur putih setelah menjalankan ibadah puasa.

Ketupat dan Tradisi Lebaran

Kini tradisi ketupat saat Lebaran sudah menyebar di berbagai daerah Indonesia. Di Sumatra dan Kalimantan, ketupat disajikan bersama opor ayam, rendang, dan gulai.

Di Bali, ketupat dikenal sebagai tipat dan sering digunakan dalam upacara adat Hindu.

Sementara itu, di daerah pesisir, ketupat juga menjadi bagian dari tradisi sedekah laut.

Hingga saat ini, ketupat tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Selain sebagai hidangan khas, ketupat juga menjadi simbol kebersamaan, kesucian hati, dan saling memaafkan setelah menjalani bulan Ramadan.

Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

Ketupat menjadi simbol kebersamaan, kebersihan hati, dan permohonan maaf di hari kemenangan. Tak heran jika hingga kini, ketupat tetap menjadi hidangan khas yang selalu hadir dalam perayaan Lebaran.

Tag:FilosofiHidanganKetupatLebaranMakna Budaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka Fakta Sebenarnya, Berani?
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
1
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
2
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
3
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
4
Prabowo Ungkap Ciri Koruptor: Biasanya Orang Pintar Tahu Cara Mencuri
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Anjungan Rumah Adat Betawi di TMII
Cari Tahu

Mengenal Rumah Adat Betawi, Warisan Budaya Jakarta yang Penuh Filosofi dan Makna

Salah satu warisan budaya Jakarta yang masih dapat ditemukan hingga kini adalah…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Papan Selamat Datang Museum Betawi
Cari Tahu

Di Balik Nama Setu Babakan, Tersimpan Kisah Kampung Budaya Betawi yang Ikonik

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta menjadi momen yang tepat untuk mengenal…

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
By
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Ilustrasi Slow burn relationship dinamika hubungan di mana perasaan cinta, ketertarikan, dan komitmen
Cari Tahu

Bukan Friendzone, Ini Tanda Kamu Sedang Menjalani Slow-Burn Relationship

Di era yang serba instan seperti sekarang ini, hampir semua hal bisa…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Ilustrasi Content Creator
Cari Tahu

KBLI 2025 Beri Status Baru Untuk Content Creator, Apa Saja Perubahannya?

Profesi content creator kini mendapat pengakuan sebagai bagian dari kegiatan usaha resmi…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up