Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 9 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Bukan Sekadar Makanan, Ini Sejarah dan Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran
Cari Tahu

Bukan Sekadar Makanan, Ini Sejarah dan Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Maret 16, 2026 11:04 am
Syifa Fauziah
Ivan
Share
(wikimedia.org)
SHARE

Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tidak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa muda atau janur ini bukan sekadar pelengkap sajian hari raya, tetapi juga memiliki makna budaya dan filosofi yang mendalam.

Daftar isi Konten
  • Sejarah Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran
  • Makna Filosofis Ketupat
  • Ketupat dan Tradisi Lebaran di Indonesia 
  • Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran
  • Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran
  • Makna Filosofis Ketupat
  • Ketupat dan Tradisi Lebaran

Di berbagai daerah, ketupat biasanya disajikan bersama opor ayam, rendang, atau sayur bersantan sebagai hidangan khas yang dinikmati bersama keluarga setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Meski sudah menjadu tradisi turun menurun, masih banyak yang belum paham mengenai sejarah dan filosofi sajian ketupat di momen Lebaran. Nah kali ini owrite akan merangkumnya. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Senin, 16 Maret 2026. 

Sejarah Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran

Sajian ketupan di Hari Raya Lebaran awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, yang merupakan Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Dahulu, Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai media dakwah, menggabungkan ajaran Islam dengan budaya lokal agar lebih mudah diterima masyarakat.

Pada masa itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan tradisi Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran dirayakan pada hari Idulfitri, sedangkan Bakda Kupat berlangsung seminggu setelahnya.

Dalam tradisi ini, masyarakat membuat ketupat dan membagikannya kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan dan permohonan maaf.

Makna Filosofis Ketupat

Tak hanya sekedar hidangan, ketupat juga memiliki filosofis yang mendalam. Anyaman daun kelapa yang membungkus ketupat melambangkan kesalahan manusia, sedangkan isi ketupat yang putih setelah dimasak melambangkan hati yang bersih setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat, yang merupakan kependekan dari ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Laku papat merujuk pada empat ajaran utama dalam Islam, yakni:

1. Lebaran – Melambangkan selesainya ibadah puasa Ramadan.

2. Luberan – Rezeki yang melimpah setelah berbagi dengan sesama.

3. Leburan – Hati yang bersih setelah saling memaafkan.

4. Laburan – Kesucian seperti kapur putih setelah menjalankan ibadah puasa.

Ketupat dan Tradisi Lebaran di Indonesia 

Kini tradisi ketupat saat Lebaran sudah menyebar di berbagai daerah Indonesia. Di Sumatra dan Kalimantan, ketupat disajikan bersama opor ayam, rendang, dan gulai.

Di Bali, ketupat dikenal sebagai tipat dan sering digunakan dalam upacara adat Hindu. Sementara itu, di daerah pesisir, ketupat juga menjadi bagian dari tradisi sedekah laut.

Hingga saat ini, ketupat tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Selain sebagai hidangan khas, ketupat juga menjadi simbol kebersamaan, kesucian hati, dan saling memaafkan setelah menjalani bulan Ramadan.

Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

Ketupat menjadi simbol kebersamaan, kebersihan hati, dan permohonan maaf di hari kemenangan. Tak heran jika hingga kini, ketupat tetap menjadi hidangan khas yang selalu hadir dalam perayaan Lebaran.

Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran

Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tidak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa muda atau janur ini bukan sekadar pelengkap sajian hari raya, tetapi juga memiliki makna budaya dan filosofi yang mendalam.

Di berbagai daerah, ketupat biasanya disajikan bersama opor ayam, rendang, atau sayur bersantan sebagai hidangan khas yang dinikmati bersama keluarga setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Meski sudah menjadu tradisi turun menurun, masih banyak yang belum paham mengenai sejarah dan filosofi sajian ketupat di momen Lebaran. Nah kali ini owrite akan merangkumnya. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Senin, 16 Maret 2026.

Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran

Sajian ketupan di Hari Raya Lebaran awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, yang merupakan Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Dahulu, Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai media dakwah, menggabungkan ajaran Islam dengan budaya lokal agar lebih mudah diterima masyarakat.

Pada masa itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan tradisi Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran dirayakan pada hari Idulfitri, sedangkan Bakda Kupat berlangsung seminggu setelahnya.

Dalam tradisi ini, masyarakat membuat ketupat dan membagikannya kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan dan permohonan maaf.

Makna Filosofis Ketupat

Tak hanya sekedar hidangan, ketupat juga memiliki filosofis yang mendalam. Anyaman daun kelapa yang membungkus ketupat melambangkan kesalahan manusia, sedangkan isi ketupat yang putih setelah dimasak melambangkan hati yang bersih setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat, yang merupakan kependekan dari ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).

Laku papat merujuk pada empat ajaran utama dalam Islam, yakni:

  1. Lebaran – Melambangkan selesainya ibadah puasa Ramadan.
  2. Luberan – Rezeki yang melimpah setelah berbagi dengan sesama.
  3. Leburan – Hati yang bersih setelah saling memaafkan.
  4. Laburan – Kesucian seperti kapur putih setelah menjalankan ibadah puasa.

Ketupat dan Tradisi Lebaran

Kini tradisi ketupat saat Lebaran sudah menyebar di berbagai daerah Indonesia. Di Sumatra dan Kalimantan, ketupat disajikan bersama opor ayam, rendang, dan gulai.

Di Bali, ketupat dikenal sebagai tipat dan sering digunakan dalam upacara adat Hindu.

Sementara itu, di daerah pesisir, ketupat juga menjadi bagian dari tradisi sedekah laut.

Hingga saat ini, ketupat tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Selain sebagai hidangan khas, ketupat juga menjadi simbol kebersamaan, kesucian hati, dan saling memaafkan setelah menjalani bulan Ramadan.

Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

Ketupat menjadi simbol kebersamaan, kebersihan hati, dan permohonan maaf di hari kemenangan. Tak heran jika hingga kini, ketupat tetap menjadi hidangan khas yang selalu hadir dalam perayaan Lebaran.

Tag:FilosofiHidanganKetupatLebaranMakna Budaya
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gambar ilustrasi revisi UU perlindungan anak
Nasional

(Part II) Wacana Revisi UU Perlindungan Anak Pasca Viral Kasus Kekerasan: Solusi Serius atau Respons Panik?

Haram 'Jurus Sapu Jagat' Kasus Viral Peneliti The Indonesian Institute Made Natasya Restu, mengingatkan agar upaya revisi ini tidak sekadar menjadi Langkah populis yang reaktif, melainkan harus berbasis penyelesaian problem…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
8 Min Read
Gambar ilustrasi revisi UU perlindungan anak
Nasional

(Part I) Wacana Revisi UU Perlindungan Anak Pasca Viral Kasus Kekerasan: Solusi Serius atau Respons Panik?

Dalam diskusi bersama Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, serta perwakilan orang tua korban kekerasan di daycare Little Aresha, Wakil Wakil Ketua…

By
Adi Briantika
Amin Suciady
6 Min Read
Prakiraan cuaca BMKG
Daerah

Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu, 9 Mei 2026, Jakbar dan Jakut Berpotensi Hujan Ringan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Sabtu, 9 Mei 2026. Berdasarkan ramalan BMKG, wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat…

By
Syifa Fauziah
1 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi chemistry
Cari Tahu

Chemistry Adalah? Simak Pengertian dan Tanda-tandanya 

Apakah kamu pernah berbicara dengan seseorang dan merasa nyambung, padahal kamu tidak…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
1 hari lalu
Ilustrasi pengecekan layanan operator via ponsel.
Cari Tahu

Dari Kode Rahasia Sampai Chat WhatsApp, Cuma Butuh Semenit! Ini 4 Cara Cek Nomor Smartfren

Cara cek nomor Smartfren bisa dilakukan dengan mudah bila ingin mengisi pulsa,…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
2 hari lalu
Cari Tahu

Apa Itu Relapse Phase? Benarkah Tren Ini Bikin Move On Lebih Sehat Setelah Putus Cinta

Apa itu relapse phase? Istilah ini belakangan ramai dibicarakan warganet, terutama di…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
3 hari lalu
Idiom buah
Cari Tahu

7 Idiom Buah yang Sering Salah Paham, Gen Z Wajib Tahu!

Kamu sering ketemu idiom bahasa Inggris yang pakai nama buah, tapi malah…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up