Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Bukan Sekadar Makanan, Ini Sejarah dan Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran
Cari Tahu

Bukan Sekadar Makanan, Ini Sejarah dan Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Maret 16, 2026 11:04 am
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
(wikimedia.org)
SHARE

Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tidak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa muda atau janur ini bukan sekadar pelengkap sajian hari raya, tetapi juga memiliki makna budaya dan filosofi yang mendalam.

Daftar isi Konten
  • Sejarah Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran
  • Makna Filosofis Ketupat
  • Ketupat dan Tradisi Lebaran di Indonesia 
  • Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran
  • Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran
  • Makna Filosofis Ketupat
  • Ketupat dan Tradisi Lebaran

Di berbagai daerah, ketupat biasanya disajikan bersama opor ayam, rendang, atau sayur bersantan sebagai hidangan khas yang dinikmati bersama keluarga setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Meski sudah menjadu tradisi turun menurun, masih banyak yang belum paham mengenai sejarah dan filosofi sajian ketupat di momen Lebaran. Nah kali ini owrite akan merangkumnya. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Senin, 16 Maret 2026. 

Sejarah Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran

Sajian ketupan di Hari Raya Lebaran awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, yang merupakan Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Dahulu, Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai media dakwah, menggabungkan ajaran Islam dengan budaya lokal agar lebih mudah diterima masyarakat.

Pada masa itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan tradisi Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran dirayakan pada hari Idulfitri, sedangkan Bakda Kupat berlangsung seminggu setelahnya.

Dalam tradisi ini, masyarakat membuat ketupat dan membagikannya kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan dan permohonan maaf.

Makna Filosofis Ketupat

Tak hanya sekedar hidangan, ketupat juga memiliki filosofis yang mendalam. Anyaman daun kelapa yang membungkus ketupat melambangkan kesalahan manusia, sedangkan isi ketupat yang putih setelah dimasak melambangkan hati yang bersih setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat, yang merupakan kependekan dari ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Laku papat merujuk pada empat ajaran utama dalam Islam, yakni:

1. Lebaran – Melambangkan selesainya ibadah puasa Ramadan.

2. Luberan – Rezeki yang melimpah setelah berbagi dengan sesama.

3. Leburan – Hati yang bersih setelah saling memaafkan.

4. Laburan – Kesucian seperti kapur putih setelah menjalankan ibadah puasa.

Ketupat dan Tradisi Lebaran di Indonesia 

Kini tradisi ketupat saat Lebaran sudah menyebar di berbagai daerah Indonesia. Di Sumatra dan Kalimantan, ketupat disajikan bersama opor ayam, rendang, dan gulai.

Di Bali, ketupat dikenal sebagai tipat dan sering digunakan dalam upacara adat Hindu. Sementara itu, di daerah pesisir, ketupat juga menjadi bagian dari tradisi sedekah laut.

Hingga saat ini, ketupat tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Selain sebagai hidangan khas, ketupat juga menjadi simbol kebersamaan, kesucian hati, dan saling memaafkan setelah menjalani bulan Ramadan.

Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

Ketupat menjadi simbol kebersamaan, kebersihan hati, dan permohonan maaf di hari kemenangan. Tak heran jika hingga kini, ketupat tetap menjadi hidangan khas yang selalu hadir dalam perayaan Lebaran.

Makna Filosofis Ketupat saat Lebaran

Ketupat menjadi salah satu hidangan yang tidak terpisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Makanan berbahan dasar beras yang dimasak dalam anyaman daun kelapa muda atau janur ini bukan sekadar pelengkap sajian hari raya, tetapi juga memiliki makna budaya dan filosofi yang mendalam.

Di berbagai daerah, ketupat biasanya disajikan bersama opor ayam, rendang, atau sayur bersantan sebagai hidangan khas yang dinikmati bersama keluarga setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Meski sudah menjadu tradisi turun menurun, masih banyak yang belum paham mengenai sejarah dan filosofi sajian ketupat di momen Lebaran. Nah kali ini owrite akan merangkumnya. Berikut ulasannya dari berbagai sumber, Senin, 16 Maret 2026.

Sajian Ketupat di Indonesia Saat Lebaran

Sajian ketupan di Hari Raya Lebaran awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, yang merupakan Wali Songo yang menyebarkan Islam di tanah Jawa.

Dahulu, Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai media dakwah, menggabungkan ajaran Islam dengan budaya lokal agar lebih mudah diterima masyarakat.

Pada masa itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan tradisi Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Lebaran dirayakan pada hari Idulfitri, sedangkan Bakda Kupat berlangsung seminggu setelahnya.

Dalam tradisi ini, masyarakat membuat ketupat dan membagikannya kepada tetangga sebagai bentuk kebersamaan dan permohonan maaf.

Makna Filosofis Ketupat

Tak hanya sekedar hidangan, ketupat juga memiliki filosofis yang mendalam. Anyaman daun kelapa yang membungkus ketupat melambangkan kesalahan manusia, sedangkan isi ketupat yang putih setelah dimasak melambangkan hati yang bersih setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dalam bahasa Jawa, ketupat disebut kupat, yang merupakan kependekan dari ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan).

Laku papat merujuk pada empat ajaran utama dalam Islam, yakni:

  1. Lebaran – Melambangkan selesainya ibadah puasa Ramadan.
  2. Luberan – Rezeki yang melimpah setelah berbagi dengan sesama.
  3. Leburan – Hati yang bersih setelah saling memaafkan.
  4. Laburan – Kesucian seperti kapur putih setelah menjalankan ibadah puasa.

Ketupat dan Tradisi Lebaran

Kini tradisi ketupat saat Lebaran sudah menyebar di berbagai daerah Indonesia. Di Sumatra dan Kalimantan, ketupat disajikan bersama opor ayam, rendang, dan gulai.

Di Bali, ketupat dikenal sebagai tipat dan sering digunakan dalam upacara adat Hindu.

Sementara itu, di daerah pesisir, ketupat juga menjadi bagian dari tradisi sedekah laut.

Hingga saat ini, ketupat tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri. Selain sebagai hidangan khas, ketupat juga menjadi simbol kebersamaan, kesucian hati, dan saling memaafkan setelah menjalani bulan Ramadan.

Ketupat bukan sekadar makanan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

Ketupat menjadi simbol kebersamaan, kebersihan hati, dan permohonan maaf di hari kemenangan. Tak heran jika hingga kini, ketupat tetap menjadi hidangan khas yang selalu hadir dalam perayaan Lebaran.

Tag:FilosofiHidanganKetupatLebaranMakna Budaya
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
2
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
3
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
Rupiah Melemah ke Rp17.850 per Dolar AS, Ini Proyeksinya Sepanjang Hari Ini 
By Anisa Aulia
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi Kartu Kredit Indonesia (KKI)
Cari Tahu

Apa Itu Kartu Kredit Indonesia yang Baru Diluncurkan BI? Begini Cara Pakainya!

Sekarang bayar apapun serba praktis, tinggal buka ponsel, scan QRIS, masukan nominal, dan transaksi…

Ani RatnasariAmin-Suciady-Owrite
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
4 jam lalu
Ilustrasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Merdeka.
Cari Tahu

Dari Aceh hingga Papua, Ini 76 Pelajar yang Dipilih Kibarkan Sang Merah Putih di Istana

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, penampilan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka…

Ani RatnasariHardani Triyoga
By
Ani Ratnasari
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Ilustrasi Gen Z
Cari Tahu

Ilmu Dagin, Ini 10 Singkatan Sering Digunakan di Kalangan Gen Z 2026

Pernah nggak sih, lagi enak-enak baca chat atau scroll komentar TikTok eh tiba-tiba ketemu…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
5 hari lalu
Ilustrasi menyemprot parfum ke kulit (Foto: unsplash Kalos Skincare)
Cari Tahu

Benarkah Semprot Parfum Langsung ke Kulit Bisa Berbahaya? Ini Faktanya

Menyemprotkan parfum ke leher atau bagian tubuh lain sudah menjadi bagian dari…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
6 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up