Pemerintah Iran menyatakan kesiapannya untuk mendukung setiap upaya regional yang bertujuan mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah secara adil.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu 15 Maret 2026, yang menegaskan bahwa negaranya terbuka terhadap berbagai langkah diplomatik yang dapat membawa stabilitas kawasan.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyampaikan bahwa pemerintahannya siap mempertimbangkan setiap inisiatif yang bertujuan memperkuat persatuan negara-negara Timur Tengah.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut penting untuk mengembalikan stabilitas, keamanan, dan perdamaian di kawasan yang tengah dilanda konflik.
Proposal Perdamaian Konkret
Meski menyatakan keterbukaan terhadap berbagai inisiatif, Iran menegaskan bahwa hingga kini belum ada proposal regional yang secara khusus ditujukan untuk menghentikan konflik yang sedang berlangsung.
Saat ini belum ada inisiatif khusus untuk mengakhiri perang. Kami akan menyambut baik inisiatif regional apa pun yang mengarah pada berakhirnya perang secara adil,”
kata Araghchi dalam wawancara dengan surat kabar Al-Araby Al-Jadeed.
Picu Eskalasi Konflik
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut menyasar beberapa lokasi strategis, termasuk wilayah ibu kota Teheran, yang dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran meluncurkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Langkah tersebut menambah ketegangan geopolitik di kawasan dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.
Pada awalnya, pemerintah Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa operasi militer tersebut merupakan langkah pencegahan terhadap ancaman yang mereka kaitkan dengan program nuklir Iran.
Namun kemudian kedua negara tersebut mengakui bahwa operasi tersebut juga bertujuan untuk mendorong perubahan kekuasaan di Iran.


