Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Iran Bidik Raksasa Teknologi AS, Cissrec Peringatkan Tiga Ancaman Nyata bagi Indonesia
Internasional

Iran Bidik Raksasa Teknologi AS, Cissrec Peringatkan Tiga Ancaman Nyata bagi Indonesia

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
Last updated: Maret 16, 2026 3:45 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
5 bulan lalu
Share
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Sumber: Leader.ir)
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Sumber: Leader.ir)
SHARE

Eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat kini telah bergeser dan meluas ke ranah digital.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran resmi menetapkan pusat ekonomi, lembaga perbankan, serta infrastruktur raksasa teknologi Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah sebagai “target sah” serangan mereka. https://www.aljazeera.com/news/2026/3/11/iran-declares-us-israeli-economic-banking-interests-in-region-as-targets

Langkah ini merupakan aksi balasan setelah pertempuran yang turut menghantam sektor perbankan Iran, menandai meluasnya konflik regional menjadi “perang infrastruktur” skala besar.

Iran dilaporkan membidik sejumlah raksasa teknologi dunia seperti Google, Microsoft, Nvidia, dan Oracle, serta institusi keuangan strategis milik Amerika Serikat dan Israel sebagai target serangan.

Ruang siber telah menjadi medan pertempuran strategis, yakni infrastruktur teknologi global dan institusi perbankan kini diposisikan sebagai target utama serangan siber.

Chairman Communication & Information System Security Research Center (Cissrec) Pratama Persadha, berpendapat Perusahaan-perusahaan ini menjadi target potensial karena dianggap memiliki keterkaitan erat dengan sistem militer dan intelijen Israel.

Penetapan perusahaan teknologi tersebut sebagai sasaran memperlihatkan pergeseran paradigma konflik menuju infrastructure warfare, yakni serangan yang diarahkan pada sistem digital, pusat data, layanan komputasi awan, serta institusi ekonomi seperti bank dan pusat keuangan,”

kata Pratama kepada owrite, Senin, 16 Maret 2026.

Menurut Pratama, pergeseran ini menunjukkan bahwa ruang siber telah diubah menjadi instrumen strategis untuk memberikan tekanan ekonomi, psikologis, dan operasional kepada pihak lawan tanpa perlu melakukan konfrontasi militer secara langsung.

Ia pun membedah anatomi serangan siber yang kerap dilakukan oleh Iran. Operasi tersebut umumnya digawangi oleh kelompok peretas yang terafiliasi dengan negara, seperti kelompok APT35 (Charming Kitten), APT34 (Helix Kitten), dan Rocket Kitten.

Tahapan serangan biasanya sangat terstruktur. Dimulai dari fase pengintaian untuk memetakan jaringan, dilanjutkan dengan akses awal melalui phishing, eksploitasi kerentanan aplikasi, atau peretasan akun cloud.

Teknik ini sering digunakan untuk menembus sistem perusahaan teknologi atau lembaga keuangan yang memiliki ekosistem digital kompleks,”

ujar Pratama.

Setelah itu, peretas melakukan lateral movement guna menanam malware, mencuri data sensitif, hingga menyabotase sistem.

Dalam beberapa kasus, operasi Iran juga memanfaatkan strategi hack and leak. Data yang berhasil dicuri kemudian dipublikasikan untuk menimbulkan tekanan politik dan psikologis terhadap target,”

jelas Pratama.

Pendekatan ini menjadikan serangan siber tidak hanya berdampak teknis tetapi juga mempengaruhi persepsi publik dan stabilitas politik.

Selain unit resmi negara, Iran juga menggunakan jaringan peretas sipil (hacktivist) pro-Iran untuk melakukan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) dan perusakan situs web (deface).

Pendekatan ini memperlihatkan strategi cyber proxy warfare, yaitu penggunaan kelompok non-negara untuk melakukan operasi siber yang memberikan keuntungan strategis sekaligus menjaga tingkat plausible deniability (penyangkalan yang masuk akal) bagi negara agar terhindar dari konsekuensi diplomatik,”

terang dia.

Perusahaan-perusahaan teknologi yang menjadi target Iran merupakan tulang punggung ekosistem digital dunia.

Pratama memperingatkan bahwa jika sistem layanan cloud atau infrastruktur komputasi global terganggu, dampaknya akan sangat masif.

Gangguan terhadap infrastruktur tersebut dapat menyebabkan efek domino terhadap berbagai sektor, termasuk komunikasi, logistik, sistem pembayaran, hingga layanan publik.

Selain teknologi, sektor keuangan global dan bank-bank di AS juga meningkatkan kewaspadaannya. Serangan dapat berupa pencurian data nasabah, manipulasi transaksi, atau kelumpuhan sistem pembayaran yang bertujuan menciptakan kepanikan massal.

Meskipun tidak terlibat langsung dalam konflik Timur Tengah, Indonesia dinilai sangat rentan terhadap efek rambatan dari perang siber ini. Pratama menjabarkan tiga potensi ancaman bagi Tanah Air:

Satu, adalah risiko gangguan terhadap layanan digital global yang digunakan oleh banyak organisasi di Indonesia, seperti layanan cloud dan sistem komunikasi. Jika infrastruktur perusahaan teknologi global mengalami gangguan, layanan digital di Indonesia yang bergantung pada platform tersebut juga berpotensi terdampak.

Kedua adalah potensi spillover cyber attacks, yaitu serangan yang tidak secara langsung menargetkan Indonesia, tapi menyebar melalui jaringan global.

Dalam banyak kasus serangan siber internasional, malware atau kampanye phishing dapat menyebar ke berbagai negara melalui rantai pasokan digital dan konektivitas internet global.

Ketiga adalah meningkatnya risiko terhadap sektor keuangan domestik. Perbankan Indonesia telah mengalami transformasi digital yang sangat cepat melalui mobile banking, fintech, dan sistem pembayaran elektronik. Digitalisasi tersebut meningkatkan efisiensi tetapi juga memperluas attack surface.

“Jika konflik siber global meningkat, institusi keuangan Indonesia dapat menjadi target opportunistic attack yang memanfaatkan momentum geopolitik untuk melakukan kejahatan siber,” tutur Pratama.

Dalam perspektif intelijen siber, perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik geopolitik modern tidak lagi terbatas pada medan perang konvensional. Infrastruktur digital, pusat data, sistem keuangan, dan perusahaan teknologi global kini menjadi bagian dari ekosistem strategis yang dapat dijadikan sasaran operasi militer tidak langsung.

Oleh karena itu, Pratama menyarankan negara dan organisasi perlu memperkuat pendekatan cyber resilience melalui peningkatan keamanan infrastruktur kritis, penguatan kerja sama internasional dalam pertukaran intelijen siber, serta pengembangan sistem deteksi dini terhadap serangan yang berpotensi berdampak sistemik terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.

Bila eskalasi konflik terus berlanjut, perang siber berpotensi berkembang menjadi dimensi konflik yang paling luas dampaknya karena ruang siber bersifat lintas batas dan terhubung secara global.

“Dalam kondisi tersebut, negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik tetap dapat merasakan dampaknya melalui gangguan layanan digital, serangan terhadap sektor ekonomi, maupun meningkatnya aktivitas kejahatan siber global,” ucap dia.

Tag:Ancaman NyataAncaman Nyata.iranIRGCRaksasa Teknologi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Kondisi Lebanon saat digempur militer Israel.
Internasional

Penentuan Perang Timur Tengah, Lebanon – Israel Masuki Putaran Negosiasi Terakhir

Hari ketiga dan terakhir dari putaran ketujuh negosiasi Lebanon-Israel yang dimediasi AS…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
Ilustrasi situasi di Gaza
Internasional

RI Kecam Keras Serangan Israel ke Gaza, Hambat Peace Plan dan Perparah Derita Rakyat Palestina

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina yang…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
2 hari lalu
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian
Internasional

Diterpa Isu Lengser, Presiden Iran Tegaskan Tetap Pimpin Perjuangan

Presiden Iran Masoud Pezeshkian membantah laporan yang menyebut dirinya telah mengajukan pengunduran…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 hari lalu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, saat akan menaiki pesawat kepresidenan
Internasional

Tarif Baru Trump Digugat Rakyatnya, 25 Negara Bagian Tuding Gedung Putih Langgar Hukum

Koalisi yang terdiri atas 25 negara bagian dan satu persemakmuran di Amerika…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up